Jadi WNI, Eks Pemain Ajax Amsterdam Ezra Walian Siap Berjuang untuk Tim Garuda

ezra walian

Kamis pagi, 18 Mei 2017, Ezra Harm Ruud Walian enggan melepaskan headset dari kepalanya. Lagu Indonesia Raya diputar berulang-ulang. Saat itu, dia tengah dalam perjalanan menuju Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta di bilangan Cawang, Jakarta Timur.

Sejak dua bulan sebelumnya, Ezra Walian sudah mempelajari lagu ciptaan WR Supratman tersebut. Namun, remaja yang lahir dan besar di Belanda itu terkadang lupa lirik dan nada. Maklum, 19 tahun waktunya dihabiskan di Negeri Kincir Angin. Siang itu, dia berharap bisa menyanyikannya dengan benar di Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta.

Ada Garuda di dadanya 

ezra walian

Momen itu tiba. Dia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia di depan pejabat Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta. Meski sesekali melirik ke layar yang menunjukkan teks Indonesia Raya, Ezra berhasil menyanyikannya.

Tak lama kemudian, Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Endang Sudirman mengambil sumpah. Ezra bersama ayahnya, Glenn Arthur Walian, serta empat warga asing lainnya diambil sumpah sebagai warga negara Indonesia. Didampingi agennya, Wide Putra, Ezra mengulangi ucapan Endang. Saat membacakan sumpah sebagai WNI, matanya tak bisa menyembunyikan keharuannya.

“Saudara sudah resmi berstatus warga negara Republik Indonesia. Segera tanggalkan atribut kewarganegaraan sebelumnya,” kata Endang kepada Ezra dan Glenn setelah pengambilan sumpah.

Usai prosesi tersebut, Ezra lega. “Kini tak ada halangan lagi bagi saya untuk bergabung dengan tim nasional U-22 dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.”

Baca juga: Martunis, dari Tsunami Aceh sampai di Sporting Lisbon

Keinginan Ezra membela Merah Putih bukan muncul baru-baru ini saja. Dia sudah mengidamkannya sejak berusia 10 tahun. Awalnya, Ezra menyaksikan pertandingan tim nasional Indonesia di Bali bersama ayahnya. Ketika itu, remaja berdarah Manado, Sulawesi Utara tersebut mengutarakan keinginannya untuk mengenakan jersey Garuda. Ayahnya hanya bisa mengamini hasrat Ezra.

Ayah Ezra, Glenn, memang hobi bermain bola. Bahkan, Glenn yang sejak usia tiga tahun hijrah dari Manado ke Belanda sempat membela klub lokal di Amsterdam, Belanda. Seperti pepatah bilang, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, bakat itu menurun ke Ezra.

Ibu Ezra, Linda Bos, merupakan warga kebangsaan Belanda. Ezra memiliki dua kakak perempuan. Menurut Glenn, awalnya dia dan Linda sudah merasa sudah cukup dua anak. Tapi belakangan terbersit keinginan Glenn untuk memiliki anak laki-laki. Alasannya sederhana yaitu agar bisa main bola bareng. Ternyata keinginan Glenn dijawab dengan lahirnya Ezra.

Mengasah bakat di klub bola AZ Alkmaar

ezra walian

Ezra lahir di Amsterdam pada 22 Oktober 1997. Sejak kecil, minatnya terhadap bola sudah terlihat. Dia senang mengejar bola saat belajar merangkak.

Sadar dengan bakat anaknya, Glenn memasukkan Ezra ke klub sepakbola lokal. Naluri Glenn tak keliru. Ezra sudah mempertontonkan kepiawaiannya mengolah si kulit bundar sejak usia 9 tahun. Bahkan, Ezra beberapa kali bermain melawan anak-anak yang lebih tua.

Tidak butuh waktu lama bagi para pemandu bakat bola di Belanda untuk mengendus kehadiran Ezra. Aksi Ezra masuk radar pemandu bakat dari akademi sepak bola AZ Alkmaar. Klub AZ Alkmaar membujuk Gleen agar Ezra diboyong ke AZ Alkmaar. Tapi Glenn menolak. Dia merasa Ezra masih terlalu muda. Selain itu, Glenn masih ingin melatih Ezra secara langsung.

Ezra sempat menangis ketika tahu ayahnya menolak tawaran AZ Alkmaar. Apalagi, AZ Alkmaar merupakan salah satu klub papan atas di Belanda. Tapi lamat-lamat Ezra bisa memahami keputusan ayahnya.

Baca juga: Tontowi dan Liliyana, Satukan Keberagaman demi Berikan Emas untuk Indonesia

Sedangkan, di kubu AZ Alkmaar, penolakan dari Glenn tidak membuat mereka kapok. Setahun kemudian, pemandu bakat AZ Alkmaar kembali membujuk Glenn agar mengizinkan Ezra hijrah ke AZ Alkmaar.

Glenn akhirnya merestui kepindahan Ezra. Pertimbangannya saat itu, permainan Ezra sudah matang dan sudah saatnya mencicipi kasta bola yang lebih tinggi lagi.

Hanya empat tahun ditempa di kawah candradimuka Akademi Sepakbola Alkmaar, Ezra dipanggil membela tim nasional Belanda usia di bawah 15 tahun.

Karier kinclong bersama Ajax

ezra walian

Sejak itu, nama Ezra diperhitungkan di kancah sepak bola Belanda. Tawaran lain pun berdatangan. Kali ini dari klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam.

Tidak seperti saat dilirik AZ Alkmaar yang harus melewati banyak pertimbangan, Glenn tak berpikir dua kali untuk menerima tawaran Ajax. Apalagi, Ajax merupakan salah satu klub yang dianggap memiliki akademi sepak bola terbaik di dunia selain Barcelona. Selain itu, Glenn dan Ezra tinggal di Amsterdam yang merupakan markas besar Ajax. Ezra pun mengidolakan pemain-pemain jebolan Ajax macam Robin van Persie.

Ketika berusia 16 tahun, Ezra diganjar kontrak profesional empat tahun oleh Ajax. Dia mulai membela tim Ajax U-18. Kariernya di Ajax U-18 pun terbilang kinclong. Dia tampil 20 kali dan mampu mengemas enam gol serta satu assist dalam Liga Eredivisie U-19.

Ketika membela Ajax U-19, Ezra tampil di Liga Eredivisie U-19 dan Netherlands Cup U-19. Pemain berambut gondrong itu mengemas 13 gol dan lima assist dalam 31 laga. Saat ini pula dia pernah mencicipi ajang UEFA Youth League. Dia enam kali diturunkan dan menceploskan satu gol. Ezra pun tercatat pernah merumput bersama timnas Belanda U-15, U-16, serta U-18.

Baca juga: Beladiri untuk Perempuan? Ini Rekomendasi Tempatnya

Mulai 2016, Ezra terhitung sebagai pemain profesional. Dia membela tim Jong Ajax atau Ajax U-21. Dia tampil di kompetisi kelas dua di Liga Belanda, Eerste Divisie.

Meski kariernya terbilang mulus, Ezra tidak mau lengah. Sebab, persaingan di sepak bola Belanda sangat sengit. Posisinya bisa tergeser jika tampil buruk.

Belum lama ini Ezra mengakhiri kontraknya dengan Ajax. Ada tiga klub yang kepincut meminangnya. Di antaranya juara Liga Prancis AS Monaco, klub Liga Primer Inggris Reading, dan klub Belanda FC Utrecht. Hingga berita diturunkan, Ezra belum menentukan klub yang akan dibelanya. Namun, dia berharap kariernya terus melesat.




« | »
Read previous post:
berbagi
Enam Khasiat Berbagi untuk Kesehatan Jiwa dan Raga

"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah." Demikian peribahasa berkata. Ucapan tersebut memiliki makna bahwa memberi lebih baik...

Close