Dari AADC2: Agar Tidak Ada Kalimat “Yang Kamu Lakukan Ke Saya Itu Jahat” Di Antara Kita

aadc2_edt

“Sejak gue ketemu elo, gue berubah jadi orang yang beda! Orang yang nggak bener!” Kata Cinta di koridor sekolah saat bertengkar dengan Rangga.

Cinta, seperti remaja cewek populer pada umumnya, hidup mudah, aktif, eksis dan gaul. Perkawanan dengan Maura, Karmen, Milly dan Alya berjalan erat, saling berbagi, saling mengisi. Sampai kemudian dia bertemu Rangga, cowok pemenang lomba penulisan puisi di sekolah. Rangga yang antisosial dan bersikap dingin, mengubah hidupnya. Perbedaan karakter, latar kehidupan keluarga dan cara memandang persoalan sering memicu pertengkaran. Dan ketika hati saling terkait, semesta tak memberi dukungan, mereka harus terpisah. Jakarta dan New York.

Bait-bait puisi Rangga yang ditulis pada buku yang diberikan pada Cinta adalah pengungkapan janji, di lain waktu dia akan kembali ke Jakarta, pada Cinta.

Tapi aku pasti akan kembali,

dalam satu purnama

untuk mempertanyakan

kembali cintanya

Bukan untuknya, bukan

untuk siapa

Tapi untukku, karena aku

ingin kamu

Itu saja.

Ada Apa Dengan Cinta (2002) dengan seluruh karakter utama adalah dekat dengan kita. Cerita tak jauh dari apa yang kita lihat, kita dengar. Karakter-karakter di dalamnya bisa saja merupakan kepingan karakter teman-teman terdekat atau bahkan sebagian justru sifat yang juga kita miliki. Dan untuk ini kemudian AADC merebut antusiame penonton film Indonesia dan terjadi euforia.

Screen Shot 2016-04-27 at 11.09.36 AM

Apa kabar sekarang?

Tentang hubungan Cinta dan Rangga. Tentang Cinta dan teman cewek segengnya? Setelah 14 tahun, AADC2 menjawabnya.

Kali ini penyutradaraan dipegang Riri Riza, menampilkan akting yang konsisten seperti sebelumnya. Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, Titi Kamal, Adinia Wirasti dan Sissy Priscilla kembali pada karakternya sebelumnya, tak hilang kesinambungan.

Dengan latar Yogyakarta, Jakarta dan New York, cerita AADC2 digulirkan dengan runtun. Persoalan yang disampaikan, tren gaya hidup dan bahkan cara bicara kekinian yang terasa dekat dengan kita. Mengalir alami, menuntun menuju klimaks yang merupakan jawaban dari pertanyaan selama lebih satu dekade. Lansekap kota pun dipaparkan dengan puitis, seperti puisi Aan Mansyur yang dibacakan dengan mengesankan oleh Rangga.

Kadang-kadang, kau pikir mudah

mencintai

semua orang daripada melupakan

satu orang, jika

ada orang telanjur menyentuh inti

jantungmu

mereka yang datang kemudian

hanya menyentuh

kemungkinan

Dan tentu AADC2 tetap pada fokus perjalanan kisah kasih Cinta dan Rangga, setelah sembilan tahun mengaburkan kabar. Apakah mudah untuk mengembalikan kasih yang terpenggal bertahun-tahun? Bagaimana dengan kepercayaan dan pengertian? Bagaimanapun persoalan pertalian hati tak pernah mudah, jika sudah dibenturkan dengan kekecewaan dan bahkan sakit hati.

Cinta dan Rangga bukan sekadar drama kisah kasih manusia umur 30an. Ada Apa dengan Cinta adalah milik kita, begitu pun AADC2 ini, semacam potret kehidupan cinta yang mungkin pernah dialami setiap manusia; bagaimana memberi tempat bagi mantan pacar? Memberi kesempatan lagi atau malah melemparkan ke tempat terjauh dari ingatan, sehingga tak ada lagi pemicu untuk mengenangnya?

AADC2 tak boleh terlewatkan karena juga seperti pelajaran tentang bagaimana bersikap, tentang menghadapi kenyataan kisah kasih yang bisa saja tak berjalan seperti dalam kehendak, dan juga tentang menjatuhkan pilihan. Berikut adalah intisarinya:

1. Siraman komunikasi adalah esensi sebuah hubungan.

Pesan pada SMS, email pribadi itu ditulis bukan hanya untuk dibaca semata, tapi juga butuh jawaban. Telepon berbunyi itu untuk diangkat, untuk ditanggapi. Mengabaikan pesan dan telepon orang terdekat itu dalam waktu lama, bukan sekadar memutuskan tali percintaan tapi bisa jadi dianggap memutus silaturahmi. Fatal kalau sudah berkaitan dengan jalinan hati. Siapapun, bukan hanya Cinta pasti akan habis waktu, habis sabar untuk sekadar menunggu.

2. Membuka diri adalah kunci.

Membuka diri itu tak gampang apabila berbenturan dengan harga diri. Padahal semestinya membuka diri akan menciptakan kesepahaman pada pasangan. Apalagi ini persoalan keadaan diri, dan diri memiliki kaitan dengan orang lain. Menutup diri dari kekasih dan bahkan menghilang bertahun-tahun karena keadaan, tidak menyelesaikan masalah. Rangga pernah tak mengerti soal ini, harga dirinya melebihi dari apapun.

3. Sampingkan egoisme, bersikap adil dan jujur pada pasangan, adalah kunci keberhasilan sebuah hubungan.

Laki-laki bagaimanapun adalah makhluk yang sepertinya tumbuh dengan egonya, makin tua makin kuat egonya. Bagaimana bisa berjalan beriringan dengan orang lain, kalau berdiri di kaki sendiri saja goyah? Cukup dimengerti kalau kemudian lelaki manapun tak ingin menjadi pelengkap penderita bagi pasangannya. Begitu pun mungkin Rangga dalam “pelarian” 9 tahunan. Tapi apakah itu adil buat pasangan? Apakah itu tidak kejam buat perempuan? Karena yang namanya “in relationship” itu bukan hanya pada kondisi kuat mental. Siapa tahu justru pasanganmu mampu membantu mengangkat beban psikologismu. Padahal hanya dengan jujur dan mengabaikan ego, bisa membantu menyelesaikan masalah.

Screen Shot 2016-04-27 at 11.09.57 AM

4. Mengakui kesalahan dan meminta maaf itu butuh keberanian.

Seringkali mudah untuk berucap “ya saya salah, saya minta maaf” tapi kan persoalan tidak berhenti di situ dengan mudahnya, justru bagaimana bersikap setelahnya. Mampu nggak untuk kasih jaminan bakal tidak mengulangi lagi, dan selanjutnya bersikap lebih toleran pada pasangan? Rangga dan Cinta berkutat dengan persoalan ini. Gimana sih, Rangga?!

5. Sebaliknya, memaafkan adalah jawaban.

Memaafkan jauh lebih susah daripada meminta maaf. Dalam maaf seharusnya ada usaha untuk melupakan. Mengingat kesalahan hanya mengembalikan sakit hati dan dendam. Memberi maaf bukan saja baik buat orang lain, tapi justru untuk diri sendiri. Ada perasaan kelegaan saat tembok kebencian hancur, saat sakit hati menguap. Cinta untuk Rangga, Rangga untuk ibunya yang telah meninggalkannya dan bapaknya.

Baca Juga: 6 Waktu Berkualitas Bersama Pasangan

6. Pentingnya kepastian dalam sebuah hubungan.

Bagi siapapun. Kepastian adalah dambaan dalam ikatan sebuah hubungan. Mau ke mana? Mau sampai mana? Permasalahan ada bukan untuk ditinggalkan tapi diselesaikan, sampai kemudian kita tahu akan terus lanjut atau sudah saja. Menggantung nasib seseorang apalagi pacar seharusnya menjadi delik aduan mengenai kekerasan dalam pacaran. Karena Rangga, 9 tahun Cinta harus menggantung nasibnya. Yang sabar ya, Cinta…

7. Selalu percaya pada hati nurani.

Di setiap tikungan perjalanan hidup, kita pasti dihadapkan pada sebuah pilihan. Demikian juga dengan pertalian cinta. Persoalan memilih bisa saja lebih mengesampingkan kata hati dan menonjolkan rasio. Ketakutan pada rasa tidak aman dan tidak nyaman akan masa depan, seringkali menjadi unsur paling kuat yang mendorong seseorang dalam menentukan memilih. Padahal hati tak mungkin bohong pada diri sendiri. Hati menciptakan insting tentang siapa yang mampu membahagiakan, dan sudah seharusnya ini menjadi dasar dalam menentukan pilihan. Dan ketika nurani berkata, akan memilih jalan yang manakah, Cinta?

Screen Shot 2016-04-27 at 11.09.22 AM

8. Dengar kata malaikat yang berwujud teman dalam “inner circle”.

Mereka adalah orang-orang yang dalam suratan takdirnya menjadi pihak yang bukan hanya menerima kita apa adanya, bagaimanapun kondisinya, tapi juga memberi kisi-kisi jawaban tentang persoalan hidup yang harus diselesaikan. Bisa saja bahu mereka ringan untuk tempat rebah kepala kita, suara mereka bisa juga pemecah kebuntuan dari pikiran, dan dari mereka kita tahu bagaimana harus mengambil sikap. Cinta beruntung memiliki Maura, Karmen dan Milly, teman segenknya yang tulus “ada” untuk masing-masing.

Dan ketika kita bisa mengaplikasikan pelajaran sikap dalam berhubungan, dengan pasangan maupun sahabat, maka saat itulah hidup menjadi lebih sempurna. Bukankah begitu?




« | »
Read previous post:
Processed with VSCOcam with a5 preset
Yang Cantik, Muda, dan Sukses dari Blog dan Instagram

Di tangan beberapa perempuan muda yang kreatif, Instagram tidak hanya menjadi media sosial untuk pamer foto. Lebih jauh, para perempuan...

Close