Corporate Communication
PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life)
- corporate.communication@astralife.co.id

Jakarta, 23 Desember 2025 – Momen akhir tahun jadi momen yang ditunggu pekerja kantoran dalam menerima bonus tahunan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras selama setahun penuh. Bonus tahunan disambut positif pekerja kantoran sebagai tambahan penghasilan di luar gaji pokok.
Kurniasari S. Pranoto CFP® selaku Marketing, Corporate Communication, Literacy & Inclusion Departement Head Astra Life mengatakan, “Bonus tahunan sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai tambahan penghasilan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kondisi keuangan salah satunya dengan memiliki asuransi jiwa. Dengan memiliki asuransi jiwa, pekerja kantoran yang juga sebagai kepala keluarga bisa memberi bekal bagi keluarga apabila pencari nafkah meninggal dunia. Selain itu, bonus tahunan bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki arus kas, menambah dana darurat, atau mulai berinvestasi secara bertahap demi masa depan.”
Selain bonus tahunan, pekerja kantoran yang berada di perkotaan harus menghadapi biaya hidup yang tinggi sehingga mengharuskan memiliki pekerjaan sampingan. Data dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyebutkan, 13,4% dari 86 juta pekerja di perkotaan memiliki pekerjaan sampingan. Sedangkan di pedesaan hanya 6% dari 129,3 juta pekerja yang memiliki pekerjaan sampingan. Hal tersebut mencerminkan bahwa pekerja kantoran baik di perkotaan maupun di pedesaan yang juga sebagai kepala keluarga sama-sama memiliki tanggung jawab untuk mengatur arus kas keuangan keluarga.
Untuk mengetahui cara memanfaatkan bonus tahunan dengan memiliki penghasilan dari pekerjaan sampingan, berikut 5 caranya dari Astra Life:
Langkah pertama dalam mengelola bonus tahunan adalah menetapkan prioritas keuangan dengan perencanaan yang terukur. Gunakan metode 50/30/20 sebagai panduan dasar. Artinya, 50% untuk kebutuhan pokok yang mencakup pendidikan anak, transportasi, makan, dan asuransi. Pastikan biaya asuransi tidak lebih dari 10% penghasilan. Kemudian, alokasikan 30% untuk keinginan seperti, belanja memenuhi gaya hidup, hobi atau pun hiburan termasuk apabila dibutuhkan utang, maka upayakan tidak boleh lebih dari 30% dari penghasilan. Setelah itu, alokasikan 20% untuk tabungan, dana darurat, dan sosial termasuk zakat 2,5%. Dari porsi ini, usahakan minimal 10% dialokasikan untuk tabungan dan investasi agar nilai uang terus bertumbuh dan tujuan keuangan jangka panjang bisa tercapai.
Sebelum tergoda menggunakan bonus untuk berbelanja, ada baiknya menyisihkan sebagian untuk melunasi kewajiban finansial. Sesuai dengan anjuran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maksimal 30% dari pemasukan dialokasikan untuk membayar atau melunasi utang, terutama yang memiliki bunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman online. Bila memiliki beberapa cicilan, utamakan melunasi yang sudah hampir selesai terlebih dahulu agar beban bunga berkurang dan arus kas menjadi lebih ringan. Bagi keluarga muda yang tengah menjalani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah, penting juga untuk memantau jadwal pelunasan dan sisa tenor pinjaman. Jika memungkinkan, manfaatkan sebagian bonus untuk mempercepat pembayaran cicilan atau menambah pelunasan pokok, agar total bunga yang harus dibayar di masa depan menjadi lebih kecil. Apabila masih ada kewajiban lain yang belum tuntas, sebaiknya hindari membuka cicilan baru hingga kondisi keuangan benar-benar stabil.
Jika memiliki pendapatan tambahan dari pekerjaan sampingan, manfaatkan untuk memperbesar porsi tabungan atau investasi, bukan untuk menambah konsumsi. Alokasikan minimal 10% dari pendapatan ke instrumen jangka panjang sesuai profil risiko, seperti reksa dana, emas, saham, obligasi, atau Surat Berharga Negara (SBN). Langkah ini membantu menjaga nilai aset, melawan inflasi, dan mempersiapkan tujuan finansial jangka panjang seperti pendidikan anak atau pensiun. Sebelum berinvestasi, pahami karakteristik tiap instrumen dan sesuaikan dengan kemampuan finansial. Terapkan diversifikasi agar risiko lebih seimbang, serta pastikan hanya memilih produk yang legal dan diawasi oleh OJK.
Investasi tak akan optimal tanpa perlindungan yang memadai. Pastikan sudah memiliki asuransi jiwa untuk melindungi diri serta keluarga dari risiko tak terduga yang dapat mengganggu stabilitas keuangan. Asuransi jiwa berperan utama sebagai safety net keuangan keluarga, yaitu dapat memberikan ketenangan untuk keluarga yang ditinggalkan. Bila terjadi risiko tutup usia, maka penerima manfaat (ahli waris) yang ditunjuk pemegang polis dapat menerima secara langsung manfaat Uang Pertanggungan (UP) tanpa perlu melalui proses pengadilan atau menunggu ketetapan fatwa waris dari pengadilan, serta tanpa potongan pajak. Dengan memiliki perlindungan ini, rencana finansial jangka panjang dapat tetap berjalan meski terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti di Astra Life, menawarkan Flexi Life Pro produk asuransi jiwa murni dengan premi tetap yang memberikan pilihan periode perlindungan selama 5 dan 7 tahun atau sampai mencapai usia 85 tahun sesuai dengan kebutuhan para pekerja. Selama periode perlindungan, premi yang dibayarkan bersifat tetap sehingga bisa lebih tenang dalam mengatur keuangan tanpa khawatir premi naik setiap tahunnya. Pekerja kantoran bisa mendapatkan Uang pertanggungan 100% jika tertanggung meninggal dunia karena sebab apapun. Selain itu, pekerja kantoran bisa memilih frekuensi pembayaran premi secara, tahunan, semesteran, kuartalan, atau pun bulanan.
Bonus tahunan bisa menjadi momen untuk menyeimbangkan antara finansial dan kebersamaan dengan keluarga. Gunakan sebagian kecil dari bonus untuk hal-hal yang mempererat hubungan keluarga, seperti liburan singkat, makan malam bersama, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas di rumah. Selain itu, bagi para pekerja juga bisa memanfaatkan untuk mendukung pengembangan diri, seperti mengikuti pelatihan, kursus, atau kegiatan yang menunjang karier.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan produk Flexi Life Pro, dapat mengunjungi ilovelife.co.id yang merupakan kanal e-commerce dari Astra Life. Nasabah juga dapat menghubungi Contact Center Hello Astra Life 24 jam di nomor 1 500 282, serta nomor WhatsApp 08952-1500282 dan layanan e-mail hello@astralife.co.id yang tersedia dari Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB.
Tentang Astra Life
PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) merupakan perusahaan penyedia asuransi jiwa yang dimiliki oleh PT Astra International Tbk, PT Sedaya Multi Investama dan Koperasi Astra International. Berdiri sejak Mei 2014, Astra Life terus berkembang dan berinovasi menghadirkan produk perlindungan serta layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Astra Life menawarkan beragam layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari berbagai tingkat kehidupan dan segmen pasar, baik nasabah perorangan berupa asuransi perlindungan jiwa, kesehatan, kecelakaan, asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link), asuransi jiwa syariah, serta nasabah kumpulan berupa program kesejahteraan karyawan (employee benefit group business) dan pendiri dana pensiun (DPLK).
Berdasarkan data per semester I tahun 2025, Astra Life merupakan perusahaan asuransi jiwa dengan nilai premi bruto sebesar Rp2,7 triliun, total aset senilai Rp7,4 triliun, total tertanggung sebanyak 3,6 juta jiwa, dan tingkat solvabilitas/Risk Based Capital (RBC) berada di angka 311% (untuk asuransi jiwa konvensional) di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni sebesar 120%. Melalui serangkaian pencapaian tersebut, Astra Life telah menjadi perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang memiliki pertumbuhan yang baik dengan portfolio bisnis yang resilience dan sustainable. Astra Life hadir sebagai asuransi jiwa yang lekat di hati masyarakat Indonesia.
Website Astra Life dapat diakses di www.astralife.co.id.
Untuk keperluan data dan peliputan, silakan menghubungi corporate.communication@astralife.co.id
Adding {{itemName}} to cart
Added {{itemName}} to cart