Komunitas Tabrak Warna, Ciptakan Terapi Stres Baru Bagi Orang Dewasa

Coloring1

Siapa bilang kegiatan mewarnai hanya untuk anak-anak?. Orang dewasa pun punya hak untuk mewarnai, termasuk mewarnai pola gambar. Kegiatan mewarnai kerap dijadikan kegiatan untuk mengisi waktu luang. Jika diselami lebih dalam, kegiatan mewarnai bisa menjadi terapi stres bagi orang dewasa.

Dr Stan Rodski, seorang psikolog dari Universitas Lesley Cambridge mengatakan bahwa kegiatan mewarnai sama halnya dengan kegiatan meditasi, yaitu melatih fokus seseorang. Saat mewarnai, imbuhnya, seseorang dapat melepaskan emosinya melalui warna-warna pilihannya. Berbagai warna yang digunakan untuk mewarnai menjadi pengganti kata-kata untuk mengekspresikan emosi seseorang. Maka tidak heran jika perasaan rileks muncul saat mewarnai.

Berangkat dari manfaat kegiatan mewarnai tadi, berdiri lah Komunitas Tabrak Warna. Komunitas ini diprakarsai oleh Tria Nurcahyati, Khalezza Hidayah dan Luqman Hakim Arifin. Datang dari latar belakang yang berbeda tak lantas menghambat kesamaan pemikiran mereka untuk menyediakan wadah bagi orang dewasa yang gemar mewarnai. Maka pada 1 Juni 2015 berdiri lah Komunitas Tabrak Warna dengan tujuan mengembalikan dunia yang hilang. Mereka yakin bahwa mewarnai bukan hanya milik anak-anak, orang dewasa pun bisa mewarnai.

Coloring2

Komunitas ini mengawali kegiatannya dengan menerbitkan buku mewarnai khusus dewasa yang berjudul ‘My Own World’ edisi pertama yang mengangkat tema gambar Human and Animal terbitan ReneBook. Tidak disangka buku mewarnai ini mendapat respon positif. Hal tersebut terbukti dari respon yang diperoleh komunitas melalui media sosialnya, seperti Instagram di akun @tabrak_warna yang kini memiliki 7944 follower. Para follower mengunggah hasil mewarnai mereka di buku ‘My Own ‘’World’ ke Instagram @tabrak_warna.

Sedangkan pada Facebook di akun Komunitas Tabrak Warna, follower mencapai angka 1964 orang. Melalui Facebook, berbagai informasi disebarkan. Mulai dari informasi mengenai manfaat kegiatan mewarnai, informasi tentang kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas, hingga jadwal kegiatan komunitas.

Tidak segan-segan komunitas ini berpartisipasi dalam berbagai pameran maupun perayaan sebuah momen. Pada September 2015 dalam pameran komunitas di Bogor, Jawa Barat, komunitas ini tampak diminati banyak orang. Terbukti pada buku ‘My Own World’ edisi kedua bertema Mandala and Greeting ludes dibeli. Bahkan komunitas ini pun terbentuk di kota Bogor.

Upaya komunitas dalam menyebarkan kecintaan terhadap kegiatan mewarnai pada orang dewasa meluas dibuktikan pada momen Hari Ibu yang lalu. Komunitas Tabrak Warna bersama penerbit ReneBook menggelar ‘Parade Indonesia Mewarnai bersama Kasih Ibu’. Seiring dengan kegiatan ini, buku mewarnai ‘My Own World’ edisi ketiga bertema Family diluncurkan. DIharapkan parade ini mampu menghangatkan kembali hubungan (komunikasi) keluarga di tengah gencarnya perkembangan teknologi digital.

Coloring3

Layaknya virus yang menyebar dengan cepat, di usia jagungnya komunitas ini telah merambah kota lain seperti Lampung, Bandung, Malang, dan Surabaya. Untuk mendekatkan diri dengan anggotanya, komunitas ini berkomunikasi melalui aplikasi percakapan Whatsapp. Ketika kopi darat dilakukan, tanpa basa basi para anggota komunitas langsung mewarnai buku masing-masing.

Penasaran ingin ikut mewarnai seperti Komunitas Tabrak Warna?. Siapkan buku mewarnai Anda dan pensil warna atau krayon. Anda pun bisa merasakan sensasi rileks di tengah kesibukan sehari-hari. Selamat menikmati dan membuat hidup lebih berwarna!

 

Baca Juga :
Bahagia dengan Gerakan Balik ke Dapur
Kisah Dee, Melawan Depresi dan Hidup Bahagia
Dari Coretan Sederhana Hingga Kesuksesan ‘Tulisan’




Read previous post:
hendrawijaya3
Hendra Wijaya, Ultraman asal Indonesia

Saya senang bertualang sejak kecil atau SD. Saya suka bermain-main di alam bebas. Bukan menantang alam bebas, tapi saya menikmati...

Close