Ini 5 Kesalahan Keuangan yang Kerap Dilakukan Orang Tua Baru

kesalahan finansial orang tau baru

Menyambut kehadiran si buah hati menjadi momen yang ditunggu oleh setiap pasangan baru. Karena tidak sabar menyambut kehadiran anak, orangtua baru kerap menghabiskan uang untuk hal yang keliru seperti berlebihan membeli popok, pakaian, boks bayi, dan perlengkapan bayi lainnya namun lupa mempersiapkan proteksi yang paling penting, yakni asuransi.

Seperti kita ketahui, menjadi orangtua itu membutuhkan banyak biaya. Dengan menghindari lima kesalahan keuangan berikut, orangtua baru dapat menghemat dan mengalokasikan uang dengan tepat.

1. Tidak memiliki asuransi kesehatan atau gagal memilih asuransi kesehatan yang tepat

Sebelum melahirkan, ada baiknya pasangan suami istri mencari asuransi kesehatan yang tepat dan dapat meringankan proses kelahiran. Saat ini, ada banyak asuransi ibu dan anak yang menawarkan berbagai manfaat seperti menanggung bayi sejak dalam kandungan hingga lahir. Bentuk pertanggungannya pun macam-macam, mulai dari penggantian biaya rawat jalan selama kehamilan, biaya kelahiran, biaya tambahan jika kelahiran mengalami komplikasi, hingga bayi tumbuh menjadi balita.

Baca juga: Pilihan Asuransi Bagi Ibu

Berdasarkan artikel US News yang dilansir pada Februari 2016, kesalahan yang acap kali membuat biaya melahirkan membengkak ialah, pasangan suami istri tidak memiliki asuransi atau tidak memperhatikan benar-benar pertanggungan asuransi kesehatan tersebut. Sebagai contoh, bisa jadi pasangan suami istri memiliki asuransi ibu dan anak, tapi asuransi tersebut tidak menyediakan manfaat jika bayi membutuhkan perawatan di neonatal intensive-care unit (NICU) setelah lahir. Dengan tidak teliti melihat pertanggungan, pasangan suami istri berpotensi mengeluarkan biaya yang besar ketika ibu melahirkan meskipun telah memiliki asuransi kesehatan.

2. Menunda membeli asuransi jiwa

Kematian umumnya menjadi hal terakhir yang dipikirkan oleh pasangan suami istri ketika akan melahirkan. Padahal, asuransi jiwa merupakan hal yang diperlukan oleh setiap pasangan, termasuk mereka yang akan menyambut si buah hati.

Baca juga: Hindari 6 Kesalahan Ini Dalam Membeli Asuransi Jiwa

Artikel US News memaparkan, jika seorang ibu hendak membeli asuransi jiwa, maka waktu terbaik ialah sebelum ia mengandung atau paling telat pada trimester pertama kehamilan. Perusahaan asuransi cenderung tidak menerima ibu hamil setelah trimester pertama karena semakin berat badan ibu hamil bertambah, semakin besar pula risiko kehamilan yang dihadapi seperti di antaranya pre-eklamsia.

3. Tidak menyusun bujet setelah bayi lahir

Mengalokasikan pengeluaran untuk popok, susu, tempat tidur bayi, dan perlengkapan bayi lainnya memang perlu. Namun, yang tak kalah penting ialah menyusun alokasi dana yang lebih besar untuk sang buah hati seperti biaya pendidikan dan asuransi kesehatan anak.

Baca juga: Halo Para Ayah, Jangan Lupa Siapkan 6 Investasi Berikut

Karenanya, pasangan suami istri baru perlu mengerem pengeluaran yang tidak perlu dan menabung lebih banyak untuk pendidikan dan kesehatan anak. Untuk biaya pendidikan anak, pasangan suami istri dapat menyimpan dananya di tabungan berjangka, investasi pasar modal, reksadana, atau asuransi yang memberikan manfaat dana pendidikan. Untuk memastikan anak dapat menuntaskan pendidikan meskipun orangtua telah memasuki usia pensiun, maka pasangan suami istri dapat juga mempersiapkan dana pensiun.

4. Membeli barang yang tidak tepat

Kesalahan selanjutnya yang kerap dilakukan oleh ayah dan ibu baru ialah membeli setiap perlengkapan bayi yang terbaru. Padahal, menurut US News, hanya ada dua perlengkapan bayi yang perlu dibeli dalam kondisi baru dan prima yakni boks bayi dan car seat karena keduanya harus memperhatikan aspek keamanan. Jika terpaksa membeli kedua barang tersebut dalam kondisi second hand, maka pasangan perlu memastikan bahwa produk yang hendak dibeli tidak pernah ditarik oleh pabrik (recall). Pertimbangkan pula untuk menyewa beberapa produk yang penggunaannya tidak dalam jangka panjang. Misalnya kursi yang membantu anak untuk duduk tegak hanya diperlukan saat si bayi berusia 5 sampai 7 bulan. Apalagi sekarang sudah banyak tempat penyewaan perlengkapan bayi, seperti babyloania atau tinytreasure.

Sementara itu, untuk barang perlengkapan bayi lain seperti kamera monitor bayi, mainan, dan pakaian, pasangan ayah dan ibu baru sebetulnya dapat membeli barang second hand. Kalaupun ingin membeli baru, belilah secara bijak dan tidak berlebihan. Cara mengukurnya mudah saja. Jika bayi memakai pakaian yang berbeda setiap hari selama dua minggu, itu artinya pakaian yang dibeli terlalu banyak.

5. Membeli secara emosional dan terburu-buru

Tentu saja jika suami istri begitu antusias menyambut sang buah hati. Namun, pastikan pula jika keuangan diatur oleh pikiran, bukan hati. Membeli pakaian bayi dan perlengkapan bayi hingga usia tiga bulan dianjurkan dilakukan setelah janin memasuki trimester kedua. Karena, janin di usia tersebut dipercaya telah melewati masa berisiko tinggi yang terdapat di trimester sebelumnya.

Baca juga: Kiat Memilih Asuransi Pendidikan untuk Anak

Pada saat baru lahir, bayi belum memerlukan banyak perlengkapan hiburan seperti mainan, bouncer, dan MP3 players. Alih-alih digunakan untuk membeli perlengkapan tersebut, suami istri dapat menggunakan uang untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

Dengan mengetahui lima kekeliruan finansial ini, semoga Anda para ayah dan ibu baru dapat lebih cermat mengelola keuangan. Saatnya Jalani Mimpi dalam menyambut si buah hati!




« | »
Read previous post:
katering sehat
Tips Memilih Katering Sesuai Pola Makan Sehat yang Ingin Anda Terapkan

Komitmen besar dibutuhkan untuk menjalani pola makan sehat. Mulai dari menyusun menu setiap harinya, menyiapkan makanan sesuai kebutuhan, hingga berolahraga...

Close