Kenali 10 Ciri Independent Woman Secara Finansial

17684273_high_res_comp

Sebuah penelitian yang membandingkan angka harapan hidup wanita vs pria menemukan kesimpulan yang valid dan hampir absolut. Bahwa, perempuan memiliki usia hidup yang lebih lama dibanding pria.

Di Amerika Serikat, angka harapan hidup wanita mencapai 81,2 tahun sementara pria 76,4 tahun. Sementara menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, secara rata-rata wanita di Singapura hidup 4,5 tahun lebih lama dari pria.

Hal ini tentu saja menjadi salah satu hal yang dapat memengaruhi kondisi finansial wanita di masa pensiunnya. Menurut Mike Rini, perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi, wanita perlu mandiri karena ia akan mengalami fase kehidupan yang memiliki tantangan keuangan yang berbeda-beda dari mulai remaja, dewasa, hingga usia lanjut.

“Wanita harus dapat mengantisipasi risiko keuangan yang dapat terjadi kapan saja dan menutupi kebutuhannya di masa depan dengan menjadi mandiri secara finansial,” papar Mike kepada tim ilovelife. Agar dapat mandiri, wanita perlu memenuhi tujuan finansial berikut:

1. Berpenghasilan

Ciri pertama wanita mandiri menurut Mike ialah mereka yang berpenghasilan sehingga mampu menutup kebutuhan mendadak, risiko finansial yang mungkin terjadi, serta kebutuhan di masa mendatang. Berpenghasilan juga membuat seorang wanita bisa berdiri di atas kaki sendiri, tidak terus-menerus bergantung pada suami, orangtua, atau kerabat.

Bagi wanita yang lajang, maka penghasilan ini dapat membantunya memenuhi kebutuhan hidup. Sementara bagi yang telah menikah, penghasilan istri dapat membantu penghasilan suami yang dirasa kurang.

Menjadi mandiri juga berarti seorang wanita harus dapat menentukan pilihan sesuai dengan panggilan hati. Ia harus dapat menentukan pekerjaan apa yang akan dilakukan, apakah menjadi prpofesional atau pengusaha.

Baca juga: Halo Keluarga Baru, Hindari 7 Kesalahan ini Dalam Menyusun Keuangan Keluarga

2. Memiliki tabungan

Setelah berpenghasilan, wanita juga perlu menabung sendiri hasil jerih payahnya. Tabungan ini dapat berfungsi sebagai dana darurat yang dapat dipakai sewaktu-waktu untuk keperluan mendadak dalam jangka pendek. Karena sifatnya dana siaga, maka dana ini sebaiknya mudah dicairkan. Produk keuangan yang cocok untuk menempatkan dana darurat ialah tabungan konvensional yang dapat ditarik setiap saat lewat ATM dan reksa dana pasar uang.

3. Memiliki dana proteksi

Wanita yang bijak ialah mereka yang memproteksi diri dan keluarga dari risiko keterpurukan finansial akibat sakit atau wafat. “Wanita juga perlu memiliki asuransi yang mengandung fitur perempuan, misalnya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang dipaket dengan penyakit kritis seperti kanker mulut rahim dan penyakit yang berisiko menyerang perempuan lainnya,” jelas Mike.

Baca juga: Asuransi untuk Ibu

4. Menyiapkan dana pendidikan anak

Bagi wanita yang telah memiliki anak, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan ialah memastikan anak dapat mengecap pendidikan terbaik. Untuk mencapai hal itu, wanita dapat merencanakan dana pendidikan anak yang tepat. Dana ini bisa berupa tabungan di bank, reksa dana, atau asuransi dengan manfaat dana pendidikan anak.

5. Menyiapkan dana pensiun

Wanita pun tidak mungkin bekerja terus-menerus. Ada saatnya wanita akan memasuki usia pensiun. Agar dapat menikmati hari tuanya, seorang wanita dapat menyiapkan dana pensiun sejak usia produktif. Idealnya, suami dan istri memiliki dana pensiun masing-masing, Namun, jika dalam satu keluarga hanya suami yang memiliki dana pensiun, istri harus memahami dana pensiun yang dipilih oleh suami serta perkembangan dananya. Hal ini diperlukan untuk memastikan produk finansial tersebut dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

6. Menyiapkan tujuan finansial lainnya

Jika tujuan finansial utama di atas telah terpenuhi, barulah wanita dapat mengalokasikan penghasilan keluarga pada tujuan keuangan lain seperti aset rumah atau kendaraan, dana liburan, modal bisnis, dana pernikahan anak, atau aset aktif.

7. Melek finansial

Seorang wanita yang mandiri juga perlu melengkapi dirinya dengan pemahaman finansial yang mumpuni. “Dia harus tahu produk-produk finansial yang diperlukan, di mana membeli produk tersebut, dan mau belajar,” kata Mike.

8. Mengelola keuangan dengan bijak

Kemampuan selanjutnya yang diperlukan oleh setiap wanita ialah dapat mengelola keuangan dengan bijak. Seorang wanita biasanya mendapat peran sebagai “menteri keuangan” di rumah. Karenanya, wanita harus memupuk kebiasaan yang baik secara finansial seperti memiliki gaya hidup sederhana, dan tidak konsumtif. Agar anggota keluarga tidak konsumtif, wanita dapat mendorong gaya hidup hemat misalnya dengan membiasakan membawa bekal, berakhir pekan bukan di mal, atau tidak boros dalam belanja mainan anak atau pakaian kantor. Kemandirian finansial keluarga juga dapat diukur dengan rasio utang yang tidak lebih dari 30%.

Baca juga: Tips Jadi Menteri Keuangan Rumah Tangga yang Tidak Pernah Dipecat

9. Diversifikasi produk investasi

Wanita yang mandiri juga perlu mendiversifikasikan produk investasi keluarga pada beberapa portofolio demi meminimalisir risiko. Dalam waktu bersamaan, wanita juga perlu meningkatkan pemahamannya akan risiko agar jangan sampai karena terlalu konservatif, dana seorang wanita malah tidak berkembang.

10. Tunaikan kewajiban finansial dan bersedekah

Ciri lainnya dari wanita mandiri ialah membayar pajak sesuai ketentuan. Selain itu, wanita juga dapat berbagi kepada sesama melalui sumbangan sosial.

Dengan paparan di atas, semoga Anda siap menjalani hari sebagai wanita mandiri secara finansial. #AyoLoveLife dengan menjadi independent woman.




« | »
Read previous post:
makanan untuk kulit sehat
Makanan Tepat untuk Bikin Kulit Sehat dan Kinclong

Meski tidak terlihat, hormon merupakan senyawa penting dalam tubuh. Ia berperan sebagai kurir atau penyampai pesan. Hormon perempuan diproduksi melalui proses...

Close