Pimpi Syarley, Sebarkan Semangat Berkarya Lewat SawoKecik

Pimpi3ok

Awalnya Pimpi Syarley Naomi hanya iseng. Kotak susu bekas yang menumpuk di rumahnya ia utak-atik menjadi sebuah kotak mungil yang unik. Kebetulan keluarga Pimpi adalah pengkonsumsi susu kemasan. Jadi, bahan baku untuk kreasi yang dihasilkan wanita berusia 37 tahun tersebut tidak sulit didapat. Ternyata karya tangan jebolan Institut Kesenian Jakarta tersebut diminati teman-teman dekatnya. Istri Rangga Kusmalendra ini lalu mencoba menjual karya-karyanya ke masyarakat umum. Dia memanfaatkan media sosial sebagai wadah promosi dan etalase produk. Kerajinan yang dipasarkan pun berkembang. Dari awalnya sekadar produk kotak koin mungil yang dilapisi kain, kini kreasinya beragam. Dari penutup komputer mungil alias notebook, tempat paspor, hingga dompet.

Produk-produk SawoKecik kini selalu dinantikan para penggemarnya. Tak jarang, produknya habis dalam hitungan beberapa jam setelah diunggah di media sosial. Pimpi menyebut proses jual tersebut sebagai masa panen. Tak berhenti sampai di situ, ia pun kerap didapuk membuat pelatihan di beberapa tempat. Lagi-lagi, kursi workshopcepat habis terbeli. Lewat ajang ini Pimpi ingin berbagi semangat untuk berkreasi.

Tim ilovelife berupaya menggali mimpi dan ketertarikan Pimpi. Berikut ini wawancaranya:

Bisa cerita sejarah SawoKecik?

SawoKecik adalah sebuah usaha kecil rumahan yang saya mulai pada 2009. Membuat sebuah usaha sendiri atau berwiraswasta adalah cita-cita saya. Saya ingin mengaplikasikan dan mengembangkan hobi, bakat, dan ilmu yang saya miliki di bidang kriya. Kala itu status saya masih bekerja di sebuah production house. Sambil bekerja di kantor saya nyambi mengerjakan pesanan SawoKecik sepulang bekerja. Saya memulainya dari blog dan Facebook. Kemudian pesanan juga didapat dari teman ke teman. Atas izin suami, saya resign dari kantor setelah 8 tahun bekerja di PH tersebut. Saya pun fokus di SawoKecik sejak 2011.

Kenapa memilih nama SawoKecik?

Ketika memutuskan untuk memulai usaha ini, saya masih belum tahu nama brand yang akan dipakai. Pada suatu hari saya sedang berjalan-jalan di kota Solo dan mengunjungi Keraton Solo. Di halaman Keraton Solo banyak ditanam pohon-pohon sejenis yang tinggi sekali dan ternyata juga banyak ditanam di halaman Keraton Jogja. Saat itu saya tidak tahu nama pohon ini. Saya penasaran lalu browsing. Ternyata pohon itu bernama Sawo Kecik.

Baca Juga: Modal Rp100 Ribu + Kreativitas Tinggi + Dukungan Suami = Rejeki

Menurut filosofi orang Jawa, Sawo Kecik adalah pohon pelindung yang banyak memberikan manfaat dan kebaikan. Bahkan suka diartikan menjadi Sarwo Becik yang artinya Serba Baik. Nah, saya ingin SawoKecik memberikan banyak manfaat dan kebaikan buat orang. Saya juga ingin usaha saya ini nantinya memberikan perlindungan buat saya dan keluarga serta para Petani SawoKecik (perajin yang membantu Pimpi membuat kriya, Red). Karena saya percaya nama adalah doa.

Awalnya mengolah produk dari bahan baku katun dan flanel. Kenapa beralih ke kotak susu?

Dulu saya ingin sekali jadi aktivis lingkungan, hehe. Seiring berjalannya usaha SawoKecik, saya merasa resah akan ketidakpedulian warga yang kerap membuang sampah tidak pada tempatnya. SawoKecik pun mulai membuat varian karya dari limbah kotak susu. Kenapa kotak susu? Susu banyak dikonsumsi oleh warga dan limbahnya terbuang begitu saja. Kami ingin mengajak masyarakat lebih sadar akan pemanfaatan limbah yang ada di sekitar rumah dulu. Kotak susu jenis yang kami pakai tidak laku jika dijual ke pengepul dan akhirnya akan dibakar.

sawokecik_produk
Sumber: IG @sawokecikcraft

Setelah melakukan uji coba berkali-kali, kami menemukan bahwa kotak susu ini sangat baik dan bisa dijadikan banyak macam karya yang bermanfaat dan bernilai jual. Dan ternyata banyak yang suka dan membeli hasil karya dari limbah kotak susu yang kami buat. Karya SawoKecik yang terbuat dari limbah ini menjadi sebuah kampanye kecil-kecilan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengolah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

Apa kepuasan yang Anda raih ketika menjalankan hobi dan bisnis ini?

Sebagai seorang seniman, bekerja secara individu, bebas bereksplorasi dan berekspresi. Saya sangat menikmati proses ini. Terlebih, ketika apa yang telah kami buat dengan hati yang senang ini kemudian diapresiasi orang lain. Itulah berkah dari sebuah kerja keras.

Adakah tantangan atau kesulitan ketika membesarkan bisnis SawoKecik?

Ketika permintaan produk semakin banyak sementara sumber daya manusia sulit untuk didapat. Jadi kami harus pandai-pandai mengatur waktu produksi agar pesanan tetap bisa kami penuhi dengan kualitas yang tetap terjaga. Mencari orang yang bisa membuat kerajinan dari kotak susu juga sulit, karena hal ini bukan keterampilan yang biasa dimiliki. Beda halnya dengan menjahit misalnya. Sehingga pada awalnya kami harus mengajarkan perajin untuk membuat produk-produk kami. Selain membantu mereka menjaga kualitas, kami pun harus membuat mereka terbiasa dengan produksi yang dibatasi waktu. Apalagi untuk produk pesanan, jelas harus tepat waktu.

Bagaimana menghadapi para plagiat yang memproduksi barang-barang yang mirip dengan SawoKecik?

Karena saat ini dunia serba digital dan kami memasarkan hasil karya secara online, kemungkinan ada orang meniru hasil karya SawoKecik memang tidak dapat dihindari. Meski kami mengklaim bahwa ini adalah karyasignature SawoKecik, yang ingin meniru tetap saja ada. Kami tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Kami terus maju berkreasi dan berinovasi membuat hasil-hasil karya yang baru.

Saat ini berapa total jenis produk SawoKecik? Dipasarkan ke mana saja?

Total hasil karya SawoKecik sekitar 20-an varian. Kami memasarkannya secara online di webstore kami. Kami menggunakan Facebook dan Instagram sebagai media promosi. Kami juga terkadang mengikuti bazar-bazar. Dan saat ini kami baru akan memasarkan hasil karya SawoKecik di beberapa marketplace khusus craft di Jakarta dan Singapura.

Sumber: IG @sawokecikcraft
Sumber: IG @sawokecikcraft

Apakah SawoKecik telah membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain?

Alhamdulillah kami sudah memiliki tiga karyawan tetap yang kami sebut dengan Petani SawoKecik dan beberapa karyawan lepas waktu.

Dan karena SawoKecik sering mengadakan pelatihan mengolah limbah yang kami sebut dengan SebarVirus, beberapa ibu-ibu peserta pelatihan telah menjual hasil karya pelatihan mereka.

Selain kerajinan tangan, adakah hobi lain yang Anda minati?

Saya suka mempelajari bahasa baru. Saat ini saya sedang belajar bahasa Jepang secara otodidak. Saya selalu meluangkan waktu saya selama 2 jam setiap harinya untuk belajar.

Apa arti mencintai kehidupan bagi Anda?

Mencintai kehidupan bagi saya adalah mencintai diri kita sendiri dan keluarga, mencintai sesama, mencintai semua ciptaan Tuhan termasuk lingkungan kita. Selain itu banyak bersyukur, mencintai apa yang saya kerjakan, berbagi kepada sesama, dan menjaga kelestarian lingkungan adalah bentuk mencintai kehidupan.

Apa mimpi Anda yang belum tercapai dan bagaimana mencapainya?

Saya senang sekali dengan negara Jepang. Dari dulu saya banyak referensi buku-buku craft Jepang. Dari situ saya mulai tertarik. Kenapa orang-orang Jepang suka buat craft sendiri. Di sana juga banyak tas buat anak yang mereka bikin sendiri. Karena itu, banyak hasil karya SawoKecik terinspirasi dari Jepang. Mimpi saya adalah bisa berkarya atau memamerkan karya saya di Jepang. Tapi bukan berarti saya tidak cinta Indonesia ya.

Saat ini saya terus aktif berkarya membuat hasil karya baru, agar track record saya bagus terus. Selain itu juga mencoba berkomunikasi serta menjalin koneksi dengan orang-orang yang mungkin bisa membantu mencapai apa yang saya cita-citakan.

Berawal dari hobinya membuat kerajinan tangan, Pimpi mampu mengolah sampah menjadi sesuatu yang berharga. Bahkan dia bisa membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain. Bagaimana dengan Anda?




Read previous post:
bambugila1
Empat Upacara Adat Ekstrem yang Cuma Ada di Indonesia

Indonesia yang terdiri lebih dari 30 provinsi memiliki beragam budaya yang tentunya bisa menjadi wisata edukatif. Dari Ritual Mayat Berjalan...

Close