Tunjangan Hari Raya Belum Terlihat Hilalnya? Yuk, Pelajari Dulu Fakta-faktanya!

tunjangan hari raya yang dinanti setiap lebaran tiba

Lebaran adalah momen yang paling dinantikan, tidak hanya oleh kaum muslim tetapi semua orang. Kesemarakan menyambut Lebaran, dirasakan oleh hampir semua lapisan masyarakat. Dari mulai acara buka bersama (dengan kehadiran aneka ta’jil yang hanya muncul di bulan puasa) yang padat merayap sepanjang bulan, sampai diskon di pusat-pusat perbelanjaan yang seperti berlomba-lomba.

Selain bisa berkumpul bersama keluarga, perayaan Lebaran juga ditunggu karena kita akan menerima Tunjangan Hari Raya. Bahkan kadang-kadang, meski berlum terlihat ‘hilalnya’, kita sudah menyusun rencana panjang untuk menggunakannya (ayo, ngaku!).

Memang dengan tunjangan ini, kita bisa memenuhi kebutuhan hari raya sekaligus keperluan sehari-hari, yang harganya biasanya meningkat menjelang hari raya. Asyiknya lagi, menurut peraturan terbaru, kini THR bisa kita nikmati meskipun baru bekerja sebulan di perusahaan. Nah, untuk memastikan hak-hak Anda seputar THR telah terpenuhi, yuk, intip fakta seputar tunjangan hari raya ini.

Baca Juga: Siapkan Second Pocket Saat Harga Naik

1. THR dapat diterima oleh pekerja sebulan setelah bekerja

Awal tahun ini, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Kabar baiknya, dalam aturan yang berlaku efektif sejak 8 Maret 2016 ini pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan berhak mendapatkan tunjangan hari raya yang besarnya dihitung secara proporsional sesuai masa kerja. Aturan ini mengubah kebijakan sebelumnya yang menyatakan karyawan yang berhak memperoleh THR ialah mereka dengan masa kerja minimal tiga bulan. Menarik bukan?

Lebih lanjut, peraturan ini juga mengatur bahwa pekerja yang berhak memperoleh THR bukan hanya mereka yang memiliki hubungan kerja, melainkan termasuk juga pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) dan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), dengan kata lain, karyawan kontrak. Jadi, jika kamu adalah karyawan dengan status PKWTT atau PKWT, jangan khawatir. Kamu juga tetap berhak memperoleh THR.

cara menghitung tunjangan hari raya

2. Pekerja berhak menerima THR jika di-PHK sebulan sebelum hari raya

Dalam Permenaker No 6/2016 juga menyatakan bahwa jika seorang pekerja PKWTT mengalami pemutusan hubungan kerja 30 hari sebelum hari raya, maka pekerja tersebut berhak menerima THR. Namun, hal ini tidak berlaku bagi pekerja PKWT yang hubungan kerjanya berakhir sebelum hari raya.

3. THR diberikan dalam bentuk uang

Masih dalam aturan yang sama, THR yang diberikan kepada pekerja juga dinyatakan harus diberikan dalam bentuk uang dan dalam mata uang rupiah. Meski sudah jelas disebutkan dalam peraturan, ada juga perusahaan yang belum mematuhinya, lho.

4. Pekerja yang dipindah berhak memperoleh THR

Jika pekerja dipindahkan dari suatu perusahaan ke perusahaan lain berdasarkan kebijakan perusahaan, dan perusahaan lama belum memberikan THR, maka pekerja tersebut berhak memperoleh THR dari perusahaan baru. Nah, hal ini berlaku bagi kamu yang dimutasi antarperusahaan suatu kelompok tertentu.

5. THR dibayarkan proporsional sesuai masa kerja

Dalam aturan yang sama, pekerja dengan masa kerja 12 bulan berhak menerima THR sebesar 1 bulan gaji. Sementara bagi pekerja dengan masa kerja minimal sebulan hingga di bawah 12 bulan, berhak menerima THR dengan besaran yang proporsional, sesuai masa kerja. Berikut ini contoh perhitungan tunjangan hari raya. Misalnya, gaji seseorang ialah Rp x. Maka, jika seseorang bekerja selama 1 bulan, ia akan menerima THR sebesar 1/12 bulan dikalikan dengan Rp x.

6. THR dibayarkan selambat-lambatnya seminggu sebelum hari raya

Fakta lain yang perlu kamu ketahui adalah, THR itu berhak kita peroleh selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Jadi, pastikan kamu bisa memperoleh THR tersebut sesuai dengan ketentuan tersebut. Jika tidak, jangan ragu untuk menyampaikan hal tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan terkait.

7. Bagaimana cara menghitung THR yang seharusnya diterima? Apakah dikenakan pajak?

Masih menurut Permenaker No 6/2016 pasal 3 ayat 2, seorang pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan, berhak menerima THR sebesar 1 bulan upah. Nah, apa sih yang dimaksud 1 bulan upah tersebut? Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan 1 bulan upah ialah gaji pokok beserta tunjangan. Upah di sini termasuk tunjangan tetap, seperti transport dan uang makan yang jumlahnya tetap dan diterima setiap bulan. Kemudian bagi pekerja harian lepas, maka di ayat 3 dijelaskan bahwa upah yang dibayarkan ialah upah rata-rata selama masa kerja.

Sementara bagi pekerja yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan, maka THR yang akan diterima proporsional sesuai masa kerja. Ini cara menghitung tunjangan hari raya. Ambil contoh seseorang memiliki masa kerja 3 bulan. Maka THR yang akan diterima ialah 3/12 bulan x Rp sebulan gaji. Seperti lazimnya gaji, THR juga akan dikenakan pajak penghasilan atau PPh Pasal 21.

8. THR tidak berlaku untuk pekerja yang resign sebelum hari raya

Permenaker No 6/2016 pasal 7 ayat 1 menyebutkan, bagi pekerja yang mengalami PHK sebelum hari raya, berhak menerima THR. Kemudian di ayat 2 dijelaskan, ketentuan ini berlaku jika pemutusan kerja dilakukan oleh pengusaha. Artinya, jika pemutusan kerja dilakukan oleh pekerja dan dilakukan sebelum hari raya, maka pekerja tersebut tidak akan memperoleh THR.

9. Kalau perusahaan melanggar aturan THR, apa yang bisa dilakukan?

Jika kamu menemukan pelanggaran yang dilakukan perusahaan terkait THR, jangan ragu untuk melaporkan hal tersebut ke Suku Dinas Ketenagakerjaan terdekat. Bagi perusahaan yang kedapatan melanggar aturan THR, akan dikenakan denda 5% dari total THR yang harus dibayar. Selain itu, perusahaan tersebut juga akan dikenakan sanksi administratif.

Nah, setelah mengetahui fakta-fakta menarik seputar THR, jangan ragu lagi untuk memastikan kamu memperoleh THR sesuai dengan aturan yang berlaku. Ketika THR sudah di tangan, jangan lupa untuk menyisihkan dana untuk memiliki asuransi. Karena lewat asuransi, Anda bisa memperoleh dua manfaat sekaligus, yakni investasi dan perlindingan jiwa. Untuk mengetahui asuransi Astra Life lebih lanjut, silakan hubungi kami di sini.




« | »
Read previous post:
45363933_M
Ini Alasan Mengapa Asuransi dan Pendidikan Sama Pentingnya

Menghadapi kompetisi yang semakin berat, peran orangtua dalam mempersiapkan pendidikan anak menjadi lebih krusial. Tak hanya menentukan program pendidikan yang...

Close