Termasuk Karakter Apakah Anda dalam Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak?

asuransi pendidikan

Dunia pendidikan anak berkembang demikian pesatnya. Generasi millennial yang sudah menjadi orangtua barangkali merasakan hal ini ketika hendak memilih sekolah untuk anak-anak mereka.

Ya, mau tak mau, kita akan membandingkannya dengan pendidikan yang kita enyam dahulu. Sebagian dari kita tidak mengalami pendidikan prasekolah. Bahkan, melewati pendidikan TK pun bukanlah hal yang tabu. Sekolah negeri favorit pun masih memiliki gengsi, seperti halnya sekolah swasta. Pun dunia perkuliahan, masih didominasi universitas negeri, walaupun universitas luar negeri maupun swasta jelas tak kalah pamor.

Baca Juga: Memilih Kurikulum Sekolah Terbaik untuk Buah Hati

Ragam macam alur dan latar belakang pendidikan yang pernah ditempuh ini, membentuk mindset orangtua dalam menentukan jalur pendidikan anak-anak mereka. Banyak yang menganggap sistem pendidikan dahulu; Duduk-Dengar-Catat-Hapal sudah tidak berlaku. Apalagi kebanyakan orangtua saat ini juga meniti karier di luar rumah. Alasan inilah yang membuat sebagian besar orangtua menganggap proses memilih sekolah atau sistem pendidikan untuk si kecil merupakan saat yang krusial. Tak hanya dari segi ilmu, sekolah dianggap sebagai lembaga yang dapat membantu membentuk kepribadian anak.

Dengan latar belakang tersebut, kebanyakan orangtua sudah menentukan target pendidikan untuk anaknya. Kami membaginya dalam tiga tipe, yakni:

  • Tipe Agresif: Anda ingin anak kuliah ke luar negeri dan melanjutkan sekolah berkurikulum internasional.
  • Tipe Moderat: Anda ingin anak kuliah ke universitas negeri tapi mempersiapkan dana untuk kuliah di universitas swasta bertaraf internasional dan sekolah di nasional plus.
  • Tipe Konservatif: Anda ingin anak mengenyam pendidikan di sekolah negeri ternama dan universitas negeri ternama.

Dengan kebutuhan yang berbeda, target pembiayaan pendidikan yang harus dicapai pun berbeda-beda.

Memenuhi biaya pendidikan sesuai kebutuhan

Sebagai ilustrasi biaya sekolah untuk Tipe Agresif, bisa dimulai dari memperhitungkan biaya TK. Jika saat ini biaya TK sebesar Rp 1 juta per bulan, dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan 15% per tahun maka dalam 5 tahun ke depan biayanya akan menjadi Rp 6,7 juta per bulan di tahun pertama dan Rp 7,7 juta per bulan di tahun kedua (TK ditempuh dua tahun).Lalu sebagai gambaran untuk SD bertaraf internasional, misalnya High Scope di TB Simatupang, Cilandak. Sekolah ini uang pangkalnya Rp 65 juta dengan biaya per bulan Rp 4,75 juta atau Rp 57 juta per tahun. Jika ditotal, maka biaya per tahun di tahun pertama saja adalah Rp 122 juta.

penuhi biaya pendidikan anak dengan strategi yang tepat
Atur strategi penuhi biaya pendidikan sesuai target.

Katakanlah anak Anda akan masuk SD enam tahun lagi, maka Anda akan butuh berapa di 2022? Jika dikalikan biaya inflasi, lama anak akan masuk SD serta biaya SD, maka Anda membutuhkan kurang lebih 1 miliar di 2022.

Jika Anda memilih tabungan pendidikan untuk menginvestasikan uang Anda, salah besar. Rata-rata tabungan pendidikan memberikan bunga antara 4%-5,5% per tahun. Sebab jika dibandingkan dengan inflasi rata-rata tahunan sekitar 5%, bunga tabungan tipis bedanya. Jika di bawah 5%, sudah pasti nilai tabungan tergerus inflasi.

Sementara itu, jika memilih instrumen reksa dana pendapatan tetap dengan return historis bulanan selama sepuluh tahun terakhir berdasarkan Infovesta Fixed Income Index adalah 7.95% pertahun, maka hasilnya akan lebih baik.

Jika Anda menginginkan anak kuliah di luar negeri, biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar. Untuk biaya kuliah perguruan tinggi swasta di Italia, misalnya, mencapai Rp 250 juta per tahun (Hotcourses Indonesia). Jika dalam 18 tahun anak Anda akan berkuliah, maka Anda akan membutuhkan dana Rp 5,1 miliar.

Bagaimana dengan Tipe Moderat dan Konservatif? Tentunya biaya yang ditaksir untuk pendidikan anak lebih rendah dibanding biaya pendidikan Tipe Agresif. Sehingga, dana yang dialokasikan untuk investasi di reksa dana dan di asuransi pendidikan tidak setinggi biaya orang tua Tipe Konservatif.

Di Tipe Moderat, misal untuk biaya kuliah di Universitas Indonesia, biayanya mencapai Rp 150 juta per tahun. Anda dalam 18 tahun akan memasukkan anak ke UI, maka akan butuh biaya FV = (I + 15 %) 18 x PV, atau (1.15 %) 18 x Rp 150 juta = Rp 1,8 miliar.

Baca juga: Kiat Memilih Asuransi Pendidikan Terbaik untuk Anak

Angka tersebut dapat dicapai dengan investasi dengan return moderat. Untuk tujuan ini, orangtua dapat mengalokasikan 60% dana investasi pada instrumen obligasi (ORI dan Sukuk), reksadana pendapatan tetap atau reksadana pendapatan terproteksi dan 40% sisanya di saham atau reksa dana saham. Sementara alokasi aset dapat dilakukan dengan memperhitungkan rasio 7:1:2 antara deposito, obligasi, dan saham.

Sementara untuk Tipe Konservatif, investasi dengan profil risiko rendah seperti ORI, Sukuk, Reksadana pendapatan tetap, merupakan pilihan yang sesuai kebutuhan pendidikan anak Anda. Investasi tersebut memberikan keuntungan yang lebih pasti dan cenderung aman.

Anda disarankan untuk mengalokasikan 80% dana investasi para instrumen pendapatan tetap dan pasar uang, serta reksadana dengan profil risiko rendah seperti reksadana pendapatan tetap dan reksadana pendapatan terproteksi. Nah, sisa 20% dana dapat dialokasikan pada investasi dengan profil risiko tinggi seperti saham atau reksadana saham.

Melindungi segala kemungkinan

Untuk semua tipe orangtua, satu hal yang harus disadari adalah semakin dini Anda mempersiapkannya, maka bebannya pun akan semakin ringan. Asuransi jiwa terkait investasi bisa menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan sang buah hati. Mengapa?

Menurut hasil riset Nielsen Indonesia terhadap 886 responden di tahun 2015, 89% responden berpendapat asuransi jiwa memberi manfaat perlindungan bagi orang tua. Lalu 69% responden ingin memiliki perlindungan anak, 66% responden ingin menabung secara teratur, dan 61% menginginkan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi.

Dengan asuransi unit link, keinginan-keinginan orang tua tersebut dapat terpenuhi.

Asuransi apa yang bisa dipilih?

Jika Anda sedang mencari produk asuransi pendidikan yang baik, coba tengok ASLI Rencana Optima serta AVA iBright Protector dari Astra Life. Produk ini memiliki manfaat “Terminal Illness dan Meninggal Dunia”, serta manfaat Loyalty Bonus pada akhir tahun ke-10 dengan investasi mulai dari Rp300.000/bulan.

Dengan manfaat tambahan (riders) berupa adanya pembebasan premi dasar dan berkala karena pihak penanggung meninggal dunia, cacat total dan cacat tetap, asuransi ini memberikan kepastian masa depan cerah bagi anak-anak Anda.

Sehingga, tak ada yang dapat mencegah mereka untuk menggapai mimpi dengan mengenyam pendidikan yang dicita-citakan, bukan?




« | »
Read previous post:
18230965_L
Berminat Jadi Freelancer? Baca Ini Dulu!

Jika Anda berprofesi sebagai seorang freelancer, alias pekerja lepasan, Anda pasti tahu betapa berbedanya image seorang freelance saat ini, terutama...

Close