Mencontek Pola Asuh dari Orangtua Para Pebisnis Sukses

mark-zuckerberg

Siapa yang tidak ingin anaknya sukses seperti Mark Zuckerberg, Arianna Huffington atau Jeff Bezos? Pastinya menjadi impian semua orang tua. Tak ayal berbagai metode pola asuh modern diterapkan di rumah. Alih alih mendukung potensi anak, malah membiarkan anak tumbuh minim arahan.

Para wirausaha seperti Mark, Arianna maupun Jeff datang dari keluarga dengan pola asuh yang berbeda. Setiap keluarga mempunyai prinsip-prinsip yang berhasil membawa mereka sukses sebagai pebisnis dunia. Tidak tanggung-tanggung, nama mereka masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Bagaimana orang tua mendidik para pebisnis ini? Mari kenal lebih dekat pola asuh ala keluarga mereka.

Jadikan Diri Sendiri sebagai Panutan

Model di sini bermakna contoh. Psikolog sekaligus terapis medis anak dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Dra Mayke S. Tedjasaputra, seperti yang dilansir kompas.com mengatakan bahwa salah satu tugas utama orang tua adalah menanamkan nilai positif secara konsisten. Caranya dengan memberi contoh dan teladan yang baik bagi anak. Serta konsisten menerapkan peraturan keluarga di rumah.

Berprofesi sebagai dokter gigi, Edward Zuckerberg (ayah Mark Zuckerberg) buka praktik di rumah. Begitu pula dengan istrinya yang bekerja sebagai seorang psikiater. Keduanya berusaha mencontohkan profesionalisme dalam bekerja, sekaligus mengajarkan konsep tanggung jawab. Keduanya juga mencontohkan penggunaan teknologi dalam mendukung kelancaran bekerja. Seperti menggunakan aplikasi tertentu untuk menyimpan data pasien atau membuat jadwal praktik. Contoh lainnya yang bisa Anda lakukan kepada anak di rumah adalah penggunaan tablet untuk presentasi karya Anda.

Baca juga: Memilih Kurikulum Sekolah Terbaik untuk Buah Hati

Secara perlahan, anak mulai membangun cita-cita dan role model-nya dalam berkarier nanti. Jika anak penasaran dan tertarik akan sesuatu dari pekerjaan Anda, maka tidak ada salahnya Anda mengenalkannya lebih jauh. Bukan tidak mungkin cita-cita anak terbentuk sejak dini, dan dengan demikian bakatnya terasah secara optimal.

46018325 - little daughter hugging her mother, concept of happy family or love

Ajarkan Cara Berpikir yang Terbuka dan Berkembang

Carol Dweck, psikolog dari Universitas Stanford Amerika Serikat, menyebutkan bahwa pebisnis sukses mayoritas dilatih untuk mengembangkan pola pikirnya. Salah satu cara untuk melatihnya adalah memberi tantangan dalam berbagai kegiatan. Tantangan, menurutnya, akan ‘memaksa’ anak berpikir lebih terbuka dan kreatif.

Ia contohkan dengan permainan puzzle yang sebaiknya diberikan bertahap dengan level kesulitan yang berbeda ke anak. Dengan demikian anak akan terus mencari solusi yang kreatif untuk tantangan yang berbeda.

Hal ini diajarkan pula oleh ibu Arianna Huffington, Cofounder The Huffington Post. Ibunya menyarankan agar Arianna tak menghitung berapa banyak kesuksesan yang telah diraih. Arianna diajarkan untuk menghargai kegagalan yang terjadi dan segera mencari solusinya. Kegagalan menurut Arianna adalah tantangan atau batu loncatan menuju kesuksesan.

Obervasi untuk Mengenal dan Mendukung Bakat Anak

Observasi ini dapat dilakukan melalui rutinitas anak sehari-hari. Hasil observasi yang baik dapat menunjukkan bakat alami yang dimiliki anak. Dengan demikian sebagai orang tua, Anda bisa menyediakan sarana prasarana yang menstimulus pengembangan bakat anak. Bukan tidak mungkin bakat itu berubah menjadi prestasi membanggakan karena terus-menerus diasah. Seperti kata bijak yang mengatakanpractice makes perfect.

Tidak ingin memaksakan kehendak pribadi ke anak, Edward melakukan observasi rutinitas Mark sehari-hari. Mark muda kerap merasa bosan dengan kehidupan sekolah, ia lebih senang mengutak-atik komputer yang ada di ruang kerja Edward.

Bukannya memarahi atau melarang Mark, Edward justru memberi kesempatan bagi Mark untuk mempelajari komputer. Pastinya kesempatan ini diikuti dengan pendampingan Edward. Di sinilah untuk pertama kalinya Mark mengenal ilmu coding. Perlahan namun pasti, Mark menciptakan program bernama ZuckNet. Program instant messaging sederhana yang memungkinkan pengguna satu komputer terhubung dengan pengguna komputer lainnya.

Terbayang bangganya Anda ketika anak mampu menciptkan karya orisinil bukan? Apalagi jika karya tersebut bermanfaat bagi pekerjaan banyak orang, termasuk Anda sebagai orang tuanya.

21089420 - 6-year old asian boy with proud parents in background
21089420 – 6-year old asian boy with proud parents in background

Bereksperimen dan Terus Berinovasi

Amazon.com, pionir toko daring dari Amerika Serikat, tidak meraih kesuksesannya dalam waktu singkat. Jeff Bezos sebagai pendirinya terus bereksperimen dalam membesarkan toko daringnya tersebut. Belanja melalui daring yang dibuat Jeff merupakan sebuah inovasi pada zamannya. Ia memanfaatkan teknologi serta kemampuan dan kebiasaan belanja masyarakat sebagai inspirasi yang ia kembangkan ke dalam teknologinya.

Berawal dari garasi rumahnya, Jeff bekerjasama dengan toko buku, toko elektronik, hingga perabot rumah tangga. Kerjasama ini diambilnya berdasar data terkini yang dimiliki Jeff. Metode transaksi di Amazon.com pun terus diperbaharui olehnya mengikuti perkembangan zaman. Tidak disangka perusahaannya meraup keuntungan yang besar.

Semangat bekerja dan serta memerhatikan lingkungan sekitar ini diperoleh Jeff dari didikan keluarganya. Kedua orang tuanya yang memiliki peternakan kerap mendukungnya untuk menekuni bidang yang disukai Jeff yaitu teknologi.

Beri Ruang dan Waktu Bermain

Anak-anak tetaplah anak-anak yang membutuhkan ruang dan waktu untuk bermain. Kegiatan bermain bukan hanya mendatangkan keriaan secara emosional, melainkan juga melatih imajinasi serta melatih kekuatan fisik.

Hal ini juga diyakini oleh ayah Mark Zuckerberg. Ia tetap memberikan kesempatan bagi Mark untuk bermain. Caranya dengan menyediakan permainan yang sesuai dengan usia tumbuh kembang Mark saat kecil. Mark bebas bermain bersama saudara-saudaranya baik di dalam maupun di luar rumah.

Baca juga: 5 Perpustakaan Anak yang Seru dan Wajib untuk Dikunjungi

Meski Anda telah memfasilitasi anak dengan peralatan yang menstimulus bakatnya, alangkah bijaknya Anda menyeimbangkannya dengan permainan. Misalkan permainan puzzle gambar kereta api yang terdiri dari 40-100 potongan untuk usia 5 tahun, permainan lego merakit pesawat jet lengkap dengan kursi penumpang serta pilot untuk usia 8 tahun, dan lainnya. Bukan tidak mungkin anak tumbuh dengan sangat bahagia dan minim stres. Sehingga anak lebih optimal ketika mengasah bakatnya.

Dari lima cara di atas, pastikan Anda mengambil yang bermanfaat untuk Anda sekeluarga. Adaptasi dengan peraturan di rumah yang telah dibuat bersama. Setelahnya, selamat mendidik anak dengan menyenangkan dan #AyoLoveLife!




« | »
Read previous post:
41803629 - businessman reading documents with magnifying glass concept for analyzing a finance agreement or legal contract
Buatkontrak.com, Cara Rieke Caroline Membantu UKM Indonesia Memajukan Usahanya

Membangun bisnis di masa sekarang memang tergolong jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Kalau dulu Anda memerlukan modal cukup...

Close