Cara Unik Tity Hatta Sebarkan Bahaya Rokok ke Masyarakat

tity-hatta

Tity Hatta memaknai pepatah mensana incorpore sano (di dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang sehat) lewat perilaku dalam kesehariannya. Dia sadar betul pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat. Apalagi dia punya peran sebagai ibu tiga anak.

Tity sebenarnya disibukkan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari mengurus butik Tylux Butik, mendirikan rumah produksi film Master Cinema, menjadi produser eksekutif film, hingga bersosialisasi di komunitas Hipebratic (Himpunan Pecinta Branded Autentic). Tapi dia tidak pernah lupa menjaga kesehatan lingkungan keluarganya. Di antaranya larangan merokok bagi anak dan suaminya, Hatta Arfan.

Baca juga: 4 Kisah Nyata Pengabdian Dokter dari Dokter Sampah hingga Dokter Gelandangan

Upaya Tity untuk melindungi keluarga dari rokok tak lepas dari pengalaman ayahnya. Lantaran sudah bertahun-tahun menyandu rokok, batuk ayahnya hingga kini enggan pergi. Padahal, ayahnya sudah 20 tahun berhenti merokok.

Untuk menjauhkan anak-anaknya dari rokok, Tity menerapkan aturan ketat. Ketiga anaknya terancam tak dapat uang saku jika merokok. Dan itu tidak hanya berlaku untuk anak-anaknya. Anak-anaknya dilarang berpacaran dengan seorang perokok. Jika Anda perokok, jangan harap bisa berpacaran dengan anak Tity yang juga artis, Tistha Nurma. Tity tidak akan membiarkannya.

Bagi sebagian orang mungkin rokok dianggap hal sepele ketimbang narkoba. Tapi Tity punya pendapat lain. “Kebanyakan, orang nyoba sesuatu dari yang ringan dulu, seperti rokok untuk kemudian sampai di narkoba,” kata Tity.

tity hatta

Tak ingin hanya menyebarkan bahaya rokok di lingkungan keluarga, Tity bergabung dengan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) sekitar 2015. Dia prihatin melihat lingkungan di sekitarnya. Bagaimana anak kelas 3 SD sudah merokok. Lebih parah lagi, anak tersebut merokok bersama dengan orang tuanya. “Zaman saya dulu, baru saat SMP anak-anak mulai mengenal rokok,” katanya.

Baca juga: Greeneration Indonesia, Kekuatan Muda dalam Melawan Sampah Kantung Plastik

Di WITT, istri pengusaha kontraktor perhotelan ini terpilih karena punya strategi yang khas untuk mengkampanyekan bahaya rokok. Dia lebih memilih bersosialisasi di tempat-tempat kumuh. Berbeda dengan mayoritas teman-temannya di WITT yang memilih berkampanye di wilayah selatan dan pusat Jakarta yang relatif elite.

Meski rajin terjun ke kawasan kumuh, bukan berarti sosialisasi soal bahaya rokok ke kalangan menengah atas ditinggalkan. Memanfaatkan pertemanan di Hiperbatic, Tity mengundang 250 wanita cantik dalam sebuah kampanye menggalang dana di Plaza Senayan. Pengumpulan donasi digelar dengan melelang tas merek ternama dunia. Dia mendulang sukses.

Cara khas lainnya adalah menggelar Pemilihan Miss WITT. Ajang tersebut menghasilkan duta-duta WITT yang akan mensosialisasikan tentang bahaya rokok. Target yang disasar adalah remaja. Sebab, remaja merupakan perkenalan dengan rokok dimulai. Miss WITT diharapkan bisa lebih menarik perhatian para remaja.

Baca juga: Hidup Senang Tanpa Bikin Kere di Ibukota ala Jakarta Low End Living

Setelah terpilih menjadi Ketua WITT, Tity makin getol mensosialisasikan bahaya merokok kepada masyarakat. Dia pun kerap mengajak anaknya, Tistha, untuk ikut serta. Kampanye dilakukan di antaranya ke sekolah-sekolah. “Target kita kepada anak-anak atau orang yang belum terkena rokok untuk tidak merokok,” ujar produser film Romansa: Gending Cinta di Tanah Turki tersebut.




« | »
Read previous post:
liwetan
Serunya Liwetan untuk Buka Puasa Bareng

Selamat datang bulan Ramadhan! Bulan penuh berkah yang kental dengan nuansa kebersamaan dan berbagi. Saatnya kembali menguatkan tali silaturahmi dengan...

Close