THR Sudah di Tangan, Apa yang Harus Diprioritaskan?

thr

Dua minggu sebelum hari raya Idul Fitri, biasanya tunjangan hari raya (THR) sudah ada di tangan. Umumnya, karyawan menerima THR sebesar satu bulan gaji. Tampak besar ya? Namun, jika tidak pandai-pandai mengelolanya, THR yang jumlahnya wah itu bisa habis dalam sekejap, lho. Maka, kenali hal apa saja yang perlu diprioritaskan dalam menggunakan THR.

Baca juga: Tunjangan Hari Raya Belum Terlihat Hilalnya? Yuk, Pelajari Dulu Fakta-faktanya!

1. Bayar gaji karyawan

Sebagian dari Anda mungkin sudah memiliki karyawan seperti asisten rumah tangga (ART), baby sitter, atau pengemudi. Jangan lupa bahwa mereka juga akan berlebaran, sama seperti Anda. Artinya, mereka juga perlu THR. Sebelum dana THR Anda digunakan untuk keperluan lain-lain, jangan menunda-nunda membayar THR karyawan yang bekerja untuk Anda. Maklum, karyawan biasanya hanya memiliki penghasilan dari gaji. Dengan membayar THR mereka tepat waktu, itu sama artinya memberikan mereka keleluasaan mempersiapkan hari raya secara optimal.

2. Sisihkan untuk zakat dan kurban

Dahulukan THR untuk membayar zakat atau sedekah yang memang harus disisihkan setiap hari raya. Zakat yang dibayar menjelang Idul Fitri ialah zakat Fitrah. Besaran zakat Fitrah ialah setara dengan 2,5 x harga makanan pokok per kilogram atau 3,5 x harga makanan pokok per liter di tempat tinggal Anda. Contohnya, jika harga beras Rp10.000 per kilogram, maka besar zakat Fitrah yang harus dibayarkan adalah setara dengan 2,5 x Rp 10.000 = Rp 25.000.

Baca juga: Cara Tepat Menghitung Zakat: Sudahkan Anda Menunaikan Kewajiban Anda?

Selain zakat Fitrah, THR juga bisa Anda gunakan untuk membayar kekurangan zakat mal dan zakat penghasilan yang idealnya dibayar setiap bulan. Jangan lupa pula untuk menyisihkan sebagian dana THR untuk kurban yang harus dibayarkan beberapa bulan mendatang. Bujet untuk kurban ini harus dialokasikan sekarang mengingat ketika Idul Adha tiba, kita tidak lagi memiliki dana lebih yang berasal dari bonus.

3. Sisihkan untuk tabungan 

Jika ada uang lebih, jangan lupa untuk disiplin menabung di saham, reksa dana, tabungan berjangka, deposito, atau instrumen investasi lainnya yang Anda siapkan untuk tujuan dana pensiun, dana pendidikan anak, dana berlibur, atau sekadar dana darurat. Jangan biarkan kelebihan dana yang Anda miliki menjelang hari raya ini habis hanya untuk kebutuhan konsumtif belaka.

4. Anggarkan kebutuhan mudik

Jika tiga pos di atas sudah aman, Anda kemudian bisa berhitung kebutuhan mudik. Pos biaya yang termasuk dalam anggaran mudik ialah, biaya transportasi, biaya makan selama di jalan dan di kota tujuan, biaya akomodasi, biaya rekreasi, dan angpao untuk sanak saudara.

Jika misalnya THR terasa berat untuk mudik, Anda bisa juga kok menunda mudik setiap tahun menjadi dua tahun sekali. Atau, Anda juga bisa berpatungan dengan saudara kandung untuk mendatangkan orangtua yang di kampung, ke kota tempat Anda dan saudara-saudara Anda tinggal. Mendatangkan dua orangtua tentu biayanya lebih sedikit ketimbang biaya mudik lebih banyak anggota keluarga.

5. Belanja

Jika keempat kebutuhan di atas sudah terpenuhi, baru deh Anda boleh menikmati sisa THR untuk belanja seperti misalnya belanja pakaian dan aksesoris baru, belanja parsel Lebaran untuk kolega atau saudara, serta belanja oleh-oleh sepulang Lebaran.

Untuk menghindari nafsu belanja yang timbul tiba-tiba, usahakanlah menyusun daftar belanja selama bulan puasa dan Idul Fitri. Pastikan barang-barang yang akan dibeli merupakan barang yang dibutuhkan.

Selain menyisihkan THR untuk keperluan di atas, hindari menggunakannya untuk hal-hal seperti:

Membayar tagihan kartu kredit. Usahakan membayar tagihan kartu kredit dari gaji bulanan Anda dan bukan dari THR. Sebab, pengeluaran dengan menggunakan kartu kredit yang dilakukan sebulan sebelumnya diasumsikan bukan untuk kebutuhan Lebaran, melainkan untuk kebutuhan bulanan. Jadi, kita sebaiknya menggunakan gaji bulanan untuk membayar kebutuhan bulanan,

Bujet berbuka puasa. Logikanya, makan ialah kebutuhan lazim yang Anda hadapi baik di bulan biasa maupun di bulan puasa. Sehingga, seharusnya Anda juga mengalokasikan sebagian dari gaji bulanan Anda untuk belanja makan. Usahakan bujet makan Anda selama bulan puasa tidak berbeda jauh dari bujet makan Anda di bulan-bulan lainnya. Kalaupun terjadi inflasi selama bulan Ramadan, usahakan kenaikan belanja makan Anda tidak melebihi inflasi tersebut agar pengeluaran tetap terjaga.

Pengeluaran selama Lebaran jangan sampai bikin Anda bangkrut setelahnya. Karena itu, usahakan agar Anda tidak menutup pengeluaran Lebaran dengan utang. Selain itu, Anda harus disiplin dengan anggaran yang Anda buat agar tidak ada pos biaya yang bengkak dan terpaksa harus mengambil uang dari pos dana darurat. Cara selanjutnya untuk menghindari pengeluaran yang berlebihan selama Lebaran ialah dengan tidak membawa uang tunai dengan berlebihan. Cara ini juga terbukti aman dalam melakukan perjalanan jauh.

Baca juga: Simak 5 Tips Ini Agar THR Tidak Berlalu Begitu Saja

Dengan mengetahui prioritas di atas, semoga THR Anda bisa awet.#AyoLoveLife dengan bijak menggunakan THR.




« | »
Read previous post:
asuransi keluarga
Ini Untungnya Memilih Asuransi Jiwa Keluarga yang Mudah Prosesnya

Proses yang rumit dan lama kadang membuat orang enggan untuk membeli asuransi jiwa untuk keluarga. Maklum, membeli produk asuransi jiwa...

Close