Memperkaya Iman dalam Wisata Religi di Bulan Puasa

Istiqlal_Mosque

Bulan Ramadhan kerap disebut sebagai bulan penuh berkah. Bulan ini menjadi momen emas untuk memperbanyak ibadah dan pahala. Salah satu caranya adalah dengan berwisata religi. Anda bisa mengenal dan belajar banyak tentang Islam ketika mengunjungi destinasi religi.

Bila bulan puasa Anda masih disibukkan oleh rutinitas, maka libur Lebaran bisa menjadi saat yang tepat untuk mengunjungi destinasi religi yang tersebar di beberapa kota di Indonesia:

Masjid Istiqlal

wisata religi ke masjid istiqlal

Masjid Istiqlal yang terletak pusat ibukota Jakarta ini merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan mampu menampung hingga 61 ribu orang. Diprakarsai oleh Presiden RI 1 Soekarno, pemancangan batu pertama dilakukan pada Agustus 1951. Lokasi pembangunan masjid ini adalah bekas Taman Wilhelmina yang berisikan reruntuhan benteng Belanda Frederik Hendrik.

Tidak asal membangun, Soekarno melalui panitia pembangunan Masjid Istiqlal menggelar sayembara desain masjid. Dari 27 peserta, sayembara dimenangkan oleh arsitek beragama Kristen, yaitu Frederich Silaban. Selama tiga bulan Frederich mempelajari tata cara dan aturan beribadah agama Islam untuk menyempurnakan desain masjid. Ia pun membaca banyak pustaka masjid-masjid di dunia, hingga akhirnya desainnya diberi nama “Ketuhanan”.

Masjid Istiqlal bukan hanya berfungsi untuk shalat berjamaah, melainkan juga sebagai wadah berbagai kegiatan Islam seperti pengajian, belajar ilmu hadist dibimbing ulama, dan berbagai kegiatan organisasi muslim lainnya.

Terletak bersebrangan dengan Gereja Katedral, masjid ini memiliki 7 pintu gerbang masuk di mana masing-masing diberikan nama yang diambil Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang diambil dari sifatnya. Nama As Salam (Maha Pemberi Keselamatan), Ar Rozzaq (Maha Pemberi Rezeki) dan Al Fattah (Maha Pembuka) pada bagian pintu utama. Pintu lainnya, antara lain bernama Al Malik (Maha Menguasai), Al Quddus (Maha Suci), Al Ghaffar (Maha Pengampun), Ar Rahman (Maha Pemurah). Penggunaan 7 pintu juga melambangkan kosmologi alam semesta atau langit yang memiliki tujuh lapis. Subhanallah!

Istiqlal memiliki Menara dengan ketinggian 90 meter, yang terbuat dari marmer setinggi 66,66 meter dan Menara baja antikarat setinggi 30 meter. Angka 6666 melambangkan jumlah ayat dalam Al Quran.

Tunggu apa lagi? Rasanya pasti damai bisa mengunjungi masjid ini kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa sekaligus shalat tarawih di sini.

Museum Al Quran Raksasa di Palembang

wisata religi ke musem alquran

Museum Al Quran raksasa terletak yang di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, Palembang, Sumatera Selatan ini bisa menjadi destinasi yang sangat menarik. Ini adalah hasil karya seni anak bangsa bernama Sofwatillah Mohzaib. Ayat-ayat suci Al Quran dipahat di permukaan kayu trembesi berukuran panjang 177cm dengan lebar 140cm dan ketebalan 2,5cm.

Dimulai pada tahun 2002, pembuatan Al Quran raksasa ini berlangsung selama tujuh tahun. Bukan sembarang mengukir di atas kayu, sejak awal ada tim koreksi yang bertugas memeriksa tulisan ayat AL Quran. Dengan demikian, ayat Al Quran yang dipahat di kayu tersebut sesuai dengan yang tertulis di Al Quran.

Tertarik membaca Al Quran raksasa ini? Cukup dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 5 ribu, Anda bisa masuk ke Museum Al Quran raksasa ini.

Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Baitul Musyahadah di Aceh

wisata religi ke masjid raya baiturrahman

Siapa yang tidak kenal dengan Masjid Raya Baiturrahman? Masjid yang selamat bertahan dari bencana tsunami yang menerjang Aceh pada 2004. Bukan hanya bencana tsunami, masjid ini telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting di Aceh sejak ia pertama kali berdiri.

Masjid ini menjadi awal perkembangan sejarah Islam masuk ke Aceh. Masjid ini pula yang menjadi saksi dari pergantian kepemimpinan di Aceh, dari rezim Kesultanan, penjajahan, hingga pemerintahan Indonesia.

Tak hanya dari segi sejarah ia layak dicermati, dengan denah persegi dengan pintu berupa relung-relung tanpa daun pintu, desain masjid ini pun bisa mengundang decak kagum. Kaligrafi menghiasi ruangan-ruangan di masjid. Terdapat hiasan berbentuk persegi, belah ketupat, sulur dan bunga di jendela dan pintu masjid.

Sedangkan menara yang dilengkapi tangga beton memutar terletak di depan halaman masjid. Anda sebagai pengunjung dapat menikmati pemandangan kota Banda Aceh dari ketinggian di menara ini.

Beda Masjid Raya Baiturrahman, beda pula dengan Masjid Baitul Musyahadah. Terletak di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh, masjid ini menarik perhatian dengan bentuk kubahnya. Kubah masjid ini berbentuk topi khas Aceh yang bernama meukeutop.

Bukan hanya indah dipandang mata, bentuk meukeutop ini memiliki filosofi mendalam di hati warga Aceh. Warna warni di meukeutop melambangkan perpaduan Islam, adat istiadat Aceh, dan qanun (peraturan daerah).

Tertarik menikmati keunikan arsitektur masjid-masjid di Aceh ini? Sejarah perkembangan Islam di kota ini pun bisa menambah wawasan Anda.

Sunan Ampel, Surabaya

wisata religi ke masjid ampel

Masjid Sunan Ampel padat dikunjungi peziarah jelang dan selama bulan Ramadhan. Masjid yang dibangun pada 1481 ini mengusung gaya arsitektur Jawa Kuno dan Arab. Nuansa Islami sangat terasa di masjid yang dibangun langsung oleh Raden Achmad alias Sunan Ampel ini.

Tidak hanya beribadah di masjid, Anda pun bisa belajar sejarah penyebaran agama Islam di Jawa melalui Wali Allah (Wali Songo). Konon masjid ini menjadi tempat berkumpulnya Wali Allah dan para ulama dari berbagai daerah di Jawa. Hingga kini para ulama dari berbagai daerah masih menyiarkan ajaran Islam melalui khotbah Jumat maupun Tarawih di Masjid Sunan Ampel. Anda pun bisa berziarah ke makam Sunan Ampel yang berada di kanan depan masjid.

Sebuah sumur yang terletak di belakang masjid pun kerap menjadi tujuan pengunjung. Sumur yang dibuat oleh Sunan Ampel dan pengikutnya ini diyakini membawa berkah. Caranya Anda cukup membasuh atau meminum air dari sumur tersebut, maka dipercaya berkah berlimpah akan datang untuk Anda.

Usai beribadah dan belajar sejarah Islam, Anda bisa membeli buah tangan di pertokoan yang terletak di sepanjang lorong menuju masjid. Lorong pertokoan ini dikenal sebagai Pasar Gubah Ampel Suci. Di sini Anda bisa membeli perlengkapan shalat, pernak-pernik ibadah haji, kurma, kue khas Ampel yaitu Kue Ebi, hingga makanan khas Arab seperti Gulai Arab.

Masjid Ajaib, Malang

wisata religi ke masjid ajaib

Masjid Ajaib alias Masjid Tiban menjadi pusat perhatian warga Malang, Jawa Timur. Pasalnya mesjid berornamen Timur Tengah dengan dominasi warna biru-putih ini berdiri megah di kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah. Pembangunan masjid ini layaknya sebuah kisah legenda urban karena berlangsung kilat. Sekeliling masjid adalah pemukiman yang padat. Bahkan warga sekitar mengaku takjub akan pembangunan masjid yang datang dari gotong royong santri penghuni pesantren ini.

Terletak di Jalan KH Wahid Hasyim Gang Anggur No 10, Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, masjid ini kerap menjadi tujuan wisata reliji oleh masyarakat setempat. Saat ini masjid terdiri dari 10 lantai yang dilengkapi dengan toko souvenir dan toko makanan ringan. Anda bisa berkunjung dan mengelilingi masjid ini secara gratis.

Tidak ada arsitek khusus untuk membangun masjid ini. Konon pembangunan setiap sudut masjid berdasarkan ilham yang diterima oleh KH Achmad Bahru Mafdloludin Sholeh, pemilik pesantren, yang mendapatkan petunjuk membangun masjid lewat salat istikharah.

Selain digunakan lazimnya masjid untuk beribadah, masjid ini terdiri dari kamar-kamar yang berfungsi sebagai wadah berbagai kegiatan penghuni pesantren. Setiap kamar didesain berbeda, mulai dari unsur China, Timur Tengah, hingga Eropa. Kaligrafi juga menghiasi banyak ruangan.

Penasaran dengan masjid yang menjulang tinggi dengan kubah khas Timur Tengah ini? Cukup datang dengan berpakaian sopan, Anda bisa menikmati kemegahannya.

Menarik bukan wisata reliji di Indonesia? Luangkan waktu sejenak, kunjungi destinasi-destinasi tersebut bersama keluarga maupun teman. Selain menambah pengalaman perjalanan, Anda pun bisa merasakan pengalaman beribadah yang berbeda.

Baca juga Tips Mudik Ramah Anak: Jalur Darat, Laut, dan Udara




« | »
Read previous post:
pepeng klinik kopi
Klinik Kopi, Tempat Rangga dan Cinta Ngopi Sambil Baper di AADC2

Belum tepat pukul empat, beberapa calon pasien hendak memasuki klinik. "Maaf, bukanya jam empat ya...sebentar lagi ya..." suara lantang seorang...

Close