Saatnya Memberikan Asuransi Jiwa sebagai Tanda Cinta pada Hidup

Pernahkan Anda bercita-cita untuk membeli suatu aset seperti mobil atau rumah? Ketika Anda memperoleh aset yang Anda idam-idamkan, tentu Anda memproteksinya dengan asuransi bukan? Proteksi ini berguna agar aset yang Anda perjuangkan tidak lenyap di masa mendatang. Nah, bagaimana dengan hidup kita yang jauh lebih berharga dari aset yang kita miliki? Sudahkan kita memproteksi hidup dengan asuransi jiwa?

Pada tahun 1969, astronot Neil Armstrong telah menyadari betapa pentingnya memproteksi diri sebelum ia berangkat ke bulan dengan menggunakan pesawat luar angkasa Apollo 11. Sebelum menjalankan misinya, ia mencari asuransi jiwa yang dapat memberikan perlindungan bagi keluarganya jika perjalanannya ke bulan gagal. Sayang, tak ada perusahaan asuransi yang mau memberikan Neil asuransi jiwa mengingat kemungkinan gagal yang besar. Alhasil, Neil menandatangani banyak kartu pos agar istrinya dapat menjual kartu pos tersebut jika kelak ia tak kembali dari bulan. Namun, kondisi yang dihadapi Neil berbeda dengan hari ini, ketika masyarakat disajikan banyak pilihan produk asuransi jiwa.

Sayangnya, nilai penting asuransi jiwa tidak berbanding lurus dengan tingkat kesadaran masyarakat untuk memilikinya. Ada orang yang merasa tidak butuh asuransi jiwa karena ‘ogi’ alias ogah rugi. Atau, ada juga orang yang cenderung tidak peduli akan hal-hal yang belum benar-benar terjadi.

Andreas Freddy Pieloor, perencana keuangan MoneynLove mengatakan, asuransi jiwa murni tak ubahnya tanda cinta yang disiapkan atau warisan yang disiapkan kepada keluarga yang ditinggalkan. Asuransi jiwa murni adalah asuransi yang menyediakan manfaat ketika seseorang tutup usia atau tidak dapat bekerja akibat kecelakaan atau sakit keras. Asuransi jiwa murni juga tidak terhubung dengan produk investasi sehingga produk ini hanya menyediakan uang pertanggungan ketika terjadi risiko meninggal dunia dan tidak menyediakan nilai dana yang terbentuk dari imbal hasil investasi. Ini merupakan kebalikan dari asuransi jiwa unit link yang terhubung dengan produk investasi sehingga produk ini menyediakan uang pertanggungan dan imbal dana hasil investasi.

Baca juga: Mengenali Asuransi yang Tidak Hanya Baik, Tapi Juga Benar

Berikut adalah beberapa alasan seseorang perlu memenuhi kebutuhan dasar dengan mengikuti asuransi jiwa murni, menurut penulis. Dengan bekal informasi yang benar, Anda dapat mempermudah proses pengambilan keputusan dan memilih langkah yang tepat untuk Anda dan keluarga.

1. Bila seseorang bergantung secara finansial kepada Anda

Freddy menjelaskan, kategori orang pertama yang perlu memproteksi diri dengan asuransi jiwa primer ialah mereka yang menjadi sumber pendapatan dan menanggung kehidupan keluarga. Pendapatan ini bisa saja dari sektor formal maupun informal. Yang termasuk kategori orang ini bisa ayah, bisa juga ibu. Seorang pencari nafkah perlu memproteksi diri dengan asuransi jiwa untuk menghindari kehidupan yang tidak layak, tidak memadai, dan menurun akibat meninggalnya si pencari nafkah. Asuransi ini akan memberikan uang pertanggungan (UP) yang dapat menggantikan penghasilan sang pencari nafkah setelah ia tidak dapat mencari nafkah lagi akibat cacat tetap, cacat total, dan tutup usia.

Baca juga: Halo Para Ayah, Jangan Lupa Siapkan 6 Investasi Berikut

2. Anda memiliki utang

Kategori kedua orang yang perlu mengakses asuransi ini adalah mereka yang memiliki utang besar dalam jangka waktu yang panjang. Risiko lebih besar lagi jika utang ini beragunkan aset yang dijadikan tempat tinggal atau tempat usaha oleh keluarga. Asuransi jiwa bagi mereka yang berutang akan memberikan UP berupa pembayaran sisa utang. Praktis, ini menghindarkan aset agunan seseorang disita oleh bank setelah ia wafat. “Asuransi jiwa bagi mereka yang berutang juga bermanfaat agar kehidupan keluarga tidak terbengkalai akibat pencari nafkah meninggal,” kata Freddy.

3. Kematian tidak memandang usia

Kita harus optimistis akan berumur panjang dan sehat. Dengan begitu, kita akan tetap semangat menjalani aktivitas kita setiap hari. Pun begitu, kita tak dapat memungkiri bahwa tak ada seorang pun yang dapat memprediksi usia. Dengan kata lain, setiap orang yang telah berpenghasilan serta memenuhi dua kategori di atas, perlu memproteksi diri dengan asuransi jenis ini, tanpa memandang berapa pun usianya. Bahkan, seseorang yang mendekati usia pensiun atau memasuki usia pensiun, selama ia produktif dan mendatangkan penghasilan bagi keluarga, maka ia perlu mengikutkan diri dalam asuransi jiwa. Penghasilan ini juga tidak memandang apakah jumlahnya material atau non-material. Selama ia berkontribusi terhadap kelangsungan hidup keluarga, maka seseorang perlu mengikuti asuransi jiwa murni.

Baca juga: Kematian Mendadak, Benarkah Sebab Alarm Tubuh Tidak Diacuhkan?

a

4. Tersedia dalam pilihan premi terjangkau

Siapa bilang asuransi jiwa murni mahal? Sesuai dengan namanya, asuransi jenis ini tidak terkait dengan portofolio investasi. Alhasil, premi yang ditawarkan oleh asuransi jenis ini pun relatif lebih terjangkau ketimbang perlindungan jiwa unit link. Tawaran premi yang terjangkau ini membuat setiap lapisan masyarakat dapat mengikuti perlindungan jiwa murni, baik mereka yang baru bekerja maupun mereka yang telah matang secara finansial.

5. Tersedia dalam pilihan term life dan whole life

Seseorang juga dapat memilih antara asuransi jiwa berjangka (term life) atau seumur hidup (whole life). Apa bedanya? Asuransi jiwa term life umumnya menawarkan proteksi dalam jangka waktu tertentu, umumnya 1 hingga 20 tahun. Masa pertanggungan yang terbatas jelas memengaruhi nilai premi. Semakin panjang masa pertanggungan, makin mahal preminya, seiring dengan meningkatnya risiko. Kemudian, asuransi jenis ini umumnya hanya memberikan manfaat ketika tertanggung meninggal dunia dan tidak memberikan nilai tunai.

Berbeda halnya dengan asuransi whole life yang menyediakan masa pertanggungan hingga maksimal 100 tahun. Premi asuransi jenis ini juga tidak hangus, melainkan akan dikembalikan beserta UP jika dalam periode pertanggungan tersebut tidak ada klaim. Dan jika tidak ada klaim meninggal dunia, maka 100% Uang Pertanggungan akan dikembalikan.

6. Pilih asuransi jiwa murni berdasarkan UP yang memenuhi kebutuhan

Dalam mengikuti asuransi jiwa murni, besaran UP harus menjadi pertimbangan utama. “Hal yang perlu dikalkulasi dalam UP ialah biaya hidup keluarga, biaya pendidikan anak hingga jenjang yang diinginkan, dan besar utang yang harus dipenuhi,” papar Freddy.

Namun secara umum besaran UP yang sebaiknya dipersiapkan adalah antara 12 kali penghasilan Anda dalam sebulan, dikali 6%. Misal penghasilan Anda adalah Rp5.000.000, maka dana UP yang harus dipersiapkan antara Rp1.000.000.000. Mengapa 6%? Jika UP diterima, maka diasumsikan dana tersebut akan ditempatkan pada instrumen investasi pendapat tetap seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia) atau reksa dana pendapatan tetap. Secara historis, instrumen investasi tersebut memiliki kinerja pada kisaran 6-8% setahun. Sehingga UP sebesar Rp1.000.000.000 akan menghasilkan Rp5.000.000 setiap bulannya.

Mengingat pentingnya asuransi jiwa murni bagi semua orang, Astra Life menyediakan produk yang tak ubahnya trampolin: membantu para nasabah untuk melompat setinggi yang ia mau, dengan memberikan perlindungan ketika terjatuh. Dengan mengikuti produk asuransi Astra Life, nasabah akan terlindungi dari setiap aspek kehidupan, baik melalui asuransi jiwa seperti AVA iPro Prima dan AVA iPro Perisai, maupun asuransi jiwa kredit seperti AVA iPro Griya. Saatnya jalani mimpi dan penuhi kebutuhan primer Anda dengan mengikuti asuransi jiwa murni.




« | »
Read previous post:
Ini 7 Alasan Mengapa Warisan Tak Perlu Tabu Dibicarakan

Tidak semua orang nyaman ketika membicarakan masalah warisan. Pasalnya hal satu ini masih dianggap sebagai hal yang tabu dibicarakan. Kebanyakan...

Close