Mau Hemat? Coba Gaya Hidup Green Living

green-living

Dewasa ini, semangat gaya hidup green living tak hanya ngetren di gedung perkantoran, tapi juga di kompleks perumahan. Dengan “hidup hijau”, rumah diharapkan bisa lebih ramah lingkungan karena menghemat energi dan mengeluarkan limbah lebih sedikit.

Banyak orang beranggapan, gaya hidup green living itu mahal, karena harga lampu light-emitting diode (LED) lebih mahal daripada bohlam atau sayuran organik lebih mahal daripada sayuran biasa. Tapi sebenarnya, jika dilihat secara jangka panjang, produk-produk green living bisa menghemat pengeluaran jauh lebih banyak. Tak percaya? Coba simak sejumlah tip berikut.

1. Atur penggunaan listrik

Mematikan lampu saat tidur adalah salah satu cara menghemat penggunaan listrik. Anda juga dapat mengatur air conditioning (AC) dengan timer untuk memastikan alat pendingin ruangan tidak hidup terus-menerus. Semakin turun temperatur, semakin banyak energi yang dikonsumsi. Sebaliknya, setiap kenaikan temperatur 1°, menurunkan konsumsi listrik sebesar 3%-5%. Jangan lupa membersihkan AC setiap tiga bulan sekali untuk meringankan kerja AC sehingga konsumsi listrik pun lebih hemat. Cara lain, Anda juga bisa memilih AC interver, yang dapat memperlambat kerja kompresor ketika temperatur mencapai yang kita inginkan, dan mempercepat ketika temperatur naik lagi. Teknologi ini mampu menghemat listrik hingga 50%.

Baca juga: Langkah Mudah yang Bisa Dilakukan di Rumah untuk Menyelamatkan Bumi

Untuk lampu, Anda bisa mengganti lampu konvensional atau lampu neon dengan lampu LED yang lebih hemat energi. Mungkin harga lampu LED 2,5 kali lebih mahal daripada lampu neon, namun dengan konsumsi listrik yang sama dengan lampu neon, lampu LED mampu menghasilkan cahaya lebih terang. Kemudian, lampu LED juga diklaim mampu bertahan 15-25 tahun.

Jika ada peralatan elektronik yang tidak dipakai, jangan lupa untuk mencabut sakelar dari sumber listrik.

2. Gunakan panel surya

Anda juga dapat memanfaatkan sinar matahari yang berlimpah di siang hari untuk menjadi energi peralatan elektronik rumah tangga seperti AC dan pemanas air.

3. Pilih barang berkualitas

memilih-perabotan

Sebaiknya pilihlah produk rumah tangga utama seperti sofa dan matras tidur yang berkualitas sehingga tahan lebih dari 10 tahun. Jika salah satu perkakas rumah tangga Anda rusak, jangan terburu-buru membuang dan menggantinya dengan yang baru, cobalah untuk memperbaikinya. Selain menghemat sampah, Anda juga dapat menghemat lebih banyak uang.

Juga sebaiknya, agar sirkulasi udara dalam rumah lebih lancar, ada baiknya menyortir barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan dan menjualnya. Hasilnya, sirkulasi udara lebih baik dan Anda bisa mendapat uang. Anda juga bisa menghemat uang dengan membeli barang bekas, namun berkualitas.

4. Tanam makanan

Green living juga bisa dilakukan dengan menanam bahan makanan kita sendiri alias plant your own food. Dengan menanam tanaman atau buah sendiri, kita bisa memastikan bahan penyubur yang digunakan adalah bahan organik dan tidak menggunakan pestisida bahan pembasmi hama kimiawi. Di samping sehat, gaya hidup plant your food juga jelas lebih hemat karena dengan satu bibit tanaman, kita bisa menikmati panen berkali-kali.

Baca juga: Jocean Bowler, PDKT dengan Alam Lewat Makanan

Keterbatasan lahan juga tidak menjadi hambatan untuk menanam pohon di perkotaan. Sebab, saat ini Anda juga bisa menanam dengan metode hidroponik dan aquaponik yang tidak membutuhkan tanah.

5. Masak dengan bijak

Memasak makanan sendiri lebih ramah lingkungan karena bisa menghemat kemasan. Dalam banyak hal, memasak sendiri jauh lebih murah ketimbang membeli makanan. Pastikan pula Anda menggunakan kain untuk membersihkan dapur dan perlengkapannya, bukan menggunakan tisu.

Menggunakan panci presto dapat menghemat waktu hingga 70% sehingga tentu saja lebih menghemat energi. Menghemat energi juga bisa dilakukan dengan mematikan oven 5 menit sebelum makanan matang. Jangan khawatir, sisa panas oven akan tetap memasak makanan hingga matang.

6. Pakai air seperlunya

water-kitchen-black-design

Anda bisa mengecilkan aliran keran air agar lebih hemat. Pastikan pula keran air tidak bocor, karena setiap tetes air yang terbuang bisa “membocorkan dompet” Anda. Biasakan untuk mematikan keran ketika mencuci muka, tangan, perkakas dapur, dan menghidupkannya kembali ketika membilas.

7. Gunakan kendaraan bersama

Naik kendaraan umum juga salah satu cara hemat energi ketimbang menggunakan kendaraan pribadi yang penumpangnya hanya Anda sendiri. Kendaraan umum ini bisa berupa bis, TransJakarta, kereta rel listrik (KRL), mass rapid transit (MRT), atau taksi car pool. Dengan berbagi kendaraan dengan orang lain, Anda menghemat penggunaan bahan bakar, juga menghemat ongkos.

Baca juga: 6 Tren yang Harus Anda Ikuti Agar Bisnis Berhasil di 2017

8. Hemat kertas dan kemasan

Akan jauh lebih murah jika Anda menggunakan e-book daripada buku kertas. Jangan lupa berpikir berulang kali sebelum mencetak e-mail. Seiring dengan perkembangan internet dan telepon pintar, banyak tiket digital yang sama bernilainya dengan tiket dicetak, contohnya tiket pesawat, tiket konser, atau voucherdiskon.

Anda juga lebih ramah lingkungan jika membawa sendiri kemasan ketika membeli makanan atau minuman di luar. Tak jarang, ada pula vendor kopi yang memberikan diskon jika Anda membawa gelas sendiri. Lebih irit di dompet, bukan?

Bagaimana, cukup mudah bukan gaya hidup yang ramah lingkungan? Semoga tips di atas bisa membantu Anda menghemat energi dan isi dompet. #AyoLoveLife dengan green living.




« | »
Read previous post:
capsule wardrobe
Cara Menerapkan Capsule Wardrobe untuk Hidup yang Lebih Simpel

Pernahkah hal ini terjadi pada Anda (khususnya perempuan)? Malam Anda merencanakan hendak menggunakan pakaian tertentu. Padu padan itu sudah tergambar...

Close