Personal Branding untuk Entrepreneur

35788934_M

Bersamaan dengan bergulirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maka segenap produk barang dan jasa akan bebas keluar dan masuk ke pasar Indonesia. Demikian juga dengan arus para pekerja profesional. Namun sepertinya, Indonesia akan dijadikan negara pasar utama produk barang dari negara lain. Sementara dari sisi profesional, banyak yang ingin bekerja di luar negeri. Memang dalam hal gaji, Singapura dan Malaysia misalnya, jauh lebih tinggi dibanding upah minimum di Indonesia.

Personal branding untuk meningkatkan citra diri dan citra produk, bisa membantu Anda meraih sukses. Apakah Anda berwirausaha di bidang produk ataupun sebagai profesional, personal branding membawa banyak manfaat. Bagi Anda sebagai pengusaha, personal branding juga sangat penting jika produk yang Anda tawarkan adalah produk jasa.

Baca Juga: Kiat Sukses 4 Pendiri Bisnis Startup Indonesia

Membangun sebuah personal brand yang mudah dikenali sebenarnya membuka peluang profesional yang sangat besar. Untuk membangun dasar personal branding, salah satu upaya yang harus Anda lakukan adalah dengan mengenali siapa diri Anda. Kemudian tentukan nilai apa yang paling berarti untuk Anda.

Ingat, membangun dan mempertahankan personal brand seperti mempertahankan relationship dengan seseorang yang spesial. Sama-sama butuh cinta, gairah, usaha, sesuatu yang spesial, kepercayaan, kesetiaan, kesabaran, dan ketelatenan.

Bagaimana caranya?

1. Otentik

Bangunlah personal brand/merek pribadi berdasarkan kepribadian Anda sendiri. Atau berdasarkan kepribadian dari profil yang Anda cintai. Anda bisa belajar dari mereka yang telah berhasil, tetapi jangan meniru brandnya. Bila meniru, Anda hanya akan dianggap sebagai plagiat.

2. Konsisten

Brand yang baik adalah yang konsisten, baik dari jenis produk yang ditawarkan, target pasar dan juga logo. Coba lihat bagaimana brand-brand besar semacam Levi’s, Nike, Microsoft mampu menguasai pasar dengan kekonsistenannya.

Oleh sebab itu, bangunlah personal branding dengan konsistensi dalam berperilaku. Konsisten tidaklah mudah, karena Anda butuh keberanian untuk ‘setia’ pada perilaku, karakter, dan spesialisasi Anda.

3. Spesialisasi

Fokuslah pada satu bidang yang Anda cintai. Konsentrasilah pada satu bakat khusus atau keterampilan unik saja. Memiliki pengetahuan dan bergerak di banyak bidang memang sama sekali tidak buruk, tetapi menjadi generalis tanpa ada keterampilan, kemampuan, atau bakat khusus, akan membuat Anda tidak unik.

Jika ternyata Anda memiliki keunggulan lain, jadikan sebagai varian dari produk atau jasa utama. Ikuti jejak sukses GoJek yang melebarkan sayapnya dengan servis pengantaran barang, servis pijat dan salon yang bisa datang ke rumah, sampai rental truk pemindahan barang.

4. Otoritas

Yang dimaksud otoritas adalah ‘terlihat’ sebagai seorang ahli yang dikenal dalam bidang tertentu dan memiliki bakat yang luar biasa. Dengan dipandang sebagai ahli, secara otomatis Anda akan merasa perlu berusaha untuk terus-menerus mengasah bakat dan pengetahuan Anda pada bidang yang Anda jalani. Sehingga pada akhirnya, Anda akan tampak sangat berpengalaman dan dipandang sebagai seorang pemimpin yang efektif. Bukan sekadar image atau “pencitraan.”

5. Berbeda

Bedakan diri Anda berdasarkan brand Anda. Personal brand perlu diekspresikan secara unik dan berbeda dari pesaing. Personal brand harus didefinisikan dengan jelas sehingga audiens dapat dengan cepat menangkap pesannya.

Baca juga: Nadiem Makarim, Frustasi yang Berujung Kesuksesan

6. Relevan

Brand Anda harus memiliki pesan yang terkait dengan sesuatu yang dianggap penting oleh audiens target. Sudah pasti, target audiens rela membayar untuk hal yang dirasa penting bagi pengembangan dirinya, atau minimal sangat menarik bagi mereka.

7. Ketergantungan

Apakah merek yang langsung Anda pikirkan ketika bicara tentang mobil? Bisa jadi, Toyota adalah merek yang pertama muncul di kepala. Hal ini karena brand ini telah menawarkan ‘sesuatu yang pasti’, maka konsumen akan selalu melirik brand itu. Sesuatu yang pasti maksudnya adalah nyaris tidak ada konsumen yang mengeluhkan produknya. Coba diterapkan pada personal branding.

8. Visibilitas

Pesan brand harus disiarkan berulang-ulang, terus-menerus, konsisten sampai tertanam di benak audiens. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan media televisi atau media online. Anda perlu bekerja sama dengan media yang tepat yang dapat menayangkan brand Anda.

Jika Anda seorang profesional, sangat penting menjadi narasumber sebuah pemberitaan untuk menaikkan brandAnda.

9. Persistensi

Personal brand membutuhkan waktu untuk tumbuh. Setialah kepada brand itu. Jangan menyerah, yakinlah pada diri sendiri, dan bersabarlah. Jangan pelit pada pengorbanan, keberanian, dan perencanaan. Salah satu brand yang secara berhasil mempertahankan identitasnya secara konsisten adalah Coca Cola. Didirikan sejak 1886, hingga kini minuman soda ini memiliki identitas brand yang mudah dikenali.

10. Kinerja

Kinerja adalah elemen paling penting setelah brand dikenal. Kalau Anda tidak melakukan sesuatu untuk brandAnda dan tidak memperbaiki diri secara terus-menerus, personal branding hanya menjadi sesuatu yang memalukan.

Nah, bagi profesional, sangat penting untuk meningkatkan personal branding. Namun apa yang terjadi jika nama Anda merupakan nama yang banyak dipakai di Indonesia? Tidak mungkin Anda mengganti nama bukan?

Apa yang harus dilakukan? Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan media online:

Bangun citra lewat media sosial yang tepat.
Bangun citra lewat media sosial yang tepat.

1. Manfaatkan Sosial Media Semaksimal Mungkin

Langkah pertama untuk meningkatkan personal branding adalah mencari tahu spesialisasi keahlian yang Anda miliki. Anda bisa melakukan hal ini dengan mengumpulkan portofolio pengalaman profesional Anda sejauh ini. Setelah mengetahui spesialisasi Anda, maka waktunya Anda untuk membagikannya di berbagai media online yang ada, dari blog, website, media sosial atau instant messaging. Dengan mengetahui spesialisasi keahlian Anda sendiri, kita dapat menjadikannya sebuah amunisi untuk membuat nama umum kita meningkat dan bernilai kuat di dunia online.

Baca juga: Razi Thalib, Mak Comblang Digital untuk Para Jomblo

Jika Anda seorang fotografer, sebarkan foto karya Anda lewat jejaring sosial. Bila spesialisasi Anda adalah foto lansekap, maka tampilan portofolio yang menampilkan foto-foto pemandangan dari berbagai penjuru yang berhasil Anda tangkap dengan kamera. Untuk mendiferensiasikan diri Anda dari fotografer lain, tahan diri untuk tidak memuat foto di luar spesialisasi Anda tadi.

2. Bangun Reputasi di LinkedIn

LinkedIn kini telah menjadi jejaring sosial yang populer di kalangan profesional. Dengan LinkedIn, Anda dapat mempromosikan diri serta membagikan informasi mengenai keahlian yang Anda miliki kepada orang lain di seluruh dunia. Lengkapi identitas diri Anda di LinkedIn dengan data yang akurat dan detail, mulai dari bidang keahlian, pengalaman, hingga portofolio terkini. Tentu saja, gunakan bahasa Inggris yang baik dan menarik untuk menyampaikan informasi ini.

3. Bergabunglah dengan Komunitas Online

Setelah Anda mengetahui spesialisasi dan bergabung di media sosial LinkedIn, cara berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan branding nama umum Anda dengan bergabung dengan komunitas online. Tentunya komunitas yang Anda pilih haruslah yang sesuai dengan minat dan keahlian Anda.

Ikutlah berbagai kegiatan dan temu muka yang diadakan oleh forum dan komunitas tersebut. Dalam sesi diskusi, usahakan Anda ikut aktif berpartisipasi dan berdialog supaya Anda semakin dikenal dan branding nama Anda menjadi semakin kuat.

4. Buatlah Blog atau Website Branding Anda

Terakhir, teknik yang bisa digunakan untuk meningkatkan personal branding adalah membuat blog dan websitebuat Anda. Blog atau website kini memang menjadi media yang efektif untuk menampilkan kesan (branding) seseorang. Bergabung dengan komunitas online juga dapat meningkatkan personal branding Anda.

Ingatlah bahwa siapa pun yang sadar akan pentingnya nama dan citra adalah ‘CEO’ bagi perusahaannya sendiri. Sekaranglah saatnya mempertajam positioning Anda dan membangun personal brand.

Baca Tips Wirausaha lainnya di sini. 




Read previous post:
mohamad_bijaksana_junerosano_by_ang7m-d5nf2pa
Greeneration Indonesia: Kekuatan Muda dalam Melawan Sampah Kantong Plastik

Pepatah mengatakan, “what goes around comes around”. Ketidakpedulian kita terhadap lingkungan pada satu waktu pasti membuahkan petaka. Contoh paling dekat...

Close