Kelakuan Lucu Si Kecil Ketika Berpuasa dan Cara Mengatasinya

anak puasa

Si kecil sudah mulai berpuasa? Wah, pasti ada banyak tantangan yang Anda hadapi sebagai orang tua. Pasalnya mengajarkan anak untuk berpuasa memang tidak mudah. Meski demikian, berpuasa sejak ini bisa dijadikan sarana pendidikan kedisipilinan dan keagamaan dalam lingkup keluarga. Dan memang, pendidikan akhlak dan karakter anak sebaiknya mulai distimulasi sejak dini oleh orang tua.

Kegiatan belajar ini tentunya perlu dilakukan sesuai dengan kemampuan mereka. Mengajarkan anak berpuasa sejak dini akan membantu mereka terbiasa menjalankan ibadah puasa dan bukan sebagai tekanan. Hal ini akan berbuah manis di masa mendatang, karena akan membantu membangun kecerdasan spiritual si kecil

Kapan sebaiknya kita mulai melatih mereka? Sejak mereka sudah mengerti, misalnya usia 3 tahun, Anda sudah dapat mengenalkan apa itu puasa. Setelah itu, Anda bisa mengajak mereka untuk mulai menerapkan puasa kecil, atau puasa setengah hari saat mereka berusia 5 atau 6 tahun. Tetaplah ingat bahwa kemampuan dan sifat tiap anak berbeda. Ada anak yang sudah bisa menerapkan puasa penuh sejak usia 6 tahun, tapi sebaliknya ada juga yang baru bisa penuh menerapkan puasa di usia sekolah dasar.

Baca juga: Mencontek Pola Asuh dari Orangtua Para Pebisnis Sukses

Kapan pun itu, sebaiknya Anda memastikan bahwa proses belajar berpuasa untuk si kecil tetap dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Jadi kalau mereka melakukan beberapa hal-hal lucu di bawah ini, ya maklumi saja. Cukup pantau dan beri semangat. Yuk, cari tahu apa yang bisa Anda lakukan saat mereka ‘menguji’ Anda dengan aksi-aksi ini:

1. Ajakan mandi di tengah hari

anak puasa

Ya, siang hari memang saat-saat yang kritis bagi mereka yang baru belajar berpuasa. Sisa makanan dalam lambung sudah semakin menipis, sementara waktu berbuka masih lama. Belum lagi cuaca yang panas. Tidak heran kalau Anda akan mendengar suara lirih kecil berkata, “Bu, aku mau mandi, ya!” Mandi di siang hari memang menghadirkan kesegaran yang menyenangkan di tengah hari. Lucunya, di hari-hari biasa selain Ramadhan, menyuruh anak mandi bisa menjadi tantangan tersendiri. Sementara di bulan puasa ini mereka bisa mandi tiga kali dalam sehari.

Sebenarnya memang tidak ada larangan untuk mandi lebih rajin di bulan ini. Hanya saja, tetap pastikan bahwa si kecil bukan mandi untuk curi-curi menelan seteguk dua teguk air ya. Adapun untuk frekuensi, sepertinya lebih dari tiga sudah berlebihan. Sehingga bila ada permintaan mandi yang sudah melampaui batas, Anda bisa mengalihkan keinginannya dengan kegiatan lain yang tidak terlalu menguras energi. Misalnya membaca buku atau menonton film favorit.

Baca juga: Puasa Bisa Dibikin Seru dengan Program Liburan Anak Ini

2. Wudhu dan kumur-kumur jadi kegemarannya

Lagi-lagi ada hubungannya dengan air. Ya, jangan heran jika tiba-tiba si kecil menggemari kegiatan di seputar air. Salah satunya yang cukup berhubungan dengan ibadah yaitu mengambil air wudhu. Begitu pula dengan kumur-kumur dan sikat gigi. Bahkan terkadang, si kecil bisa ‘request‘ untuk menggunakan pasta gigi yang beraneka rasa. Mungkin ia berharap ada setetes dua tetes air tertelan yang akan mengurangi dahaga di kerongkongannya.

Beri saja pengertian bahwa sesungguhnya hal itu makruh. Artinya memang berkumur-kumur tidak dilarang Allah, tapi tidak disukai atau sebaiknya dihindari. Apalagi jika dilakukan dengan maksud untuk menyejukkan kerongkongan.

3. Bantu ibu memasak di dapur

anak puasa

Si kecil tiba-tiba menawarkan jasa untuk membantu ibu memasak di dapur? Wah, kebetulan, pikir Anda. Tapi sebelum Anda senang, cermati motif di balik niat yang sepertinya ‘tanpa dosa’ itu. Beberapa menit setelah membantu Anda, jangan heran bila ia mulai menunjukkan niat sesungguhnya. “Bu, boleh icip-icip es buahnya ya. Siapa tahu kurang manis.” Nah kan…

Kalau itu yang terjadi, coba puji dirinya karena telah menawarkan tenaga untuk membantu menyiapkan hidangan berbuka. Tetapi berikan pengertian bahwa mencicip makanan bisa membuat puasanya batal. Dan bila kegiatan memasak justru membuatnya semakin berhasrat untuk mencoba makanan, sebaiknya hal itu dihindari. Cari kegiatan lain yang dapat mengalihkan perhatiannya dari makanan.

4. Bolak-balik melihat jam

Di usia 5 atau 6 tahun anak biasanya sudah mengenal konsep waktu dan bisa membaca jam. Dan berpuasa membuat mereka sangat perhatian sekali dengan jam, apalagi menjelang azan Magrib tiba. Terlebih di hari-hari awal berpuasa. Siapkan kuping Anda untuk mendengarnya berulang-ulang bertanya, “Buka puasa masih lama, ya?” Atau, “Berapa jam lagi azannya?” Yang sabar ya, Bu… Tetap beri dukungan kepadanya. Peluk dan beri semangat. Katakan bahwa Anda bangga dengan usahanya sejauh ini dan Anda akan lebih bangga lagi bila ia berhasil berpuasa sehari penuh.

Baca juga: 5 Perpustakaan Anak yang Seru dan Wajib Dikunjungi

5. Tidur di lantai

Entah kenapa, tidur di lantai jadi kegiatan favorit kala berpuasa. Mungkin ketika kulit bertemu dengan ademnya lantai menciptakan sensasi segar tersendiri. Sensasi ini seakan memberikan kekuatan untuk menjalani puasa dengan… kegiatan tidur-tiduran saja. Sungguh bermanfaat! Tapi, memang hadist meriwayatkan bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Jadi, jangan salahkan si kecil ya. Pastikan saja lantai yang ia tiduri sudah bersih.

Melihat tingkah konyol si kecil saat berpuasa memang menggelikan. Namun dengan dorongan semangat Anda, ia bisa melalui ujian lapar dan dahaga untuk akhirnya mencapai kemenangan dengan berbuka. Ayo dukung usahanya. Lagipula, kalau menilik semua aksi-aksi konyol tadi, jangan-jangan Anda pun pernah melakukannya waktu kecil dulu. Ayo, ngaku




« | »
Read previous post:
ezra walian
Jadi WNI, Eks Pemain Ajax Amsterdam Ezra Walian Siap Berjuang untuk Tim Garuda

Kamis pagi, 18 Mei 2017, Ezra Harm Ruud Walian enggan melepaskan headset dari kepalanya. Lagu Indonesia Raya diputar berulang-ulang. Saat...

Close