Kerennya Terobosan Wisata ala Pemimpin Daerah yang Tenar

wisata_balai_kota

Kepopuleran seorang pemimpin daerah bisa memberi dampak positif bagi pembangunan sebuah kota. Perlahan namun pasti, pembangunan daerah bangkit ke arah yang lebih baik. Mulai dari berbenah fasilitas umum untuk menyediakan taman publik yang menghijaukan kota, melestarikan kesenian dan budaya daerah hingga menjadi destinasi wisata dunia, dan lainnya. Kota apa saja yang berbenah diri menjadi destinasi wisata tersebut? Berikut upaya para pemimpin daerah dalam menaikkan pamor daerahnya dengan baik.

Banyuwangi Kota Festival

large_festival-budaya-se-asia-pasidik

Terletak di provinsi Jawa Timur, kota Banyuwangi semakin fokus mengolah sumber daya alam dan budayanya. Abdullah Azwar Anas selaku bupati Banyuwangi menghadirkan berbagai festival setiap tahunnya. Festival yang digelar terbagi dalam tiga kategori yaitu festival internasional, nasional, dan lokal.

Sedikitnya ada 35 festival yang digelar pada tahun 2016. Festival tersebut mencakup festival fesyen, pertanian, kuliner, hingga art work (kesenian). Tiga yang menjadi festival unggulan adalah Festival Gandrung Sewu, International Tour de Banyuwangi Ijen, dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).

Baca juga: Empat Upacara Adat Ekstrem yang Cuma Ada di Indonesia

Festival Gandrung Sewu merupakan acara tarian massal yang melibatkan ratusan penari asal Banyuwangi. Tarian yang ditampilkan adalah tarian tradisional Jawa Timur seperti Tari Taledhek hingga arak-arakan Barong. Sedangkan International Tour de Banyuwangi Ijen adalah balap sepeda internasional yang melintasi kota Banyuwangi hingga Kawah Ijen. Keindahan alam Banyuwangi yang terdiri dari pegunungan, savana, sawah, hingga pantai menjadi primadona di festival ini. Termasuk Kawah Ijen yang memiliki keajaiban api biru di malam hari, lokasi kedua api biru di dunia selain Islandia. Kemudian BEC adalah pawai beragam kebudayaan terbaik khas Banyuwangi seperti suku Osing yang memainkan kluncing (gamelan khas Banyuwangi).

Tak ayal Banyuwangi memperoleh penghargaan dari World Tourism Organization (WTO) untuk inovasi kebijakan publik di sektor pariwisata, mengalahkan Puerto Rico, Brazil dan Kenya. Tidak ingin kelewatan festival di Banyuwangi? Anda bisa cek jadwalnya di sini. 

Purwakarta Bangkitkan Budaya Sunda “Sampurasun”

sate-maranggi1

Berbenah diri, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membangkitkan kecintaan terhadap kebudayaan Sunda. Melalui salam khas Sunda “Sampurasun” digelar lah Festival Sampurasun. Makna dari Sampurasun di sini adalah menyebarkan semangat saling menghargai, toleransi serta meminta maaf sebagai salah satu cara menyempurnakan hidup. Tidak tanggung-tanggung festival ini berhasil memecahkan rekor MURI karena diikuti oleh 56 ribu peserta pawai yang terus membunyikan kentongan selama pawai berlangsung.

Festival ini juga diramaikan oleh negara lain yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Australia, Selandia Baru, Meksiko, Jepang, Cina dan Mesir. Para peserta dari negara-negara tersebut bersepeda santai keliling Purwakarta.

Keliling Purwakarta ini bukan hanya menikmati bangunan-bangunan etnik khas Sunda, melainkan mengunjungi tiga ikon dan karakter Purwakarta. Pertama, Museum Diorama Bale Panyawangan yang bentuk bangunannya menyerupai sepeda. Museum yang dilengkapi dengan peralatan digital ini mengisahkan tentang sejarah dan serba serbi kebudayaan Sunda di tanah Purwakarta. Kedua, Monumen Citraresmi yang terletak di pintu masuk Taman Air Mancur “Sri Baduga”. Ketiga adalah Taman Air Mancur Sri Baduga yang dinyatakan sebagai taman air mancur terbesar di ASEAN.

Air mancur setinggi 6 meter ini terletak di tengah danau buatan. Dipasang lampu laser untuk memberi efek warna-warni pada air mancur di malam hari. Atraksi lampu laser ini berlaku pada Sabtu dari pukul 19.30 hingga pukul 22.30. Warga bisa bersantai menikmatinya tanpa dipungut bayaran.

Festival Sampurasun kemudian ditutup dengan menyantap panganan khas Sunda seperti kupat tahu, kue surabi, es cendol, hingga sate maranggi khas Purwakarta dari daging sapi atau kambing yang terasa sedikit manis disajikan dengan sambal tomat. Terobosan ini membuat Bupati Dedi Mulyadi layak diberi Anugerah Kebudayaan dan penghargaan Maestro Seni Tradisi kategori Pelestari dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tertarik ingin menyaksikan langsung kemeriahan festival atau destinasi wisata budaya di Purwakarta? Lihat info lengkapnya di sini.

Selusin Festival jadi Alasan untuk Berkunjung ke Solo

foto-festival

Sebelas dua belas dengan Yogyakarta, Solo sangat kental dengan budaya Jawa. Sebagai identitas diri kota ini, budaya Jawa tidak hanya dilakoni oleh warga setempat dalam kehidupan sehari-hari. Budaya itu pun dirayakan dalam belasan festival setiap tahunnya. Bahkan Walikota Solo Hadi Rudyatmo mencanangkan diri sebagai Kota Budaya di Indonesia.

Sebut saja Grebeg Sudiro yang menggambarkan keharmonisan berbagai etnis di Solo yang digelar pada Februari 2016. Lalu Festival Payung yang berskala nasional pada September 2016. Pada festival yang digelar tahunan ini, berbagai payung tradisional dari penjuru daerah di Indonesia dipamerkan.

Kemudian Indonesia International Mask Festival yang digelar di Pura Mangkunegaran Solo pada 28 – 29 Oktober 2016. Ini merupakan pertunjukan tari berbasis topeng yang berskala internasional. Pertama kali digelar pada tahun 2014, festival ini menjadi perhatian kalangan penari hingga turis mancanegara.

Satu kegiatan yang selalu dinanti-nanti adalah Sekaten dan Grebeg Maulud yang dijadwalkan pada 5-12 Desember 2016. Berbagai hiburan rakyat digelar di Sekaten seperti komedi putar, pawai kuda, tarian tradisional. Puncaknya adalah Grebeg Maulud yang digelar pihak Keraton. Gunungan berisi makanan dibawa pihak Keraton untuk kemudian dibagikan ke warga. Tidak peduli berdesak-desakan, warga berebut untuk mendapatkan makanan dari gunungan tersebut.

Penasaran ingin merasakan keseruan festival budaya di Solo? Lihat jadwalnya di sini. 

Bandung, Kota Taman

taman-fotografi

Predikat ini tampaknya layak disandangkan untuk Bandung yang dipimpin oleh Wagiman (walikota gila taman) Ridwan Kamil. Tiga tahun memimpin kota Bandung, Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menghadirkan 15 taman kota. Bukan taman biasa, taman-taman ini dibangun secara tematik dengan tujuan khusus.

Misalkan saja Taman Fotografi yang terletak di Jalan Anggrek, Bandung. Taman ini menjadi wadah berkumpulnya komunitas fotografer. Dilengkapi dengan cermin dan spot motret, tentunya Anda pecinta fotografi betah berada di sini. Kemudian ada Taman Film yang terletak di bawah Jalan Layang Pasupati Bandung. Taman ini dilengkapi teknologi videotron raksasa berukuran 4×8 meter serta sound system berdaya listrik 33000 watt. Keberadaan taman film pastinya memanjakan komunitas pembuat dan pecinta film.

Para pecinta hewan peliharaan akan dimanjakan dengan hadirnya Pet Park yang terletak di Jalan Ciliwung No 14, Cihapit, Bandung. Anda bisa jogging bersama anjing kesayangan, melatih ketangkasan kucing di fasilitas permainan ketangkasan hewan, serta meletakkan hewan peliharaan di kandang yang tersedia. Belum lagi bantaran Sungai Cikapundung di Babakan Siliwangi Bandung disulap menjadi Taman Teras Cikapundung. Ada air mancur yang mengikuti alunan lagu, serta dilengkapi amphitheater yang berfungsi untuk acara musik. Taman ini menjadi tempat konservasi ikan khas Sungai Cikapundung.

Tidak perlu khawatir, hampir semua taman di kota Bandung dilengkapi fasilitas wifi gratis. Abadikan keseruan Anda bermain di taman dengan kamera kemudian segera unggah ke media sosial.

Beragamnya taman di Bandung ini menghantarkan kota ini meraih penghargaan piala Adipura Kirana. Penghargaam ini diserahkan oleh wakil presiden M Jusuf Kalla pada Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tingkat Nasional tahun 2016. Keberadaan taman ini dinilai menjadi salah satu upaya pelestarian lingkungan serta meminimalisir polusi udara.

Wisata di Ruang Kerja Gubernur Jakarta

wisata_balaikota_tribun

Jika selama ini ruang kerja seorang pemimpin daerah terkesan private, tidak demikian dengan ibukota Jakarta. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok membuat terobosan yaitu wisata Balai Kota DKI Jakarta. Balai Kota yang menjadi kantor pemerintahan Jakarta ini bisa dinikmati oleh wisatawan di akhir pekan. Tidak ada pungutan alias gratis untuk mengunjungi gedung yang pada jaman penjajahan Belanda bernama Koningsplein.

Anda bisa menikmati keindahan bangunan pesisir yang tercermin dari pilar-pilar raksasa serta ruangan dengan plafon tinggi. Hal ini membuat Anda bernostalgia ke era kolonial. Awalnya Anda masuk ke ruang tamu Gubernur. Pastikan Anda melihat foto-foto para gubernur Jakarta dari masa ke masa.

Setelahnya Anda bisa melihat Balairung Program DKI, di mana program-program kerja digodok di sini. Kemudian Anda pun bisa masuk ke ruang rapat gubernur. Penasaran rasanya duduk di kursi gubernur sebagai pemimpin rapat? Anda bisa coba langsung di sini. Pastikan Anda mengabadikannya di kamera. Setelah mengetahui ‘isi perut’ Balai Kota, Anda bisa bersantai menonton film di Balai Agung.

Disiapkan sebuah bioskop mini bagi para pengunjung. Film-film seperti Get Married, Si Jago Merah, Bajaj Bajuri The Movie dan film nasional lainnya yang sudah tidak beredar di bioskop. Pemutaran film dijadwalkan satu kali yaitu di hari Sabtu dan Minggu pukul 13.00 siang.

Usai berkeliling Balai Kota, perjalanan Anda bisa ditambah dengan keliling jantungnya ibukota dengan bus tingkat wisata secara gratis. Bus yang beroperasi dari jam 09.00 pagi hingga jam 17.00 sore ini akan menyediakan mengitari Sarinah menuju Monas, Jalan Juanda, Pasar Baru, Lapangan Banteng, kembali lagi ke Balai Kota. Bus akan berhenti di halte-halte seperti Museum Nasional. Harmoni, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Mesjid Istiqlal, Balai Kota, dan Sarinah.

Baca juga: Serunya Keliling 4 Kota dengan Wisata Bus Tingkat

Tidak usah khawatir kepanasan, bus tingkat wisata ini dilengkapi penyejuk ruangan. Anda bisa menikmati beberapa ikon Jakarta dengan nyaman. Seru bukan berwisata di jantungnya ibukota.

Keren kan, ide serta kebijakan yang dibuat oleh para pemimpin daerah tersebut untuk memajukan sektor pariwisata? Kota mana yang ingin Anda kunjungi terlebih dulu? Pastikan Anda datang sesuai jadwal. #AyoLoveLife dan nikmati kemeriahan festival-festivalnya!




Read previous post:
alamanda
Inspirasi dari Mereka Yang Muda, Yang Berjaya

Presiden RI pertama Sukarno pernah mengatakan, "Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia!" Ya, kira-kira begitu arti penting pemuda....

Close