• Love Life
  • Love Life
Sibuk Bekerja, Generasi Produktif Harus Tetap Bersiap Agar Masa Tua Bahagia

Sibuk Bekerja, Generasi Produktif Harus Tetap Bersiap Agar Masa Tua Bahagia


Jakarta, 31 Mei 2022 – Sebagai generasi yang tergolong usia produktif, salah satu tantangan terbesar bagi para milenial adalah menjaga kesehatan fisik maupun mental di tengah berbagai kesibukan bekerja. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), dalam empat tahun terakhir, rata-rata penduduk usia 15 tahun ke atas menghabiskan waktu 41,49 jam per minggu untuk bekerja. Angka itu melebihi batas yang ditetapkan, yakni 40 jam seminggu. Penghitungan ini belum termasuk waktu tempuh yang dihabiskan untuk pergi dan pulang ke tempat bekerja, serta pekerjaan sampingan (side hustle) lainnya. Dengan kesibukan tersebut, milenial pun terkadang lupa untuk memperhatikan pola hidupnya agar tetap sehat. Padahal, pola hidup sehat di masa muda bisa menurunkan berbagai potensi dan risiko penyakit kritis yang juga turut berdampak pada kualitas hidup di masa lanjut usia.

Masih dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia setiap tanggal 29 Mei, PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) mengajak para milenial agar bisa menyiapkan hidup yang berkualitas untuk hari tua meski menghadapi berbagai kesibukan dalam bekerja. Windy Riswantyo selaku VP, Head of Marketing & Branding and Digital Channel Astra Life menerangkan, “Fenomena gig economy yang semakin marak saat ini terlebih pada generasi milenial tentu perlu diimbangi dengan menjaga kesehatan, agar saat ini dan hari tua nanti penuh dengan rasa tenang. Oleh karena itu, dengan semangat #iGotYourBack, kami tidak bosan mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, dan menyiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.”

Simak kiat untuk menciptakan hidup berkualitas di masa tua berikut ini:

  1. Jaga kebugaran tubuh dengan aktif bergerak

Berolahraga teratur secara konsisten dapat membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Namun, padatnya jadwal bekerja yang dihadapi milenial seringkali menjadi hambatan untuk meluangkan waktu berolahraga. Hal ini bisa disiasati dengan olahraga secara sederhana, misalnya luangkan 10-15 menit setiap pagi untuk latihan fisik di rumah dengan alat olahraga sederhana seperti skipping, hand grip, dan dumbbell. Ketika sudah berada di tempat bekerja, memastikan tubuh tetap aktif bergerak juga bisa dilakukan dengan beragam cara, misalnya naik turun tangga menuju ke ruang kerja, mengisi botol minum di ruang pantry, serta melakukan peregangan otot-otot setelah duduk dalam jangka waktu yang lama. Selain bermanfaat untuk kebugaran, membuat tubuh aktif bergerak juga bisa membantu mencegah penyakit yang kerap kali muncul saat memasuki masa tua, seperti penyakit jantung, stroke, kolesterol tinggi, osteoporosis, hingga diabetes.

 

  1. Jaga kesehatan tubuh dengan cek rutin

Di tengah kesibukan, luangkan waktu untuk melakukan pengecekan kesehatan rutin (medical check-up) setidaknya 1 -2 tahun sekali. Selain karena biayanya yang dianggap cukup mahal, seseorang seringkali mengabaikan pentingnya medical check-up rutin karena khawatir saat mengetahui hasil pemeriksaan yang akan didapat. Padahal pengecekan ini berguna untuk memastikan kondisi tubuh tetap sehat dan membantu penanganan yang lebih awal jika ada indikasi penyakit tertentu di dalam tubuh. Pengecekan kesehatan yang sederhana dapat dilakukan sendiri, misalnya dengan memiliki timbangan berat badan, tensimeter, atau glucometer yang bisa digunakan secara rutin. Jika hasil pemeriksaan tidak sesuai batas normal, bisa segera konsultasikan ke dokter. Saat ini sudah banyak tersedia platform telemedisin yang membuat konsultasi dengan dokter bisa dilakukan di manapun. Namun perlu diingat, medical check-up menyeluruh di fasilitas kesehatan dan pemeriksaan dari dokter secara langsung sebaiknya tetap dilakukan agar informasi mengenai kondisi kesehatan tubuh bisa lebih terperinci.

 

  1. Jaga asupan agar sesuai dengan kondisi kesehatan

Tidak semata-mata mencari asupan sehat, namun penting untuk mengonsumsi asupan sesuai kandungan nutrisi yang disesuaikan pada kondisi tubuh. Misalnya, makanan rendah gula untuk pengidap diabetes, rendah garam untuk pengidap hipertensi, atau makanan rendah lemak untuk seseorang dengan kadar kolesterol yang tinggi. Bagi para milenial yang terkendala dengan keterbatasan waktu, saat ini banyak tersedia katering makanan dan minuman sehat yang bisa didapatkan melalui aplikasi pesan-antar online. Tidak jarang, katering tersebut mencantumkan informasi nutrisi yang terkandung dalam menu yang disajikan sehingga kita bisa dengan mudah menyesuaikan menu mana yang nutrisinya sesuai bagi tubuh. Bagi milenial yang gemar berwisata kuliner, mencoba menu baru juga bisa menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan asal diimbangi dengan pilihan makanan yang bergizi, misalnya dengan memenuhi unsur karbohidrat, protein, mineral, lemak, dan vitamin.

 

  1. Jaga kesehatan mental dengan orang-orang terkasih

Selain fisik, menjaga kesehatan mental juga perlu dilakukan agar pikiran tetap positif dan termotivasi dalam hidup. Menjaga kesehatan mental bagi para milenial dapat dilakukan melalui sosialisasi dengan keluarga, kelompok sebaya, atau komunitas. Selain itu, mencurahkan hal-hal yang mengganjal di hati dan pikiran kepada orang-orang terdekat juga bisa dilakukan agar terhindar dari stres. Para milenial yang terkendala kesibukan untuk bertemu dengan orang-orang terdekat bisa berkomunikasi melalui video call agar suasana berbincang dapat terasa lebih hidup. Saat sudah memiliki waktu luang, ciptakan pula quality time bersama orang-orang yang dikasihi misalnya dengan makan malam, nonton, atau traveling bersama.

 

  1. Lengkapi dengan perlindungan atas penyakit kritis

Selain menjaga kesehatan fisik dan mental untuk menyiapkan hidup yang berkualitas di hari tua, milenial juga bisa melengkapinya dengan memiliki asuransi yang memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis. Umumnya, seseorang baru sadar akan pentingnya memiliki asuransi saat sudah mengidap penyakit tertentu. Padahal, memiliki asuransi dengan perlindungan atas penyakit kritis bisa disiapkan sejak masih dalam keadaan yang sehat agar siap untuk biaya perawatan medis yang cukup mahal. Asuransi penyakit kritis akan memberikan Uang Perlindungan untuk biaya perawatan.

Salah satu produk asuransi penyakit kritis yang bisa dimiliki adalah Flexi Critical Illness dari Astra Life. Produk asuransi ini akan memberikan perlindungan atas tiga penyakit kritis yaitu stroke, jantung, dan kanker termasuk kanker tahap awal. Flexi Critical Illness memberikan Uang Perlindungan hingga Rp2 miliar tanpa perlu cek medis. Nasabah juga bisa mengatur sendiri harga premi dan besar Uang Perlindungan sesuai kebutuhan, sehingga asuransi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan di setiap tahapan hidup nasabah. Bagi milenial yang enggan untuk membayar polis asuransi dalam kurun waktu yang panjang, Flexi Critical Illness memberi kemudahan dengan pembayaran premi yang dapat dibayar per tahun hingga nasabah berusia 85 tahun. Flexi Critical Illness dapat diperoleh di kanal digital ilovelife.co.id. Untuk informasi syarat dan ketentuan produk, dapat menghubungi Hello Astra Life Call Center 24 jam di nomor 1 500 282, serta nomor WhatsApp 08952-1500282 dan layanan e-mail hello@astralife.co.id yang tersedia dari Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.

 

Tentang Astra Life 

PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) merupakan perusahaan penyedia asuransi jiwa yang dimiliki oleh PT Astra International Tbk, PT Sedaya Multi Investama dan Koperasi Astra International. Berdiri sejak Mei 2014, Astra Life terus berkembang dan berinovasi menghadirkan produk perlindungan serta layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Astra Life menawarkan layanan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari berbagai tingkat kehidupan dan segmen pasar, baik nasabah perorangan berupa asuransi perlindungan jiwa, kesehatan, kecelakaan, asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link), asuransi jiwa syariah, dan juga nasabah kumpulan berupa program kesejahteraan karyawan (employee benefit group business) dan dana pensiun (DPLK).

Berdasarkan data per Maret 2022, Astra Life telah melayani lebih dari 3,7 juta tertanggung. Astra Life juga didukung oleh ribuan penyedia layanan kesehatan di seluruh Indonesia yang menjadi mitra perusahaan. Total aset Astra Life tercatat sebesar Rp. 7,5 triliun dan tingkat solvabilitas/Risk Based Capital (RBC) Astra Life berada di angka 284% (untuk asuransi jiwa konvensional). Angka 284% tersebut berada di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni sebesar 120%. Dengan semua pencapaian dan kinerja yang telah diperoleh tersebut, Astra Life telah menjadi perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang memiliki pertumbuhan yang signifikan dan berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan aspirasi perusahaan menjadi asuransi jiwa yang lekat di hati masyarakat Indonesia sekaligus menjadi Perusahaan Asuransi Jiwa Masa Depan di Indonesia.

Website Astra Life dapat diakses di http://www.astralife.co.id

*PT ASURANSI JIWA ASTRA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Untuk keperluan data dan peliputan, silakan menghubungi:

 

Dinda Bellinda

Head of Corporate Communication

dinda.bellinda@astralife.co.id | +62-817-0422-888

Denny Tan

Public Relations & CSR Manager

denny@astralife.co.id | +62-853-1000-8180

Dody Triguno

Public Relations & CSR Executive

dody.triguno@astralife.co.id | +62-857-1794-9920

 

Share this article:
Jenis kelamin dan saya tahun. saya butuh untuk