Max Gunawan, Terangkan Dunia Lewat Lampu Lumio

101853567-Max-Gunawan-_Lumio.1910x1000

“Saya ingin menciptakan sesuatu yang sangat simpel dan fungsional,” ujar Max Gunawan dalam sebuah wawancara dengan salah satu media Indonesia yang berbasis di Amerika Serikat.

Max telah menetap di Amerika Serikat selama 16 tahun. Ia mengakui bahwa kepindahannya ke Amerika Serikat memberikan suatu kenyamanan yang tidak terkira baginya. Tidak hanya itu, ia juga cukup beruntung mendapatkan tawaran kerja di suatu perusahaan desain terkemuka yang berbasis di San Fransisco. Tapi perjalanan Max untuk mencapai kesuksesan di Amerika Serikat bukanlah perjalanan yang singkat.

Kehidupan Max di Jakarta merupakan kisah perjuangan tersendiri. Max tumbuh sebagai anak tunggal dari pasangan yang selalu bekerja keras. Ia mengatakan, “Jika Anda pikir sebagai seorang anak tunggal saya bisa mendapatkan apa yang saya mau dengan mudah, Anda salah.” Ya, di masa kecilnya ia selalu mendapati orang tuanya sibuk bekerja tanpa alasan yang benar-benar ia pahami, sehingga ia sering merasa ‘ditinggalkan’ oleh orang tua.

Belakangan ia mengetahui bahwa selama ini orang tuanya bekerja keras agar ia bisa mengenyam pendidikan di sekolah swasta. Selama ia bersekolah, Max dikelilingi oleh teman-teman yang selalu bermain dengan mainan robot Transformers yang sangat populer di masa itu. Sayangnya, Max kecil tidak mampu memiliki mainan serupa. “Hal terdekat dengan mainan robot Transfomers yang bisa saya miliki saat itu hanyalah prototipe yang saya buat sendiri, dari imajinasi saya,” ucap Max.

Di masa itu lah, kreativitas dan kecermatannya untuk memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitarnya mulai terasah. Suatu ketika, ayahnya membawa pulang sebuah jeruk bali untuk disantap bersama keluarga. Max benar-benar antusias mengetahui apa yang dibawa ayahnya, sebab ia sudah membayangkan apa yang bisa ia ciptakan dari sisa buah tersebut. Ketika ia akhirnya berhasil membuat mainan dari sisa buah jeruk bali itu, ia merasa bahwa ia tidak berbeda dari teman-teman lainnya di sekolah. Pengalaman menciptakan sesuatu dari hal-hal yang mudah ditemukan di sekitarnya mendorong munculnya ketertarikan Max terhadap bidang desain dan arsitektur.

Lumio-Ide-Brilian-Max-Gunawan-Menerangi-Kegelapan-3

Saat Max berkesempatan untuk membangun karirnya di San Fransisco, hal pertama yang ia pikirkan sebelum mengambil pekerjaan itu adalah ini akan terlihat baik dalam rekam jejak pekerjaannya. Akan tetapi, di tengah segala kenyamanan yang bisa ia dapatkan dari melakukan pekerjaan itu ada hal yang tidak bisa ia nikmati. Ia tidak bisa melakukan sesuatu terhadap kecintaannya terhadap dunia desain. “Tugas saya di kantor adalah untuk memastikan semua hal bekerja lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah, agar angkanya terlihat bagus dalam laporan,” ujar Max menjelaskan perannya sebagai seorang Senior Project Manager di perusahaannya saat itu. Ia mendapati semangat untuk menjalani pekerjaannya mulai meredup. Max pun kemudian menyadari bahwa ia harus melakukan perubahan dalam hidupnya.

Dorongan untuk membuat suatu perubahan itu yang akhirnya mengawali perjalanan Max untuk menciptakan Lumio, sebuah lampu inovatif berbentuk buku yang bersifat multifungsi. Pada Februari 2013, Max mengawali proyek ini dengan melakukan penggalangan dana untuk pengembangan produk melalui sebuah website bernama Kickstarter. Awalnya, ia hanya menargetkan $20,000. Tetapi dalam kurun waktu 48 jam saja, banyak backers (red: sebutan untuk donor di website Kickstarter) yang tertarik dengan ide yang dikembangkan dan menyumbang hingga proyek Lumio mendapat lebih dari $80,000. Di akhir kampanye Kickstarter-nya, proyek Lumio mendapatkan hampir sebesar $580,000 dari para backer.

Modal yang terkumpul kemudian digunakan oleh Max untuk mengembangkan produksi Lumio. Demi menekan biaya produksi, Max rela terbang ke Tiongkok untuk memantau pembuatan produk dan tinggal di pabrik selama 4 bulan.

Pengorbanannya untuk Lumio kemudian membuahkan hasil yang spektakuler ketika ia mengikuti suatu reality show berjudul Shark Tank, suatu acara yang mempertemukan pengusaha yang membutuhkan dukungan pendanaan untuk proyeknya dengan para investor. Ke-lima investor dalam acara tersebut bersaing menarik hati Max agar mereka terpilih untuk menanamkan modal di proyek Lumio karena tergugah mendengar perjuangan Max. Ia pun akhirnya memilih Robert Herjavec sebagai investornya dan mendapatkan dana sebesar $350,000 atas 10% saham di perusahaannya.

Keteguhan Max untuk terus melahirkan inovasi baru terhadap Lumio mendapatkan apresiasi dari penjuru dunia. Lumio pun berhasil memenangkan beragam penghargaan desain seperti Edison Awards (Medali Perak untuk kategori Household Environment) di Amerika Serikat, Red Dot Award di Jerman, dan Good Design Award di Australia. Bahkan, produk terbaru dari Lumio yakni Mini Lumio+ mendapatkan kerjasama eksklusif dengan Museum of Modern Arts New York dalam peluncurannya.

Perjalanan hidup Max membuktikan bahwa terkadang kita perlu meninggalkan zona nyaman untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Jika beberapa tahun Max tidak melakukan sesuatu terhadap kejenuhannya, saat ini mungkin Max masih akan merasa terkungkung dalam ketidaknyamanannya. Max memahami, bahwa ia begitu mencintai dunia desain karena itu adalah yang membuatnya merasa lebih hidup – karena itu ia berani mendobrak segala kekhawatirannya dan menghasilkan produk inovatif yang akan mencerahkan dunia.

Jika Max berani mengambil risiko dan meninggalkan zona nyaman karena ia mencintai hidupnya, bagaimana dengan Anda?




« | »
Read previous post:
DSC_1277
Jocean Bowler, PDKT dengan Alam Lewat Makanan

Alam memberikan segala hal yang dibutuhkan manusia dengan murah hati. Mulai dari oksigen yang kita hirup hingga makanan yang masuk...

Close