Mengatasi Masalah Kesehatan yang Umumnya Muncul Saat Berpuasa

menu sehat untuk buka puasa

Satu di antara keistimewaan Islam adalah Ramadan. Di bulan suci tersebut, Anda pasti ingin mengisi waktu dengan beribadah secara total. Tetapi, rencana Anda bisa buyar jika kesehatan terganggu. Keinginan untuk fokus beribadah pun rasanya sulit diwujudkan.

Untuk itu, Anda sebaiknya mengetahui beberapa gangguan yang acap kali terjadi selama Anda berpuasa. Apa, penyebab, dan solusi masalah kesehatan saat berpuasa? Berikut kami jabarkan untuk Anda.

puasa sehat
Minum air putih 8 gelas sehari tetap perlu.

Sembelit

Sembelit dapat menyebabkan wasir, luka menyakitkan di saluran anal, dan gangguan pencernaan sehingga perut terasa kembung.

Penyebab: Terlalu banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat, minum terlalu sedikit, dan hanya sedikit memakan makanan berserat.

Solusi: Di antara waktu berbuka sampai sahur, disarankan mengonsumsi air minum minimal 8 gelas per hari. Selain untuk mengatasi sembelit, minum cukup bisa menghindari Anda dari dehidrasi.

Anda juga sebaiknya membatasi konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi serta perbanyak konsumsi sayuran serta buah-buahan. Asupan tersebut akan membantu dan menjaga gerakan usus Anda untuk bekerja secara teratur. Jika masalah sembelit masih terjadi, coba minum sedikit obat pencahar, hanya sampai masalah teratasi. Setelah itu, aplikasikan pola makan sehat adalah cara yang paling tepat.

Gangguan pencernaan

Penyebab: Terlalu banyak makan bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Apalagi jika makanan yang Anda konsumsi secara berlebihan adalah gorengan, makanan berlemak, dan makanan pedas. Makanan seperti telur goreng, kubis, kacang, kacang-kacangan, serta minuman berkarbonasi juga disarankan untuk tidak dikonsumsi secara berlebihan. Sebab makanan ini dapat memicu produksi gas di lambung yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan di dalam perut.

Solusi: jangan makan secara berlebihan. Sebaliknya minum air yang banyak. Hindari makanan yang digoreng dan berlemak. Jika ingin memakan kacang-kacangan, disarankan diselingi dengan seledri sebagai penetralisir. Kandungan mineral dalam seledri mampu menyeimbangkan pH di dalam tubuh sekaligus menetralkan keasaman.

Tekanan darah rendah

Gejala: Letih, kekurangan energi, dan pusing terutama ketika bangun dari posisi berbaring. Penampilan pucat dan merasa lesu. Tanda-tanda ini biasanya terjadi menjelang malam ketika Anda butuh energi untuk ibadah.

Penyebab: Kurang mengonsumsi air dan garam. Selain itu, kurang asupan makanan saat sahur dan berbuka puasa. Artinya, cadangan energi di dalam tubuh kurang dapat memenuhi kebutuhan kalori karena menjalani aktivitas sehari-hari. Jangankan aktivitas yang berat, saat diam pun tubuh membakar kalori untuk menjaga metabolisme.

Solusi: Meningkatkan asupan cairan dan garam. Selain itu, makan yang cukup agar ketahanan tubuh Anda terjaga saat menjalani aktivitas harian. Jika memiliki riwayat tekanan darah tinggi, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat yang disesuaikan dengan kebutuhan saat Ramadan.

atasi sakit kepala saat puasa
Sakit kepala bisa datang saat berpuasa.

Sakit kepala

Penyebab: Sakit kepala bisa terjadi karena dehidrasi atau kelaparan dan kurang istirahat.

Solusi: Mengurangi atau menyetop asupan kafein satu atau dua minggu sebelum Ramadan. Teh herbal dan kopi tanpa kafein dapat membantu. Selain itu, pastikan Anda cukup beristirahat. Jika tidur malam kurang, tambah waktu istirahat di siang hari.

Gula Darah Rendah

Gejala: Lesu, pusing, kelelahan, kurang konsentrasi, gemetar, tidak sanggup beraktivitas, sakit kepala, dan jantung berdebar.

Penyebab: Mengonsumsi makanan yang manis secara berlebihan, misalnya, karbohidrat olahan terutama saat sahur.

Solusi: Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang kandungan gulanya tinggi saat sahur.

Kram otot

Penyebab: Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium atau magnesium.

Solusi: Makan makanan yang kaya mineral seperti buah dan sayuran, atau produk susu, daging dan lain-lain.

Catatan: Jika Anda pengidap tekanan darah tinggi atau rentan terhadap batu ginjal, konsultasikan dengan dokter Anda.

Baca juga: Jangan Mager, Ayo Tetap Olahraga Saat Puasa

Mulas atau maag

Gejala: Mulas terjadi ketika terasa nyeri di daerah perut dan di bawah tulang rusuk. Peningkatan kadar asam dalam perut kosong selama bulan Ramadan dapat memperburuk mulas.

Penyebab: Makanan pedas, terutama saus, bisa menyebabkan mulas. Selain itu kopi, minuman berkarbonasi, makanan berlemak, dan makanan digoreng menjadi pencetus mulas.

Solusi: Hindari semua makanan di atas. Jangan makan secara berlebihan. Atur pola makanan dengan baik, jangan langsung makan besar setelah berbuka puasa. Sebaiknya makanlah beberapa kali, diawali minuman hangat dan makanan manis, seperti kurma saat maghrib. Lalu dilanjutkan makan besar besar setelah tarawih.

Catatan: Puasa biasanya mengurangi jumlah asam lambung, yang berfungsi mencerna makanan dan membunuh bakteri. Orang yang secara teratur minum obat untuk gangguan pencernaan, seperti antasida, antihistamin atau inhibitor pompa proton disarankan untuk terus mengonsumsinya. Waktu yang baik untuk melakukan hal ini adalah saat sahur.

menu sehat saat puasa
Perbanyak konsumsi sayuran untuk memperlancar pencernaan.

Batu ginjal

Penyebab: Sebagian orang cenderung menghasilkan batu di ginjal. Jika Anda tidak termasuk orang yang rentan mengalami batu ginjal, kurang minum juga dapat menyebabkan batu terbentuk di ginjal. Sebab, fungsi cairan adalah membersihkan ginjal.

Solusi: Minum banyak air antara buka puasa hingga sahur. Jika rentan terkena batu ginjal, Anda disarankan menghindari makanan yang kaya kalsium seperti produk susu.

Baca juga: Rahasia Alami yang Cepat Agar Kulit Tampak Menawan: Yogurt!

Sakit sendi

Penyebab: Ibadah ekstra Ramadan sering dapat meningkatkan tekanan pada sendi lutut. Pada orang tua dan mereka yang menderita arthritis, ini dapat mengakibatkan rasa sakit, pembengkakan, dan ketidaknyamanan.

Solusi: Menurunkan berat badan sehingga lutut Anda tidak perlu membawa beban tambahan. Olahraga khusus tubuh bagian bawah dengan berjalan 30 sampai 45 menit tiga kali seminggu sehingga lutut Anda akan siap untuk beban tambahan. Ingat, berpuasa bukan halangan untuk tetap berolahraga ringan.

Dengan mengatasi masalah kesehatan tersebut, Anda pun akan lebih nyaman menjalankan ibadah puasa. Namun bila gejala yang dialami cukup berat, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Tenaga medis dapat memastikan apakah Anda siap menjalani ibadah puasa atau tidak.

Selamat beribadah dengan nyaman!




« | »
Read previous post:
diajeng lestari mendirikan hijup
Diajeng Lestari, Mewujudkan Indonesia sebagai Kiblat Fashion Muslim Dunia Lewat HijUp

Masih membekas jelas di kepala Diajeng Lestari, bagaimana HijUp mulai mewujud menjadi sebuah situs ecommerce pertama untuk muslim. Tepat pada...

Close