Asuransi Bagi Ibu

asuransi ibu

Seorang wanita memiliki perjalanan hidup yang unik sekaligus menyenangkan. Setelah menikah, biasanya seorang wanita akan memiliki keturunan dan bukan lagi berperan sebagai istri semata namun juga menjadi seorang ibu. Perubahan peran itu, mau tidak mau akan disertai pula dengan berbagai macam perubahan melalui proses kehamilan, melahirkan, serta menyusui.

Perubahan-perubahan ini tentunya akan membuat seorang ibu membutuhan proteksi yang tepat untuk melindungi diri dari berbagai risiko, termasuk risiko penyakit khusus wanita seperti kanker payudara dan kanker serviks. Jika Anda seorang ibu, sangatlah berguna untuk melihat beberapa asuransi yang Anda perlukan untuk meminimalisir risiko finansial yang mungkin saja terjadi di masa mendatang.

Asuransi kesehatan

Tejasari Asad, seorang perencana keuangan berpendapat, asuransi kesehatan penting dimiliki oleh seorang ibu karena biaya rumah sakit dewasa ini tidak murah. Mungkin kantor tempat Anda atau suami memberikan tunjangan kesehatan. Namun, Anda perlu memperhatikan apakah jumlah tunjangan tersebut sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Jika tidak, tentu Anda harus menambah polis asuransi secara swadaya di samping tunjangan kesehatan yang diberikan kantor. Jenis asuransi kesehatan yang dibutuhkan seorang ibu juga ada berbagai macam, seperti:

Asuransi kesehatan yang mencakup masalah kesehatan berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran

Beberapa perusahaan juga memberikan tunjangan kesehatan berupa penggantian biaya persalinan bagi karyawan perempuan atau istri dari karyawan laki-laki. Namun, jika cakupan biaya tersebut dirasa kurang, seorang ibu perlu memiliki asuransi kesehatan yang dapat menutupi biaya kehamilan dan persalinan. “Para ibu tinggal memilih produk yang cocok dengan premi yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Tejasari kepada tim ilovelife.com.

asuransi ibu

Beberapa asuransi kesehatan jenis ini menyediakan perlindungan komprehensif mulai dari bayi yang masih berada dalam kandungan, biaya persalinan, risiko komplikasi ketika melahirkan, hingga risiko kematian. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) dari Departemen Kesehatan Indonesia tahun 2014, beberapa bentuk komplikasi yang ditemukan pada ibu hamil di Indonesia antara lain pendarahan, eklamsia, dan infeksi. Survei tersebut juga menemukan fakta bahwa dua pertiga kematian bayi di Indonesia terjadi pada bulan pertama sejak kelahiran. Berkaca pada data ini, tentu proteksi bagi ibu hamil dan melahirkan harus menjadi prioritas Anda.

Baca juga: Me Time Bawa Segudang Manfaat untuk Ibu dan Keluarga

Jenis asuransi kesehatan yang mencakup biaya kelahiran juga ada banyak macamnya. Misalnya, ada asuransi yang hanya menanggung biaya sang ibu, namun tidak menanggung biaya sang bayi pasca kelahiran. Sebaliknya, ada asuransi yang menyediakan proteksi kesehatan, finansial, dan pendidikan bagi bayi sejak ia berada dalam kandungan, lahir, hingga tumbuh dewasa. Jadi, butuh kecermatan dan ketelitian Anda ketika memilih polis.

Asuransi kesehatan yang mencakup ibu dan bayi

Ibu juga perlu memperhatikan bahwa bayi tidak dapat memiliki polis sendiri hingga ia mencapai batas usia tertentu. Beberapa asuransi kesehatan anak menerapkan batas usia minimal untuk peserta polis anak ialah enam bulan. Jika ibu ingin bayi di bawah usia tersebut juga mendapatkan proteksi yang memadai, maka tak ada salahnya mengikuti asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan kepada ibu dan bayi sekaligus.

Asuransi penyakit kritis

Menjadi seorang ibu memiliki risiko terkena penyakit kritis yang umum terjadi pada perempuan. “Kalau kita mau tenang, kita bisa menambahkan kepesertaan pada asuransi kesehatan yang memberi manfaat untuk penyakit kritis,” papar Tejasari. Asuransi kesehatan penyakit kritis ini memberikan perlindungan untuk penyakit terkait perempuan seperti kanker payudara, kanker serviks. diabetes, jantung, stroke, hingga osteoporosis.

Dalam memilih asuransi penyakit kritis, seorang ibu juga harus jeli membandingkan suatu produk dengan produk lainnya. Karena mungkin saja terjadi, ada dua produk asuransi penyakit kritis memberikan manfaat terhadap penyakit yang sama, namun salah satu produk memberikan manfaat sejak penyakit tersebut berstatus stadium awal, sementara produk lainnya baru menyediakan manfaat ketika penyakit tersebut mencapai stadium lanjut saja.

asuransi jiwa untuk ibu

Ibu juga dapat mempertimbangkan jumlah penyakit kritis yang ditanggung masing-masing produk. Semakin banyak penyakit kritis yang ditanggung oleh suatu produk asuransi, umumnya premi yang dibutuhkan juga lebih tinggi karena risiko yang dipertanggungkan semakin meningkat.

Di Astra Life sendiri, seseorang dapat menikmati manfaat pertanggungan terhadap 117 penyakit kritis melalui rider atau tambahan asuransi 117 Crisis CoverRider ini dapat diperoleh dengan terlebih dahulu menjadi peserta asuransi AVA iSmart dan AVA iBright Protector.

Asuransi jiwa

Seorang ibu, baik ibu bekerja maupun ibu rumah tangga, selain asuransi kesehatan, juga memerlukan asuransi jiwa, terutama bagi ibu bekerja. “Ibu bekerja juga memerlukan perlindungan yang lebih menyeluruh, dimana manfaatnya dapat diberikan kepada keluarga pada saat risiko terjadi pada sang Ibu, agar seluruh keperluan keluarga dapat tetap berjalan.

Baca juga: Mengenal Asuransi yang Tidak Hanya Baik Tapi Juga Benar

Mengapa perencana keuangan juga memandang ibu rumah tangga perlu memiliki asuransi jiwa? Jika ditinjau dari sisi pembagian kelas risiko pada Ibu rumah tangga, maka seorang Ibu memiliki kelas risiko yang cukup tinggi. Pasalnya, jam kerja dan tenaga ibu rumah tangga sama berharganya dengan jam dan tenaga yang dikeluarkan oleh ibu yang bekerja di kantor. Bahkan seorang Ibu memiliki jam kerja 24 jam sehari, yang harus dibagi antara pekerjaan dan keluarga.

Dengan demikian jumlah Uang Pertanggungan (UP) yang nantinya diperoleh dari asuransi jiwa yang dimiliki si Ibu, dapat menolong sang ayah dan keluarga untuk melanjutkan hidup jika sang ibu tiada. Kemudian, jika asuransi jiwa ini juga mencakup manfaat penyakit kritis dan cacat, tentu UP yang ditawarkan, akan meringankan beban finansial sang ayah jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada ibu.

Para ibu, #AyoLoveLife dengan mengikuti asuransi yang tepat. Sehingga, masa depan aman, hati pun nyaman.




Read previous post:
tren bisnis 2017
6 Tren yang Harus Anda Ikuti Agar Bisnis Berhasil di Tahun 2017

Setelah melewati berbagai pergumulan panjang dan memikirkan berbagai hal dari segala sisi, tahun 2016 akhirnya menjadi tahun ketika Anda sukses...

Close