Hidup Senang Tanpa Bikin Kere di Ibukota ala Jakarta Low End Living

upcycle1

Siapa bilang hidup nyaman di Jakarta harus lebih besar pasak daripada tiang? Jakarta sebagai kota metropolitan kerap diidentikkan dengan biaya hidup tinggi dan gaya hidup yang mahal. Paradigma ini tidak berlaku bagi Kurnia Joedawinata, pendiri gerakan dan komunitas Jakarta Low End Living.

Berawal dari pengalaman pribadinya, Kurnia yang akrab disapa Niang pun terus berusaha menjadikan hidup hemat sebagai gaya hidup di kota besar seperti Jakarta. Sekitar dua tahun lalu, tersisa uang Rp 19 ribu di dompet Niang. Sebagai freelancer, Niang tidak menerima gaji bulanan, sehingga harus memutar otak agar jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhannya. Tapi kondisi ini tak lantas membuatnya ciut.

“Awalnya karena bokek. Lalu iseng-iseng saya nulis di Facebook tentang 25 Low End Tips for Freelancer,” ujar Niang, 40 tahun.

Tak disangka, tulisannya mendapat lebih dari 50 respon positif. Fakta ini membuatnya berpikir bahwa ia tidak sendirian dan ia pun sontak merasa geregetan. Terlintas dalam benaknya untuk menjadikan hidup hemat sebagai gaya hidup sehari-hari.

“Hidup hemat itu bukan sesuatu yang baru, namun melalui grup di Facebook saya membuatnya menjadi sesuatu yang hype. Misalnya kita masih bisa makan dengan uang Rp 7 ribu di warteg. Yang pasti hidup hemat namun tetap berkualitas,” jelas Niang tentang latar belakang terbentuknya Jakarta Low End Living.

Melihat animo yang besar, grup Facebook Jakarta Low End Living dibuat dengan empat administrator, termasuk Niang. Grup yang anggotanya mencapai 6999 (sampai awal Maret 2016) ini terbuka untuk umum dan menjadi sarana berbagi tips cerdas hidup hemat. Langkah ini terinspirasi paham Swarmwise dari Swedia, yang berusaha mengembalikan titik-titik kekuasaan pada masyarakat.

Facebook menjadi satu-satunya wadah bernaung Jakarta Low End Living. Pasalnya media sosial ini dinilai paling luas keanggotaannya dan paling bertahan bahkan terus berkembang. Sebagai administrator, Niang menyortir anggota serta tips yang akan dipublikasikan.

“Saya lebih senang menyebutnya sebagai eksperimen sosial. Karena tujuannya adalah mendorong anggotanya aktif berinisiatif untuk berbagi ide. Dan sebenarnya grup di Facebook ini hanya sebagai fasilitator. Harapan saya semua anggota bisa terus aktif bukan karena adanya seseorang yang memimpin melainkan karena adanya ide yang positif untuk dijadikan gaya hidup,” urai Niang yang merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Berbagai tips bisa ditemukan di grup ini, mulai dari tips memanfaatkan barang bekas menjadi perabot rumah tangga, tips bertransportasi hemat di Jakarta, tips menghemat keuangan rumah tangga, tips remake pakaian lama, tips sehat dengan olahraga murah, hingga info garage sale.

“Semua postingan disortir agar tidak menjadi grup jual-beli. Karena menurut saya instead of buying lebih baik kita menciptakan sesuatu,” tegasnya.

Meski pernah mengadakan kopi darat, Niang tidak mewajibkan untuk diadakannya kopi darat secara rutin. Ia membebaskan para anggota untuk kopi darat atau tidak. Pasalnya Niang yakin dengan aktifnya para anggota untuk berbagi tips hidup hemat di grup, maka gerakan Jakarta Low End Living akan terus menyala.

Niang berharap ide besar ini terus menyebar ke kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Bali, maupun Medan. Ia melihat kehadiran Jakarta Low End Living ini sebagai salah satu cara untuk menyeimbangi sistem perekonomian yang berlaku saat ini. Bahkan ia yakin gerakan ini tidak hanya bisa diterapkan oleh freelancer atau anak kost, melainkan juga pasangan suami-istri yang tinggal di kota besar.

Tips praktis untuk menyelamatkan baju dari noda
Tips praktis untuk menyelamatkan baju dari noda

Beberapa tips untuk bertahan hidup di Jakarta ketika tanggal tua versi Jakarta Low End Living yang bisa Anda coba praktikkan:

1. Mencuci pakaian dengan garam

Ya garam bukan hanya bermanfaat sebagai bumbu dapur, melainkan juga untuk mencuci pakaian kotor. Rendam pakaian kotor dengan garam sekitar 10 menit, 1 sdt garam untuk 3 potong pakaian. Lalu kucek pakaian hingga bersih dan bilas kemudian jemur. Selain menghemat anggaran detergen, penggunaan garam membuat pakaian jadi bersih serta warna tidak luntur. Bahkan Anda menghemat listrik dengan mencuci pakai tangan.

Jika Anda ingin mencuci dengan mesin, sebaiknya pastikan tidak ada logam di dalam mesin agar tidak berkarat terkena garam.

2. Buat sendiri es kopi susu ala kafe

Menikmati segelas kopi susu di kafe pada akhir pekan tentunya menyenangkan. Namun jangan sedih jika dompet Anda sedang kempis. Anda masih bisa membuat es kopi susu selezat buatan kafe di rumah. Caranya bekukan susu cair atau susu kental manis yang telah diseduh di freezer. Agar praktis, bekukan susu di kotak es batu.

Kemudian buatlah secangkir kopi andalan. Saat kopi masih dalam keadaan panas, celupkan susu beku tadi. Kocok sebentar, dan nikmati kopi susu yang bertekstur creamy ala kafe.

Baca juga 5 Ide Kado DIY Keren untuk Ibu Tersayang

3. Pasta gigi bersihkan noda di baju

Baju kesayangan terkena noda tinta saat bekerja? Pasti menyebalkan. Jangan buru-buru membuangnya. Anda cukup oleskan pasta gigi di tempat noda yang menempel. Diamkan hingga pasta gigi mengering. Kemudian cuci baju dan jemur hingga kering. Dijamin baju Anda kembali bersih dan siap dipakai kembali.

4. Tukar buku

Membaca bisa membunuh waktu luang Anda. Menjadi buah simalakama jika Anda harus membeli buku-buku yang harganya tidak murah saat tanggal tua.

Tukar buku tentu bisa menjadi solusinya. Sesama anggota grup Jakarta Low End Living, Anda bisa bertukar buku bacaan dengan anggota lainnya. Varian buku beragam, mulai dari buku fiksi hingga non-fiksi. Anda bisa membaca banyak buku tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

5. Sebungkus nasi putih di convenience store bisa menyelamatkan

Siapa sangka seporsi nasi putih di convenience store (konbini) bisa menyelamatkan di detik-detik menjelang gajian. Sebuah konbini menyediakan nasi putih seharga Rp 3000 nett tanpa pajak. Tentunya ini lebih murah dibandingkan beli di gerai fastfood. Meskipun harganya sama dengan nasi di warteg, namun convenience storeyang buka 24 jam memungkinkan Anda makan di tengah malam.

Cukup beli seporsi nasi putih, minta dipanaskan di microwave kemudian nikmati dengan gorengan seperti tahu atau perkedel. Uang recehan di kantong Anda pun masih bisa dipakai untuk makan bukan?

Penasaran apa saja tips-tips hidup hemat ala Jakarta Low End Living? Anda bisa membaca berbagai tips di grup Facebook, kemudian praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan tidak mungkin Anda dapat bertahan, bahkan ‘menaklukkan’ ibukota dengan cara-cara yang sederhana.

Setelah mempraktikkannya, lengkapi hidup Anda dengan proteksi diri sejak dini. Proteksi diri ini bisa meliputi proteksi kesehatan maupun pensiun (masa tua) seperti asuransi yang bisa Anda peroleh dari Astra Life. Bukan tidak mungkin hidup Anda akan semakin nyaman dan menyenangkan di hari tua nanti.

Baca artikel Keluarga lain di sini.




« | »
Read previous post:
41979676_L
Tips Olahraga di Kendaraan, Ketika Macet Melanda

Sejumlah jalur di Waze telah berwarna merah marun. Bahkan di jalur tikus pun kecepatan kendaraan terlihat hanya 4 km per...

Close