Inspirasi Sehat dari Roy Arfandy: Tidak Ada Kata Terlambat!

astra runners community

Kedua tangannya melambai ke atas ketika kedua kakinya menembus garis finish. Serta merta, kelelahan terhapus dari wajahnya, terganti dengan senyuman kemenangan. Keberhasilannya menempuh jarak half marathon (21,098 km) merupakan pencapaian yang tidak mungkin ia lupakan.

Bagaimana tidak? Sebelumnya tidak terbayang dalam benak Roy Arman Arfandy (50 tahun) ia bisa berlari sejauh itu.

Terpacu karena malu

astra runners community

Pria yang kini menjabat sebagai CEO Eurokars Motor Indonesia, ini bahkan bisa dibilang baru saja patah hati. Pasalnya, pengajuan polis asuransinya ditolak oleh perusahaan penyedia karena hasil medical check-up yang tidak memenuhi syarat dalam pengajuan polis Asuransi.

Namun saat itu ia belum serta-merta tertarik dengan olahraga lari. Meski ketika masih menjabat sebagai Presiden Direktur di PermataBank, ia sudah tergabung ke dalam Astra Runners Community, tempat berkumpul para karyawan Astra Group yang gemar berlari. Sampai suatu kali, ia diharuskan membuka acara lari yang diselenggarakan PermataBank di Jakarta. “Selain membuka acara, saya juga harus menjajal aspal dan berlari sejauh lima kilometer yang adalah jarak tempuh terpendek,” kenangnya. Apa yang terjadi? Dari titik start di Sarinah, Jakarta Pusat, napasnya sudah tersengal-sengal meski kakinya baru menyentuh area bundaran Hotel Indonesia.

“Di situlah saya merasa malu dan bertekad untuk mulai berlatih lebih rutin,” ceritanya.

Beruntung, statusnya sebagai pembina Astra Runners Community memberikan motivasi yang kuat. Rekan-rekannya di dalam komunitas tersebut ia akui sebagai motivator terbesarnya. Yang tadinya lari hanya sesekali, bapak dua orang anak yang sudah beranjak dewasa ini mulai menjadikan acara jogging di pagi hari sebagai rutinitasnya. Setidaknya ia berlari dua kali dalam seminggu, satu kali di hari kerja dan satu kali lagi di akhir pekan. Ia pun menetapkan target jarak total yang ditempuh antara 15-20 km per minggu.

Baca juga: Komunitas Astra Runners, Berlari Sambil Beramal

Tentu saja tingkat kesehatan yang dimilikinya saat ini tidak tercapai secara instan. Dari 2 sampai 3 km, ia terus memacu dirinya untuk mencapai tingkat berikutnya. Tahun kemarin, Roy berhasil menyelesaikan jarak tempuh half marathon untuk pertama kalinya. Tahun ini ia menargetkan untuk dapat menempuh jarak full marathon (42,195 km).

Bukan sekadar jarak tempuh

Jarak tempuh lari memang hasil yang mudah terlihat (dan dibanggakan). Namun sesungguhnya ada banyak manfaat kesehatan lain yang Roy rasakan ketika mulai rutin berlari.

Salah satunya, ia terdorong untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Misalnya dengan menghindari makan malam. Serta menerapkan pola tidur yang cukup, mengusahakan agar minimal tidur 6-7 jam sehari.

Selain itu, kondisi kesehatan yang semakin baik membuat daya tahan tubuhnya meningkat. Terbukti, yang dulunya ia bisa didera flu setiap dua bulan sekali, sekarang penyakit itu hanya mampir ke tubuhnya satu atau dua kali dalam setahun.

“Meski sepele, pilek itu cukup mengganggu, lho. Apalagi saya sering harus traveling ke berbagai tempat. Hidung mampet bisa membuat kuping sakit, terutama saat pesawat mendarat,” ceritanya.

Olahraga lari dirasakan Roy lebih praktis karena tidak memerlukan banyak waktu dan perlengkapan. Bahkan tidak memerlukan tempat khusus. “Dulu saya golf. Pagi berangkat dari rumah dan baru pulang ke rumah lagi siang hari. Sudah waktunya lama, kalori yang terbakar belum tentu sebanyak lari,” ucapnya.

Berlari juga memiliki unsur refreshing, terutama jika dilakukan bersama teman-teman. “Buat ajang sosialisasi dan ngurangin stres. Kerjaan berat dan penuh tantangan, perlu refreshing.”

Baca juga: Medical Check-Up Sambil Traveling, Yuk!

Belum lagi, dan yang paling utama, tidak ada lagi angka merah di ‘raport’ kesehatannya. Setelah rutin berolahraga, angka trigliserida dan asam urat yang dahulu selalu menjadi momok pun kembali ke ambang normal. Meskipun, sebenarnya ia masih hobi berwisata kuliner setiap kali ada kesempatan berpergian.

Satu setengah tahun sejak penolakan asuransi, ia pun mengajukan ulang kepesertaan asuransi, dengan melampirkan pemeriksaan kesehatan terbaru. Hasilnya diterima Astra Life dengan kondisi standar tanpa pengecualian ataupun ekstra premi.

Nah, untuk Anda yang baru mencoba berlari, ikuti tips dari Roy berikut ini:

  • Niat harus bulat, baru bisa direalisasikan. Untuk memantapkan niat ini bangun pagi harus disipilin. Tidur jangan telat, maksimal pukul 11 malam. Ketika kita bangun dalam kondisi badan yang kurang segar, rasa malas lebih mudah menghantui.
  • Mulai dari jarak pendek terlebih dahulu baru tingkatkan secara bertahap. Kalau pace atau kecepatan sudah stabil dan napas tidak ngos-ngosan saatnya meningkatkan target jarak tempuh.
  • Sebelum memulai, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dulu, terutama bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
  • Menggunakan aplikasi olahraga juga cukup membantu. Kita bisa menilai progress yang dicapai oleh badan kita.

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat kan? #AyoLoveLife dan jalani hidup sehat untuk dapat mengejar mimpi.




« | »
Read previous post:
siti badriyah
Pengalaman Buruk Sebagai Buruh Migran Jadi Bekal Siti Badriyah Perjuangkan Nasib TKW

Hidup sedang sulit bagi Siti Badriyah pada 2002. Di kampungnya, Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah, wanita kelahiran 1976 ini tidak memiliki...

Close