Evan Raditya, Ilustrator Asal Malang yang Terlibat di Film Hollywood

evan raditya

Masih ingat dengan film Ghost in the Shell (GITS) yang dibintangi Scarlett Johansson dan ditayangkan di bioskop beberapa waktu lalu? Tentu Anda juga masih ingat dengan ilustrasi yang dipakai sebagai materi promosi film ini.

Ilustrasi yang kental bergaya Jepang tersebut ternyata tidak dibuat oleh seniman asal Jepang. Adalah Evan Raditya Pratomo, ilustrator muda asal Malang, Indonesia, yang membuat desain poster untuk film rilisan Hollywood tersebut.

Dalam poster tersebut, Evan menggambarkan Major dan Batou, dua karakter utama dalam GITS, dengan elemen air di tengah-tengah gambar wajah mereka. Evan menuangkan kreativitasnya dalam dua poster berjudul Ghostdive dan Ghosthack untuk mendukung peredaran film produksi Paramount Pictures Corporation yang dirilis Maret 2017 lalu itu.

evan raditya

Evan adalah satu dari sejumlah ilustrator dunia yang dilibatkan dalam pembuatan poster film GITS. Selain Evan, GITS juga mengajak Hsiao Ron Cheng (Tiongkok), Gustavo Torres (Argentina), Jan Urschel (Singapura), Pete Lloyd (Spanyol), dan Hayden Zezula (Amerika Serikat) untuk berkolaborasi.

Keterlibatan Evan dalam film tersebut sebenarnya bermula pada Mei 2016 lalu. Saat itu, ilustrator berusia 26 tahun yang lebih dulu dikenal sebagai pendiri Papercaptain Studio ini mendapat surat elektronik kejutan dari Paramount Pictures Corporation. Namun surat penawaran tersebut tidak lantas membuatnya senang. Ia justru bertanya-tanya. Tidak percaya begitu saja, ia bahkan sempat berpikir, “Jangan-jangan ini hanya spam,” kenangnya.

Lulusan Jurusan Visual Communication Design (VCD) UC, Surabaya tersebut berusaha mempercayai isi email tadi. Ia membacanya untuk kedua dan ketiga kalinya. Masih skeptis, ia mencoba mempelajari email tersebut secara cermat. Sampai akhirnya ia berkesimpulan bahwa email tersebut merupakan penawaran resmi. Hal ini ia pastikan setelah melihat bahwa email tersebut dikirimkan sehari setelah ia mengunggah desain terbaru di akun media sosial Papercaptain.

“Ternyata mereka tahu dari situ. Dalam email tersebut mereka juga melampirkan karya saya yang mereka anggap menarik,” ucap Evan yang langsung membagikan kabar gembira tersebut kepada orang tuanya.

Untuk proyek pembuatan ilustrasi tersebut, Evan diharuskan datang ke lokasi syuting film GITS di Selandia Baru, seminggu setelah konfirmasi didapatkan. Waktu yang singkat membuat Evan sempat waswas. Apalagi ia belum memegang visa di tangan. Untungnya hal ini tidak dianggap halangan bagi Evan. Dengan tekad kuat ia berusaha mengurus persyaratan keberangkatan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Semangat dalam diri Evan semakin berkobar karena di saat yang sama ia ingin memberikan kado istimewa untuk ibunya, Putri Untasnia. “Bersyukur saya baru dapat visa tepat di hari ulang tahun Mama. Saya langsung bilang kalau keberangkatan saya itu adalah kado spesialnya,” ujar Evan kepada IDN Times.

Tiba di Selandia Baru, Evan diselimuti perasaan tidak percaya. Bagaimana tidak, ia menjadi bagian dari produksi film Hollywood! Ia bisa melihat langsung proses produksi film tersebut. Belum lagi, Evan juga dapat melihat langsung bagaimana aktor dan aktris Hollywood seperti Scarlett Johansson, Takeshi Kitano, Michael Pitt, dan Pilou Asbaek, beraksi di depan kamera.

Sumber: printerous
Sumber: printerous

Tapi ia tidak semata-mata hanya melihat proses produksi. Dari sini ia memperoleh latar belakang yang diperlukan untuk menyelesaikan apa yang sudah ditugaskan padanya, yaitu mendesain dua poster film GITS. Tenggat pun ditetapkan. Ia harus menyelesaikan satu poster dalam waktu tiga minggu.

Meski dunia ilustrasi bukanlah hal yang baru ia geluti, merancang poster film adalah hal yang baru baginya. Dan tugas ini ia akui tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang harus ia pelajari, di antaranya karakter tiap tokoh dalam film, jalan cerita, hingga detail visual dari film tersebut. “Saya harus mencari apa yang menarik dan bisa ditonjolkan dalam desain poster,” ujar ilustrator yang banyak terinspirasi dari penulis buku anak-anak H.C Andersen ini.

Usaha Evan berbuah manis. Poster yang ia desain mendapatkan feedback positif dengan revisi minor. Ia pun diundang ke Tokyo, Jepang untuk melihat screening perdana film GITS. Benar-benar pengalaman yang tidak bisa dilupakan.

Sebelum dikenal sebagai ilustrator GITS, Evan lebih dulu dikenal sebagai ilustrator buku anak, Papercaptain Studio. Memulai kiprah desainnya lewat produksi desain brosur dan logo pada 2010, Evan menelurkan karya ilustrasi buku anak pertamanya pada 2011. Karya-karya Evan memiliki karakteristik unik yang merupakan perpaduan antara gaya Eropa dan Jepang. Evan sukses memposisikan Papercaptain Studio dengan ciri khas ilustrasi anak yang penuh warna sekaligus jenaka sekaligus klasik.

Membanggakan dan menginspirasi, bukan? Jadi, jangan ragu dengan kemampuan diri Anda sendiri, ya!




« | »
Read previous post:
hari pertama kerja
Ketahui Apa yang Sebaiknya (dan Tidak) Anda Lakukan di Hari Pertama Kerja

Hari pertama kerja di tempat baru merupakan hari yang menentukan karier Anda selanjutnya dan karenanya kerap membuat Anda gugup atau...

Close