Me Time Bawa Segudang Manfaat untuk Ibu dan Keluarga

25787989 - young woman sipping her coffee and reading book in sitting room at home

“Karena pada dasarnya bisa menjahit dan senang membuat prakarya. Jadi begitu anak sekolah aku bisa jahit atau bikin sesuatu,” kata Nita Novianti menyebutkan kegiatan me-time versinya.

Nita yang tergabung dalam komunitas @kumpulmama menyalurkan hobi berprakarya tersebut beberapa hari dalam sepekan. Ibu dari dua anak itu mengaku ‘mencuri’ waktu ketika buah hatinya berada di sekolah dan saat sedang tidur. Selain merasa senang karena bisa melakukan hobinya, Nita merasa bangga karena dari hobinya perlahan ia bisa membuat mainan untuk anaknya.

Lain lagi cerita Alia. Ibu seorang balita bernama Agni (3 tahun) ini adalah penulis lepas di beberapa media. Tanpa dibantu pengasuh, ia biasa menyelesaikan tulisannya kala Agni tidur siang atau di malam hari. “Tapi kalau sedang tidak ada tugas, biasanya malam-malam saya gunakan untuk ‘mengejar’ ketinggalan. Tetap update diri dengan baca berita online atau membaca buku. Walaupuuuun… akhirnya waktu tidur saya terpangkas, ya. Habis, kapan lagi bisa puas browsing atau baca buku tanpa ‘diganggu’ Agni?”

Apakah me time lebih mudah diperoleh jika Anda seorang ibu bekerja? Nyatanya tidak juga. Kewajiban sebagai karyawan justru bisa menambah beban pikiran seorang ibu. Belum lagi, menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Ibu dituntut menjadi seorang juggler.

Yang sering terjadi adalah, ibu bekerja non-stop di kantor demi mengejar waktu pulang cepat. Seperti yang terjadi pada Desi, ibu tiga anak (usia remaja, balita, dan bayi). “Waktu di kantor saya pergunakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas agar deadline tidak lewat dan saya bisa pulang tepat waktu,” ucapnya. Begitu sampai di rumah, ia pun mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk anak-anak dan keluarga. Lelah? Sudah pasti…

Baca juga: Ibu Bekerja vs Ibu di Rumah: Pilihan yang Semestinya Tidak Jadi Pertentangan

“Sebab itu, saya harus pintar-pintar curi waktu untuk melakukan hal yang saya sukai. Kadang sesimpel makan di restoran favorit bersama teman,” ujarnya sambil tersenyum.

me time ibu

Me-time dipercaya sebagai salah satu cara rileksasi badan dan pikiran. Cukup dengan meluangkan waktu 15-20 menit sehari, menurut psikolog Kathleen Kendall Tacket di Amerika Serikat. Kathleen yang juga penulis buku berjudul The Hidden Feelings of Motherhood menambahkan bahwa me-time bisa diwujudkan dengan dua kondisi. Pertama, seorang ibu harus mengakui bahwa ia membutuhkan me-time. Tidak sedikit ibu yang terlena dengan rutinitasnya dan tidak berani mengambil waktu untuk me-time. Kondisi kedua, diskusikan dengan pasangan atau saudara untuk pengaturan jadwal menjaga anak.

Berikut ini alasan mengapa seorang ibu layak mendapat me time:

#1 Because happy wife means happy family 

Meski berdurasi singkat, me-time sangat dianjurkan untuk diterapkan. Me-time bisa menjaga seorang ibu untuk tetap bahagia dan meminimalisir stres, kata psikolog keluarga dari Universitas Pancasila Jakarta Sri Juwita Kusumawardhani. Ia menambahkan bahwa jika seorang ibu merasa bahagia, maka ia dapat bersikap lebih positif pada pasangan dan juga anak-anaknya. Anda juga bisa lebih fokus dalam melakukan tugas.

#2 Tidak kehilangan jati diri

Alasan lain di balik pentingnya me time bagi seorang ibu adalah meski telah menjadi seorang ibu tidak lantas menghilangkan semua jati diri yang ada selama ini. Anda tetap lah individu yang berhak mengasah bakat dan minat yang pada akhirnya bisa membuat Anda menjadi ibu yang lebih baik.

#3 Tahu rasanya merindu dan dirindukan

Me time pun secara tidak langsung mengajarkan Anda dan keluarga untuk lebih menghargai kebersamaan. Terbayang betapa senangnya anak ketika kembali bertemu Anda setelah berpisah beberapa saat. Ke depannya, hadirnya me-time membuat Anda tidak kaget ketika anak lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah ketika mereka beranjak dewasa.

#4 Menjalani minat, bukan hal yang egois

Apapun hobi dan minat Anda, lakukan dan jelaskan hal itu kepada anak-anak. Biarkan mereka tahu, Anda memiliki sisi kehidupan lain yang tidak ada hubungannya dengan mereka. Jangan merasa egois ketika melakukannya. Anak pun akan tertarik dengan apa yang dilakukan ibu dan mengambil contoh. Bayangkan bangganya si kecil mengetahui ibunya bisa melukis atau pintar menjahit.

#5 Kembali menjalin komunikasi dengan diri sendiri

Perubahan status dari single menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Banyak yang harus Anda korbankan… termasuk jati diri sendiri. Acapkali, di antara rutinitas membersihkan popok dan mencuci botol susu yang tidak ada habisnya, Anda merindukan diri Anda yang dulu. Meskipun tak ada hal di dunia ini yang mau Anda tukar dengan berkah menjadi ibu, adalah hal wajar jika kadang Anda ingin memutarbalikkan waktu. Tenang… Anda tidak sendiri.

Nah, dengan memprioritaskan me time, Anda akan belajar untuk menikmati waktu sendiri. Hanya Anda dan diri Anda sendiri. Saat itulah Anda akan kembali merasa menjadi diri sendiri, mengenali pikiran Anda sendiri (yang sunyi bebas dari rengekan si kecil), dan kembali menggali mimpi-mimpi Anda.

Lakukan dengan benar

Lalu seperti apakah me time itu? Me time adalah keleluasaan Anda untuk bebas melakukan sesuatu yang disukai atau sesuatu yang bisa membuat bahagia. Salah satu cara sederhananya dengan membahagiakan indera. Dimulai dengan memanjakan mata dengan melihat sesuatu yang disukai. Semudah membuka feed instagram atau pinterest favorit Anda. Kemudian menyenangkan indera pendengaran dengan mendengarkan musik-musik kesukaan. Widi Mulia, salah satu personil grup Be-3, melakukan me time dengan bernyanyi di sela-sela kesibukannya menjadi ibu dari 3 anak.

Baca juga: Manfaat Liburan Bagi Kehidupan Rumah Tangga

Memanjakan lidah dengan menyantap makanan atau minuman favorit pun bisa dilakukan. Hidung pun bisa dimanjakan dengan mencium wewangian yang membuat pikiran tenang. Terakhir adalah dengan merawat kesehatan kulit tubuh. Siapa yang tidak bahagia jika memiliki kulit yang lembap, sehat dan wangi. Tingkat PD ibu pun bisa meningkat tentunya.

Selain memanjakan indera, Anda pun bisa me-time dengan hobi. Seperti aktris Dian Sastro yang berolahraga untuk mengisi me-time. Ibu dari dua anak ini kerap mengunggah kegiatannya di studio Zumba, gym, hingga lari di akun Instagramnya @therealdisastr.

Tidak punya waktu untuk melakukan itu semua? ‘Menghilang’ sejenak dari semua keriuh-rendahan kegiatan di rumah bisa dilakukan semudah berdiam di kamar mandi.

Bagaimana, sudah tahu Anda akan me-time seperti apa? #AyoLoveLife dan sayangi diri sendiri me time berkualitas.




« | »
Read previous post:
puger mulyono
Puger Mulyono, Juru Parkir yang Merawat Hidup Anak dengan HIV/AIDS Telantar

Di sebuah gang padat di wilayah Sondakan, Solo, suatu sore, sekumpulan anak sedang bermain di depan rumah. Keceriaan tampak jelas...

Close