Sembuhkan Luka Hati dengan Memaafkan

forgiveness1

Siapa yang yang tidak pernah sakit hati? Biasanya sakit hati muncul ketika terjadi pergesekan perkataan, perbuatan maupun perilaku dalam kehidupan sosial sehari-hari. Sakit hati bisa berakhir menjadi luka jika dibiarkan saja. Tentunya Anda ingin luka ini sembuh, tapi apa obat utamanya?

Memaafkan adalah obat paling manjur untuk berbagai jenis sakit hati seperti kecewa dan marah. Meski tidak mudah dilakukan, memaafkan memberi banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Hasil penelitian dalam Journal of Biobehavioural Medicine Universitas California, San Diego, AS, menyebutkan bahwa memaafkan mampu menurunkan tekanan darah. Efek jangka panjangnya adalah Anda meminimalisir resiko terkena penyakit hipertensi, serangan jantung dan stroke.

Masih menurut penelitian tersebut, memaafkan dengan tulus bisa menjauhkan Anda dari stres tingkat tinggi. Menyenangkan tentunya jika Anda minim stres, karena stres hanya akan membuat otot-otot tubuh tegang. Kondisi ini memicu anda menjadi mudah cemas dan khawatir. Sayangnya stres sering tidak disadari bagi yang mengalaminya. Perhatikan lebih jeli, kondisi stres dapat ditunjukkan dengan kondisi keringat berlebih, insomnia, dan mudahnya Anda terkena penyakit.

“Memaafkan bisa menurunkan reaktivitas stres, bahkan melindungi tubuh dari dampak stres tersebut,” tulis para peneliti dalam Journal of Biobehavioural Medicine.

Baca juga: Bebaskan Diri dari Stres dengan Terapi Terapi Tertawa

Seperti pepatah mengatakan, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ketika memaafkan mampu membuat raga sehat, maka jiwa Anda menjadi lebih tenang. Anda bisa berkegiatan dan bersosialisasi tanpa beban. Tak ayal, hormon bahagia terus bertumbuh sehingga Anda dapat menikmati manisnya hidup.

Benarkah memaafkan hanya bermanfaat bagi fisik Anda?  Tentu tidak. Berbagai manfaat lainnya akan Anda rasakan setelah bisa memaafkan dengan tulus. Misalnya saja relasi yang terjalin dengan orang lain menjadi lebih baik. Bahkan Anda bisa memperbaiki sebuah hubungan yang kacau. Pasalnya, Anda menjalani relasi tersebut dengan prasangka positif serta mengutamakan kedamaian.

Tidak dipungkiri tindakan memaafkan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sejatinya tindakan ini bukan sifat bawaan manusia dari lahir. Psikolog Anne Lamott mendefinisikan memaafkan adalah tindakan yang disengaja untuk melepaskan penderitaan di masa lalu akibat orang lain maupun diri sendiri untuk memulai masa depan yang lebih baik dengan mengandalkan kedamaian. Masalahnya yang mungkin terjadi adalah Anda dapat memaafkan secara lisan, namun tidak di hati.

Meski terkesan sulit, Anda bisa melatih kemampuan memaafkan. Awali dengan memandang sifat memaafkan sebagai bagian dari diri Anda, bukan pemberian yang layak dapat imbalan. Ungkapkan secara lisan maupun tulisan semua ganjalan di hati Anda terhadap diri sendiri atau terhadap orang lain. Setelahnya niatkan bahwa proses memaafkan dilakukan untuk ketenangan diri sendiri sehingga Anda dapat merasa lega.

Terus berpikir positif setelah memaafkan. Tindakan ini menjadi sebuah harga diri bagi Anda yang mampu mengontrol dan mengolah emosi. Lupakan siapa yang salah dan siapa yang salah menjadi hal penting dalam proses memaafkan. Anda maupun orang lain bukan lah manusia yang sempurna. Dengan memaafkan, Anda justru bisa belajar untuk menjadi orang yang lebih baik tanpa mengulangi kesalahan yang sama. Setelah bisa memaafkan dengan ikhlas, saatnya Anda menikmati hidup lebih damai dan bahagia.

Baca juga: Bagaimana Cara Bangkit Setelah Perceraian




« | »
Read previous post:
nadiem-makariem
Nadiem Makarim, Frustasi yang Berujung Kesuksesan

Rasanya tak mungkin tinggal di Jakarta tanpa bertemu dengan musuh bebuyutan yang satu ini: kemacetan. Karena kerap mengurangi waktu produktif...

Close