Kota-Kota dengan Tradisi Unik Rayakan Lebaran

tradisi lebaran

Salaman saling memaafkan dan berkumpul dengan keluarga menjadi keistimewaan Idul Fitri. Keistimewaan tersebut bisa semakin meriah dengan berbagai tradisi unik dari beberapa kota di Indonesia. Bahkan tradisi-tradisi itu dilestarikan dalam bentuk festival yang diselenggarakan setiap tahun. Penasaran apa saja tradisinya?

Tumbilotohe – Gorontalo

Tradisi tumbilotohe adalah tradisi memasang lampu di halaman rumah dan sepanjang jalan menuju tempat ibadah secara sukarela. Tujuannya mempermudah warga pergi ke tempat ibadah dan membagikan zakat fitrah di malam hari.

Awalnya tradisi ini menggunakan damar dan getah pohon sebagai bahan bakar lampu. Seiring berjalannya waktu, warga menggunakan minyak tanah. Selain itu bentuk lampu pun mengikuti zaman. Sekarang para pemuda membuat kerangka lampu berbentuk kubah mesjid hingga gapura.

Tradisi yang sudah ada sejak abad ke-15 ini digelar pada H-3 Idul Fitri. Lampu dinyalakan mulai bedug Magrib hingga Subuh. Secara simbolik, tradisi ini menunjukkan kemenangan Idul Fitri di depan mata. Kini, tradisi semakin meriah dengan lampu-lampu yang membentuk kaligrafi Arab di lapangan pemukiman warga.

Ingin menyaksikan kemeriahan Tumbilotohe? Tepat jika Anda mengunjunginya jelang Idul Fitri.

Meriam Karbit – Pontianak

festival lebaran

Siapa bilang meriam hanya ada di zaman penjajahan? Meriam sepanjang 6 meter dengan diameter di atas 50cm masih berfungsi dengan baik di tepi Sungap Kapuas. Puluhan meriam yang terbuat dari kayu ini beraksi pada H-1 Idul Fitri hingga dua hari setelahnya.

Sebelum beraksi, meriam terlebih dulu diangkat dari dalam Sungai Kapuas. Kemudian dibersihkan dan dirakit oleh warga yang dibentuk menjadi beberapa kelompok. Diperkirakan ada 50 kelompok yang aktif dalam tradisi Meriam Karbit. Setelah dirakit, meriam diikat dengan rotan dengan cara dililit agar dapat menahan getaran dan tekanan saat dibunyikan.

Meriam dibunyikan oleh dua kubu yang bersebrangan di tepi sungai Kapuas. Bunyi ledakan setiap meriam bisa terdengar dari radius 5km. Konon bunyi ledakan meriam ini bisa mengusir kuntilanak yang mengganggu warga di zaman penjajahan dulu. Penasaran dengan suara ledakan meriamnya? Pastikan malam Lebaran Anda berada di Pontianak untuk menyaksikannya.

Baca juga: Staycation di Hotel, Cara Seru Liburan Singkat di Akhir Pekan

Binarundak – Kotamobagu Sulawesi Utara

Kepulan asap tebal dari tradisi binarundak yang dibakar menambah kemeriahan Lebaran di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Secara bergotong-royong warga membakar binarundak sampai matang. Binarundak adalah bambu berisi nasi jaha alias beras ketan dicampur santan dan jahe dialasi dengan daun pisang. Jika di Pulau Jawa makanan ini layaknya lemang.

Dibakar dengan sabut kelapa, tradisi binarundak kerap digelar di sepanjang jalan raya atau lapangan besar. Mayoritas para pria yang membakar binarundak. Sedangkan para wanita di rumah menyiapkan lauk pauk di rumah untuk perjamuan makan.

Setelah matang, binarundak dibagikan merata ke warga. Berduyun-duyun pulang ke rumah, tradisi dilanjutkan dengan makan bersama. Sambil menikmatinya, tidak lupa warga saling bermaaf-maafan untuk mempererat silaturahmi.

Penasaran dengan rasa nasi jaha binarundak? Berarti sudah saatnya Anda merayakan Lebaran di Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Bakar Gunung Api – Bengkulu

Tradisi bakar gunung api oleh Suku Serawai sudah dilakukan beratus-ratus tahun di Kota Agung, Kecamatan Seluma Timur, Bengkulu. Digelar pada malam Lebaran pertama, tradisi ini dilakukan secara beramai-ramai di lapangan atau lahan yang luas. Sehingga warga bisa berkumpul untuk berpartisipasi.

Gunung api di sini berupa kiasan dari tumpukan batok kelapa yang disusun menjulang tinggi ke atas layaknya gunung. Kemudian susunan batok dibakar hingga mengeluarkan asap tebal.

Setelah acara bakar-bakaran, warga akan saling menghantar makanan berupa kue untuk tetangga dan kerabat. Kue akan dimakan bersama. Kegiatan ini bermakna memperkuat silaturahmi sekaligus sedekah.

Meriah bukan tradisi bakar gunung api? Masih ada kesempatan untuk ikut merasakan kemeriahan tradisi yang terus dilestarikan ini.

Perang Topat – Lombok, NTB

Dulunya ini adalah ritual meminta hujan bagi para petani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga biasanya berkumpul di Pura Lingsar atau gedung untuk melaksanakan tradisi ini.

Musik tradisional gendang beleq berbunyi menyambut iring-iringan kebin odeq (kebun kecil) berisi hasil bumi dan ketupat. Hasil bumi ini ditaruh di dulang yang dibawa oleh para wanita yang berbaris rapi. Tradisi dilanjutkan dengan saling lempar topat (ketupat) yang bermakna keharmonisan warga.

Topat-topat yang sudah dilempar tadi kemudian dikumpulkan. Lalu topat-topatnya ditebar ke sawah atau ladang untuk memberi kesuburan. Bisa dibayangkan serunya kegiatan saling lempar topat ini bukan?

Grebek Syawal – Yogyakarta

Keluarga Keraton Yogyakarta rutin merayakan Idul Fitri bersama warganya setiap tahun melalui tradisi Grebek Syawal. Tradisi ini dilambangkan sebagai sedekah keluarga Keraton ke warga Yogyakarta.

Sedekah berupa hasil bumi yang disusun membentuk gunung yang disebut Gunung Lanang. Gunungan ini didoakan terlebih dulu di Mesjid Agung Kauman. Tidak tanggung-tanggung, tujuh gunungan disiapkan abdi dalam Keraton.

Umumnya setelah shalat Ied, gunungan diarak menuju alun-alun utara Yogyakarta. Setibanya di alun-alun, warga yang telah menunggu segera berebut hasil bumi. Ada buah-buahan seperti pisang, ada makanan utama seperti beras, ada kue seperti wajik, dan lain sebagainya.

Hasil bumi yang bisa diambil dari gunungan bermakna berkah bagi yang mengambilnya. Ingin ikut dalam kemeriahan ini? Grebek Syawal rutin diselenggarakan pada awal bulan Syawal, jadi bersiap-siap lah.

Baca juga: 8 Konser Musik di Alam Terbuka yang Sayang untuk Dilewatkan

Megibung – Bali

festival lebaran

Berbuka puasa bersama dilanjutkan dengan makan malam bersama menjadi inti dari tradisi Megibung muslim di kampung Islam Kepaon, Denpasar Selatan, Bali. Tradisi ini dilakukan sebanyak 3x yaitu pada hari ke-10 Ramadhan, hari ke-20 Ramadhan dan hari terakhir Ramadhan.

Diawali dengan menikmati takjil berupa kue dan kolak di Mesjid Al Muhajirin saat adzan Magrib berkumandang. Setelah shalat Magrib selesai dilaksanakan, megibung pun digelar.

Warga dibagi per kelompok (4-5 orang dalam 1 kelompok) kemudian menyantap hidangan lengkap dari 1 nampan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan keharmonisan mereka.

Ngejot – Bali

Selain Megibung, ada tradisi lain di Bali dalam rangka Idul Fitri. Jika Megibung digelar oleh sesama warga Muslim, maka Ngejot merupakan bentuk toleransi antara warga Hindu dengan warga Muslim di Bali.

Ngejot adalah kegiatan membagikan makanan dari warga Muslim kepada para tetangga, tidak terkecuali agamanya, pada hari Lebaran. Maka ngejot juga dilakukan oleh warga Hindu kepada para tetangga pada hari raya Nyepi atau Galungan.

Makan Bedulang – Bangka

Apa yang biasa dilakukan seusai shalat Ied berjamaah di mesjid? Umumnya saling bermaaf-maafan kemudian pulang ke rumah. Pemandangan ini tidak terjadi di Bangka.

Alih-alih berkumpul di rumah masing-masing, warga Bangka kembali berkumpul di tempat yang telah ditentukan. Mereka melakukan tradisi bedulang, dimana warga kembali berkumpul untuk makan bersama setelah shalat Ied.

Bedulang memiliki arti tudung saji, menggambarkan tradisi ini. Dalam satu tudung saji terdapat berbagai macam jenis makanan untuk dimakan beramai-ramai. Paling sedikit ada 6 menu makanan khas Bangka yang susah ditemukan di daerah lain. Mulai dari tumis rebung, tumis keladi, lalapan, lempah kuning ikan kakap, ikan jebung bakar, lempah kulat pelawan, sambel belacan, nasi merah, buah dan jus.

Jus bukan jus sembarang jus yang dihidangkan. Melainkan jus madu yang menjadi khas kota Bangka. Penasaran ingin merasakan kemeriahan makan bersama ini? Datang lah pada Idul Fitri pertama atau pada Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Tips Sukses Dapatkan Tiket Pesawat Murah

Jadi penasaran bukan menyaksikan kemeriahan 11 tradisi Lebaran tadi? #AyoLoveLife dan merayakan kemenangan Idul Fitri bersama orang kesayangan dengan berpartisipasi dalam beberapa tradisi tersebut.

Manfaatkan juga momen kemenangan ini untuk mengungkapkan terima kasih atau pernyataan sayang untuk orang-orang yang berharga dalam hidup Anda. Lebih dari sekadar kado, melalui Kado Love Life memberikan perlindungan dalam bentuk ASLI Proteksi Jiwaku yang memberikan manfaat perlindungan 5 tahun dengan manfaat Uang Pertanggungan sampai 100x lipat.




« | »
Read previous post:
restoran padang
5 Restoran Padang yang Lezatnya Bisa Bikin Anda Lupa Diri

Ada begitu banyak alasan yang membuat masakan Padang jadi salah satu yang paling populer di Indonesia. Rasanya yang kompleks dan...

Close