Waspadai Karoshi, Pembunuh Modern Si Workaholic

Baru-baru ini Jepang mendapat banyak sorotan. Bukan karena keperkasaannya di bidang ekonomi atau kedisiplinan warganya yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Tidak. Kali ini, pembicaraan mengenai Negeri Sakura ini banyak dikaitkan dengan satu kata, yaitu karoshi. Istilah dalam bahasa Jepang yang berarti kematian akibat kelelahan bekerja ini mulai menjadi perhatian serius pemerintah Jepang, bahkan dunia internasional, karena dianggap telah menembus angka yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan pemerintah Jepang, satu di antara lima pegawai berisiko meninggal karena kerja berlebihan. Kematian akibat serangan jantung, stroke dan bunuh diri sebagai dampak karoshi bahkan telah menembus angka 1.456 kasus tahun lalu. Menurut Hiroshi Kawahito, sekretaris jenderal Dewan Nasional Pembela Korban Karoshi, angka aktual karoshi sebenarnya bisa mencapai 10 kali lipat lebih besar, namun banyak orang menutupi masalah ini.

Baca juga: Kematian Mendadak, Benarkah Sebab Alarm Tubuh Tidak Didengar

Di Indonesia, kita memang belum banyak mendengar kasus kematian akibat kelelahan bekerja atau lembur berlebihan. Tapi bukan berarti isu ini bisa dianggap remeh. Meski tidak sampai menyebabkan kematian, kelelahan akibat bekerja juga dapat berpengaruh terhadap produktivitas para pekerja.

Baca juga: Penyakit Jantung dan Kaum Muda Urban Indonesia

Pengaruh Kelelahan Kerja terhadap Kesehatan

Kelelahan dalam bekerja, baik secara fisik maupun mental, memiliki pengaruh yang sangat buruk terhadap kesehatan seseorang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School, kurangnya istirahat akibat bekerja secara terus menerus telah menyebabkan sekitar 23% pekerja menderita insomnia.

kelelahan kerja

Konsultan sumber daya manusia, Manpower Group juga menemukan sekitar 35% orang memilih untuk makan siang di meja kerja mereka dan tidak memeroleh maupun memaksimalkan waktu istirahat yang cukup untuk memperbarui energi mereka. Bahkan, hasil studi dari Pew Research Center menunjukkan bahwa 50% karyawan tetap mengecek email mereka di akhir pekan.

Padahal, memaksa diri untuk terus bekerja, jelas akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan Anda. Ibarat mesin, bila terus dipaksa bekerja tanpa istirahat, hampir bisa dipastikan mesin tersebut akan cepat rusak. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dalam tubuh kalau tidak pernah diistirahatkan.

Tubuh yang ‘dipaksa’ bekerja terus, kurang gerak dan terus memaksa diri untuk duduk di belakang meja atau komputer Anda akan membuat Anda menjadi gemuk, otot tubuh melemah, energi pun berkurang. Hal-hal inilah yang kemudian menjadi faktor yang dapat membuat Anda lebih rentan terkena risiko serangan jantung, stroke maupun berbagai jenis penyakit lainnya.

Penasaran apakah jam kerja Anda saat ini telah memengaruhi kesehatan Anda? Coba cek tanda-tanda berikut:

1. Emosi Anda Tidak Terkontrol

Jika belakangan Anda merasa sering kesal karena hal-hal kecil yang biasanya tidak mengganggu Anda, itu berarti sudah saatnya Anda melupakan pekerjaan sejenak dan beristirahat. Emosi tidak terkontrol, seperti mudah marah dan sensitif berlebihan, adalah tanda-tanda awal bahwa Anda sudah bekerja terlalu keras

2. Anda Merasa Tidak Bahagia

Terus-terusan merasa tidak bahagia dengan pekerjaan Anda? Resign tidak selalu merupakan jawaban yang Anda butuhkan. Coba tanya diri Anda sendiri, sejak kapankah Anda merasa tidak bahagia dengan apa yang Anda lakukan? Jika Anda merasa seperti itu sejak pertama kali Anda bekerja, maka ya, mungkin berhenti adalah pilihan yang tepat. Tapi jika Anda baru merasa tidak bahagia beberapa waktu terakhir, sementara dulunya Anda merasa senang dengan apa yang Anda lakukan, mungkin cutilah yang sebenarnya benar-benar Anda perlukan.

3. Anda Belakangan Sering Sakit

Jangan remehkan penyakit-penyakit “kecil” seperti batuk, pilek. Bisa jadi ini adalah tanda yang berusaha dikirimkan oleh tubuh Anda untuk menunjukkan bahwa kekebalan tubuh Anda mulai berkurang akibat lamanya waktu yang Anda habiskan untuk bekerja.

workaholic

Atasi Kelelahan di Tempat Kerja Anda

Jika Anda merasa familiar dengan tanda-tanda di atas, sudah saatnya menaruh perhatian lebih terhadap kesehatan Anda. Berhenti bekerja mungkin tidak bisa selalu menjadi pilihan (bagaimanapun juga, Anda memerlukan pekerjaan tersebut), tapi setidaknya, coba deh lakukan hal-hal simple berikut:

1. Istirahat 90 Menit Sekali

Tidak ada salahnya memfokuskan seluruh perhatian Anda terhadap pekerjaan. Hanya saja, pastikan Anda beristirahat setiap 90 menit sekali. Menurut Dr. K. Anders Ericsson dari Florida State University yang sudah melakukan penelitian terhadap berbagai atlet, musisi dan aktor, hal ini diperlukan untuk memperbarui energi kita.

Hal ini bisa diterapkan melalui langkah mudah. Semudah berdiri dari kursi Anda dan melakukan beberapa gerakan peregangan yang sederhana seperti meregangkan kedua tangan ke atas. Atau, berjalan kaki menuju dispenser untuk mengisi ulang gelas Anda. Yang penting, Anda melakukan kegiatan yang cukup berarti untuk melancarkan aliran darah di tubuh Anda.

2. Makan Siang di Luar

Percayalah, ada alasan kenapa perusahaan memberikan waktu satu jam untuk istirahat makan siang. Tubuh Anda memerlukan perubahan suasana dan pergerakan. Karena itu, saat jam makan siang, keluarlah dari kubikel atau ruangan kerja Anda dan hiruplah udara segar di luar lingkungan kerja.

3. Jangan Lupa untuk Bernapas

Anda mungkin tertawa mendengar saran ini. Tentu saja kita bernapas setiap hari, kalau tidak, kita pasti sudah mati… Tapi nyatanya, karena telah menjadi kegiatan yang otomatis, kita sering kali lupa bagaimana cara bernapas yang benar. Coba lakukan ini setiap 30 menit sekali atau kapan pun Anda mulai merasa stres dan kelelahan. Tutup mata dan fokuslah pada napas Anda. Tarik napas dari hidung selama tiga detik, lalu keluarkan dari mulut selama 5 detik. Lakukan ini selama 5 kali berturut-turut. Cara bernapas yang benar ini dapat Anda pelajari lebih lanjut dengan mengikuti yoga. Plus, dengan yoga, Anda juga sekaligus bisa berolahraga dan bermeditasi, dua hal yang diyakini dapat membuat badan lebih fit sekaligus mengurangi stres.

4. Tinggalkan Pekerjaan Anda di Kantor

Biasakan untuk tidak membawa pekerjaan atau masalah di kantor ke rumah. Anda mungkin berpikir sekadar memeriksa email atau menjawab telepon dari kantor bukanlah hal besar dan tidak akan mengganggu terlalu banyak waktu Anda, tapi tanpa Anda sadari, dengan melakukan hal tersebut, Anda memaksa otak terus bekerja dan mengundang rasa stres yang mungkin diakibatkan oleh pekerjaan Anda, datang ke rumah. Berhentilah dan lihat, bagaimana pekerjaan dan perusahaan Anda akan tetap ada dan baik-baik saja saat Anda menangani segala hal keesokan harinya.

Pekerjaan Anda memang penting, tapi begitu juga dengan kesehatan, keluarga, hubungan dengan pasangan ataupun me-time Anda. Pastikan Anda bekerja dengan efektif, efisien dan cerdas untuk meraih keseimbangan hidup yang membantu Anda mencintai hidup. Juga tambahkan proteksi asuransi yang akan membuat bahagia Anda di hari ini, berlanjut di hari nanti. Yuk, cari tahu asuransi yang sesuai untuk Anda!




« | »
Read previous post:
eragano_team
Aplikasi Eragano, Ketika Petani Menggunakan Teknologi untuk ‘Melawan’ Tengkulak

Stephanie Jesselyn dan Aris Hendrawan prihatin. Meski dikenal sebagai negara agraris, kondisi para petani di Indonesia masih jauh dari harapan....

Close