Hai Perempuan, Saatnya Menikmati Setiap Bahagia Kecil dalam Hidupmu

screen-shot-2017-04-21-at-7-11-23-pm

Baru-baru ini seorang rekan kerja menghampiri saya untuk berkeluh-kesah. Sebut saja dia Anisa. Posisinya di perusahaan kami sudah cukup mapan. Namun di usianya yang tidak lagi muda dengan anak balita, kadang ia merasa berada di tempat yang salah. Saat karier menyita waktu, urusan keluarga juga tak kalah memakan perhatian dan energinya.

Baca juga: Kenali 10 Ciri Perempuan Mandiri Secara Finansial

Boro-boro memikirkan kesenangan, menjaga hubungan sosial dengan teman dan kerabat lama saja kerap menjadi tantangan. Boro-boro memikirkan hobi baru, menjalani rutinitas harian dengan tingkat kewarasan normal saja perlu perjuangan.

Me time = bahagia kecil

Curhatannya dilanjutkan dengan gambaran aktivitasnya setiap hari. Setiap pagi ia bangun pukul 6 pagi untuk menyiapkan menu makan anak-anaknya; seorang bayi berusia 10 bulan dan anak balita yang masih duduk di bangku prasekolah. Semua harus sudah siap sebelum pukul 8 pagi, jam di mana ia akan memesan ojek online yang akan mengantarnya ke kantor.

Durasi 9 jam di kantor ia gunakan secara optimal demi memastikan semua pekerjaan terselesaikan sebelum pukul 6 sore. Kembali ke rumah, ia tidak bisa langsung beristirahat. Tugas meninabobokan anak-anaknya sudah menunggu. Bahkan saat mereka sudah tertidur pulas, kadangkala ia masih membuka laptop demi mengejar sebagian tugas yang harus diselesaikannya.

Ke salon? Gaul? Jalan-jalan ke mal? Aktivitas itu hanya ia jadwalkan bila memang perlu saja. Selebihnya, ia memilih untuk mendedikasikan waktunya untuk keluarga. Alasan dia, “Sebagian besar waktu saya sudah dihabiskan di kantor… Masak sih, saya masih mau minta ekstra waktu untuk diri sendiri? Egois nggak sih?”

Baca juga: Me Time Bawa Segudang Manfaat untuk Ibu dan Keluarga

Nah, rasa bersalah memang kerap jadi hal yang memberatkan banyak perempuan—terutama Anda para ibu—untuk menikmati kebahagiaan kecil di sekitar kita. Nyatanya, sebuah survei menunjukkan bahwa masih ada perbedaan yang cukup signifikan dalam hal durasi waktu bersantai yang bisa dinikmati para ibu dan ayah. Para ayah menghabiskan 5,5 jam pada Sabtu dan Minggu untuk bersantai ria. Sementara para ibu hanya punya waktu bersenang-senang 4,5 jam di saat wiken.

Padahal, sebuah penelitian lain yang dilakukan University of Michigan, Amerika Serikat, memperlihatkan pentingnya waktu untuk diri sendiri. Utamanya bagi pasangan yang sudah berumah tangga. Menurut survei itu, kurangnya “me time” menjadi salah satu penyebab utama rumah tangga yang tidak bahagia.

Masih kurang yakin akan pentingnya menyisakan waktu untuk diri sendiri? Para psikolog mendaftar setidaknya 8 manfaat me time. Di antaranya untuk menyegarkan pikiran, membuat kita lebih relaks, memperbaiki konsentrasi, membuat kita lebih produktif, memberi ruang untuk mengenal diri sendiri, memiliki waktu untuk berpikir secara mendalam, membantu proses pemecahan masalah, dan bahkan memperbaiki kualitas hubungan pasangan.

Trik mudah selipkan waktu

Oke, kini Anda sudah yakin akan pentingnya me time. Lalu, bagaimana cara menerapkannya? Lima trik ini mungkin bisa Anda coba.

463260136

1. Bangun lebih pagi

Bangun 30 menit lebih awal dari anak-anak dan pasangan Anda untuk melakukan apa yang Anda sukai. Saya menerapkan ini untuk jalan pagi di sekitar komplek perumahan saya. Selain sehat, pikiran pun jadi lebih segar.

2. Ruang untuk pribadi itu perlu

Jika ruangan kantor Anda memiliki pintu, tutup pintunya. Sederhana, tapi dengan demikian Anda benar-benar terpisah dari lingkungan kantor dan cara ini ampuh untuk menjernihkan pikiran dan fokus. Bilapun kantor Anda tidak bersekat, coba sesekali bekerja di luar kantor, di kedai kopi misalnya.

3. ‘Istirahatkan’ gadget

Salah satu tantangan terbesar untuk “me time” adalah gadget yang secara terus-menerus menyita perhatian Anda. Jadi, jangan takut untuk sesekali terlepas dari smartphone Anda. Saya pernah lupa membawa handphone ke kantor. Dan di luar kekhawatiran saya, hari itu justru berjalan lebih produktif. Pekerjaan selesai lebih cepat dan waktu makan siang terasa lebih fulfilling.

4. Ganti suasana

Manfaatkan waktu makan siang untuk terlepas dari pekerjaan. Hindari terus-menerus makan siang di kantor, apalagi untuk alasan pekerjaan. Sejujurnya, jumlah tugas Anda tidak akan habis. Sesudah tugas satu selesai, masih akan ada tugas lain yang menanti Anda. Istirahat makan siang adalah hak karyawan. Bahkan sesekali cobalah suasana baru dengan makan siang di taman.

5. Jadwalkan

Jika cara-cari tadi masih kurang berhasil, coba berkomitmen dengan menjadwalkan waktu kencan dengan diri sendiri. Buat schedule di google calendar Anda dan lakukan hal yang memang Anda inginkan. Apakah itu sekadar berbelanja untuk diri sendiri atau treatment special di salon langganan.

Dari kelima hal tadi, kunci yang akan membuatnya mudah dijalankan adalah mengganti mind-set Anda terlebih dahulu. Tanamkan pola pikir bahwa Anda memang benar-benar layak mendapatkan waktu untuk diri sendiri. Bahwa sesungguhnya setiap perempuan adalah seorang Kartini yang telah mengerjakan hal-hal besar dalam hidupnya, sehingga ia patut menerima kebahagiaan kecil dalam kesehariannya.

Dan betapa pun kecil dan sederhana, sesungguhnya hal itu bisa melahirkan kebahagiaan besar yang akan berdampak positif untuk Anda sendiri dan orang-orang di sekitar Anda. Selamat Hari Kartini untuk Anda, para perempuan hebat!




« | »
Read previous post:
17684273_high_res_comp
Kenali 10 Ciri Independent Woman Secara Finansial

Sebuah penelitian yang membandingkan angka harapan hidup wanita vs pria menemukan kesimpulan yang valid dan hampir absolut. Bahwa, perempuan memiliki...

Close