Simak 5 Tips Ini Agar THR Tidak Berlalu Begitu Saja

Belanja tunjangan hari raya

Tunjangan Hari Raya atau THR yang kita terima di bulan ini umumnya dipakai untuk berbelanja kebutuhan Lebaran atau bersilaturahmi dengan berkumpul bersama sanak saudara dan kolega. Hati-hati… Terkadang, di masa ini pula pengeluaran kita menjadi tidak terkendali.

Bahkan tak jarang, nafsu konsumtif membuat THR hanya lewat di depan mata. Padahal, THR sejatinya bukan hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, melainkan bisa juga digunakan untuk modal kita di masa mendatang.

Berikut ini ialah tips yang perlu Anda ketahui agar isi kantong tetap terkendali, namun kita tetap bisa menjalani silaturahmi dengan keluarga dan sahabat. Apa saja sih strateginya?

Baca juga: Tunjangan Hari Raya Belum Terlihat Hilalnya? Pelajari Dulu Fakta-faktanya!

#1 Tahan godaan promo Ramadhan

Menjelang Lebaran, beberapa supermarket dan mall sudah memulai program diskon atau promo. Karenanya, setelah mendapatkan THR, biasakan berdisiplin untuk tidak gampang tergoda promo Ramadhan dan membelinya dengan kredit, dengan asumsi akan melunasi kredit tersebut dengan THR.

Menurut ahli finansial Prita Ghozie dari ZAP Financial kepada detik.com, sebaiknya hanya gunakan 60% dari THR untuk konsumsi seputar Lebaran. Ini termasuk di antaranya pengeluaran untuk tunjangan hari raya (THR) karyawan yang bekerja untuk kita, seperti asisten rumah tangga, sopir, petugas keamanan dan kebersihan, kewajiban zakat, sumbangan kepada pihak yang membutuhkan, keperluan mudik, dan keperluan angpao untuk sanak saudara. Dengan menyisihkan tabungan dan kewajiban di awal Ramadhan, kita jadi mengetahui berapa sisa bujet yang kita miliki untuk keperluan lain seperti untuk berbuka puasa dan belanja keperluan Lebaran.

Kemudian, sisihkan sebagian THR untuk tabungan jangka panjang seperti investasi (10%), tabungan (10%) dan dana darurat (15%). Tidak masalah sesedikit apapun uang yang kita sisihkan. Yang penting, THR dan penghasilan yang merupakan hasil jerih payah kita, tidak semuanya terpakai untuk keperluan konsumsi, melainkan ada juga yang akan bermanfaat di masa mendatang. Percayalah, Anda akan melewati bulan Ramadhan dengan lebih tenang jika mengingat masa depan yang lebih terjamin.

Bagi Anda yang tinggal di Jabodetabek, Anda juga bisa menyiasati belanja hemat dengan membeli asuransi AVA iBright dan ASLI Rencana Optima dari Astra Life yang menyediakan hadiah voucher belanja hingga Rp 3 juta. Tak hanya itu. Anda juga berkesempatan memperoleh hadiah menarik dengan membeli asuransi dengan premi mulai dari Rp500.000 saja. Promo ini berlaku sejak 9 Mei hingga 31 Agustus 2016.

#2 Buat prioritas untuk pengeluaran buka bersama

Di bulan puasa, banyak kolega mengajak untuk berbuka puasa bersama. Agar pengeluaran tetap terkendali, sejak awal tentukan batas pengeluaran yang akan kita habiskan untuk buka puasa bersama. Sebagai contoh, kita hanya akan menghabiskan 10% dari gaji kita untuk buka puasa bersama. Dari situ, kita bisa mengetahui berapa banyak buka puasa bersama yang bisa kita ikuti bersama kolega di restoran atau di mall.

Oh ya, kalau tidak ikut berbuka dengan kolega di restoran atau di mall, tidak berarti kita tidak bisa ikut bersilaturahmi, lho. Dengan bantuan aplikasi digital semisal Skype atau Google Hangouts, kita juga bisa video call ketika berbuka puasa dengan kolega di tempat bahkan benua yang berbeda. Tetap seru bukan?

#3 Coba sistem potluck

Mencoba cara potluck atau setiap orang membawa makanan untuk disantap bersama-sama juga merupakan ide yang menarik. Ide ini cocok bagi kamu yang mau berbuka dengan keluarga yang lebih besar, atau kolega kantor, atau teman-teman komunitas. Kamu juga bisa pilih tempat yang pas, apakah di rumah ataupun di kantor.

Dengan cara potluck, kita bisa membeli makanan menarik sesuai dengan kemampuan kita. Menariknya, meskipun kita hanya membawa satu macam makanan, kita bisa mencicipi makanan lain yang dibawa oleh orang lain yang ikut dalam acara buka puasa tersebut. Seru dan menarik bukan? Karena membeli makanan sesuai dengan kemampuan kita, tentu saja ini memungkinkan kita untuk mengendalikan pengeluaran dan menghindakan dari boros. Silaturahmi tercapai, isi kantong pun tidak bocor.

#4 Cari promo restoran

Sebetulnya, Anda bisa juga berbuka puasa bersama rekan-rekan di restoran atau di mal. Namun, untuk menyiasati agar bujet terkendali, tidak ada salahnya mencari promo kartu kredit atau promo dari situs diskon di suatu restoran. Kemudian, berbukalah di restoran tersebut dengan membawa kartu kredit atau voucher diskon yang berlaku.

Pastikan kamu mem-booking restoran tersebut sebelum datang agar kamu dan rekan-rekan kebagian tempat dan dapat berbuka puasa tepat pada waktunya. Untuk kenyamanan bersama, tak ada salahnya juga untuk menginformasikan waktu yang kamu perlukan untuk menggelar buka puasa di tempat tersebut. Misalnya, waktu yang diperlukan untuk buka puasa dan silaturahmi adalah tiga jam. Dengan menginformasikan hal tersebut kepada pihak restoran, kamu dan rekan-rekan tidak akan dipersilakan untuk beranjak sebelum acara selesai.

Karena menggunakan promo, tentu saja kita membayar lebih hemat daripada harga aslinya. Tetapi, pastikan Anda membayar kartu kredit tepat waktu untuk menghindari bunga kartu kredit.

#5 Belanja di gerai promo, diskon, atau online shop

Jika kita masih memiliki sisa uang THR setelah menyisihkan kewajiban dan biaya berbuka puasa, boleh saja membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhan Lebaran. Namun, sekali lagi jangan lupa batasilah uang belanja tersebut, misalnya maksimal 10% dari jumlah THR. Kemudian, utamakan berbelanja di gerai yang menyajikan diskon atau promo. Atau untuk keperluan bingkisan makanan, beli di toko rabat, yang memberikan harga lebih miring untuk pembelian dalam jumlah besar.

Tak ada salahnya mengajak keluarga untuk berbelanja bersama agar kita bisa membeli dalam jumlah yang lebih besar, sehingga potongan harga yang diperoleh juga lebih terasa. Hal ini biasanya berlaku ketika membeli barang di pasar yang dijual secara kodi atau lusin, seperti Tanah Abang. Pasar ini memberikan pilihan yang menggiurkan jika Anda berencana membeli peci, baju koko, mukena, atau sajadah untuk diberikan sebagai hadiah kepada teman, kolega, atau mereka yang bekerja untuk Anda.

Jangan lupa juga untuk melirik toko-toko online yang biasanya berani menjual barang dengan harga murah. Sekali lagi, pakai juga jurus andalan menggunakan promo kartu kredit atau voucher dari situs diskon.

Baca juga: Tips dan Trik Cermat Belanja dengan Siasat Diskon

Memakai pakaian, sepatu, dan aksesori Lebaran tahun-tahun lalu yang masih layak pakai juga bisa menghemat pengeluaran. Kita juga bisa menyiasati pakaian Lebaran lama dengan memodifikasinya atau memadu-padankannya agar tampak baru.

Di luar kehebohan kita mempersiapkan Lebaran, ingatlah yang paling bermakna dari hari yang Fitri ialah kemenangan kita melawan hawa nafsu selama sebulan penuh. Bukan hal-hal fisik. Dan jangan lupa, mulailah alihkan THR sebagai modal untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang seperti misalnya memiliki asuransi yang preminya dibayar tahunan.

Itu dia strategi mengendalikan pengeluaran selama bulan puasa. Pastikan kamu melewati bulan penuh rahmat ini dengan senang. Pengeluaran aman terkendali, tanpa membuat kantong bolong. Selamat mencoba!




« | »
Read previous post:
heni_jaladara
Heni Sri Sundani, Kisah Mantan TKW yang Menuai Berkah Lewat Sedekah Ilmu

Belum lama ini majalah Forbes merilis daftar anak muda berpengaruh di Asia. Salah satu dari 30 nama itu adalah Heni...

Close