Buatkontrak.com, Cara Rieke Caroline Membantu UKM Indonesia Memajukan Usahanya

41803629 - businessman reading documents with magnifying glass concept for analyzing a finance agreement or legal contract

Membangun bisnis di masa sekarang memang tergolong jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Kalau dulu Anda memerlukan modal cukup besar untuk membangun suatu usaha, sekarang, hanya dengan bermodalkan gadget Anda sudah bisa memiliki bisnis Anda sendiri.

Jika Anda memiliki bisnis online yang cukup menguntungkan, bahkan sudah mampu menggaji satu atau dua orang karyawan, Anda pun sudah masuk dalam kategori Usaha Kecil Menengah (UKM). Soalnya, menurut Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, setiap entitas usaha yang mempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp1.000.000.000, sudah tergolong dalam kategori UKM.

Baca juga: Kudo, Memudahkan Akses E-Commerce Bagi Warga di Pedesaan dan Daerah Terpencil

Karena sudah termasuk dalam kategori usaha, sudah selayaknya jika usaha Anda terlindung dari segala masalah hukum. Di mata hukum, perusahaan dengan skala apa pun memiliki kedudukan yang seimbang, termasuk UKM. Karena itulah, setiap unit usaha mau tidak mau harus berurusan dengan masalah hukum.

rieke-buat-kontrak

Hal inilah yang mendasari keinginan Rieke Caroline untuk mengawali Buatkontrak.com. Pernah mengalami pengalaman tidak mengenakkan dalam bisnis keluarganya membuat Rieke memutuskan untuk kuliah di bidang hukum. Saat ia kecil, ayah Rieke memang sempat menandatangani kontrak kredit dengan sebuah institusi keuangan untuk memodali usaha mobil bekasnya. Tapi tak disangka, surat perjanjian tersebut mengandung aturan-aturan menjebak yang tidak dipahami ayah Rieke yang minim pengetahuan hukum.

“Bisnis ayah saya sempat jatuh. Akta yang ia tandatangani ternyata mengandung klausul yang melemahkan kedudukannya, ini akibat ketidaktahuan akan hukum. Dari sinilah saya memutuskan untuk belajar hukum, awalnya saya hanya ingin melindungi keluarga saya,” ungkap wanita yang juga berprofesi sebagai news anchor ini.

Dari keinginan sederhana inilah, Rieke pun mengantongi gelar Master di bidang notaris. Keinginannya untuk melindungi keluarga-keluarga dari masalah hukum semakin kuat, dan berkembang untuk menyentuh target yang lebih luas, yaitu melindungi UKM Indonesia.

Kenapa UKM? Karena usaha dalam lingkup bisnis kecil inilah yang sering kali menjadi korban atas ketidaktahuan mereka di bidang hukum. Saat ini, sebanyak 90% entrepreneur di Indonesia masuk dalam kategori UKM. Banyak di antaranya gagal menjalankan usaha karena pemahaman yang minim mengenai mekanisme bisnis dan hukum di Indonesia.

Baca juga: Mengintip Kiat Sukses 4 Pendiri Bisnis Startup Indonesia

Hal-hal yang berkaitan dengan hukum memang sering kali terkesan menakutkan dan membingungkan bagi pemilik atau pengusaha UKM. Akibat ketidapahaman tersebut banyak pengusaha UKM beroperasi tanpa surat izin resmi, tanpa mengerti bentuk kontrak kerja, hukum perlindungan merek dagang dan lain-lain. Padahal hal tersebut penting menjadi pedoman untuk tetap bisa bersaing di iklim bisnis yang bergairah seperti sekarang ini, terlebih dengan dibukanya jalur persaingan global.

buat-kontrak

Umumnya, para entrepreneur muda sering tidak acuh terhadap kontrak kerja, tanpa menyadari betapa pentingnya hal itu untuk melindungi bisnis mereka. Mereka cenderung lebih memfokuskan diri pada pengembangan produk dan usaha. Nyatanya, banyak hal terkait kejelasan dan regulasi yang perlu didefinisikan sejak awal.

Selain itu, masalah biaya juga sering kali membuat para pengusaha enggan berurusan dengan pengacara atau notaris. Di kepala kebanyakan orang, pengurusan kontrak kerja pastilah akan menghabiskan banyak uang. Uang yang bisa digunakan sebagai modal usaha. Dari sinilah Rieke berusaha menjembatani celah yang ada antara para pengusaha muda dengan “kerumitan” di dunia hukum. Bersama Billy Boen dan teman-teman profesional hukum lainnya, Rieke berusaha membuat jasa dan proteksi hukum untuk keberlangsung bisnis, menjadi lebih terjangkau bagi kalangan luas, terutama para UKM.

“Selama ini jasa hukum identik dengan kesan mahal, maka dari itu kami memberikan harga ‘miring’ untuk para penggiat UKM. Selain itu, layanan ini didigitalisasi lewat situs Buatkontrak.com, agar dapat diakses, tanpa terhambat batasan wilayah,” jelas Rieke.

Buatkontrak.com pada dasarnya adalah platform online yang menghubungkan UKM dengan para penasihat hukum. Melalui Buatkontrak.com, para pemilik UKM bisa meminta pembuatan atau peninjauan (review) surat hukum kepada ahli hukum. Seluruh kontrak yang ditangani oleh Buatkontrak.com, dikerjakan oleh para tenaga profesional hukum yang berpengalaman. Ditargetkan, pada akhir tahun ini, Buatkontrak.com dapat menjaring ratusan mitra konsultan hukum, sehingga mampu melayani lebih banyak kontrak lagi tiap bulannya.

Untuk memanfaatkan layanan ini, Anda cukup masuk ke situs Buatkontrak.com. Di sana Anda bisa memilih kontrak apa yang ingin Anda buat, apakah perjanjian kerjasama, kontrak kerja karyawan, perjanjian waralaba, sampai surat kuasa. Pihak penasihat hukum akan menanyakan dengan detail hal-hal yang ingin diatur di kontrak tersebut dan membuatkan kontrak sesuai kebutuhan Anda. Anda juga bisa melakukan revisi sebanyak dua kali sampai Anda merasa kontrak yang dibuat pas untuk Anda.

Baca juga: Siap Jadi Pengusaha Sukses, Siapkan SKU dan Administrasi Ini Dulu!

Untuk pembuatan dokumen, Buatkontrak mengenakan biaya sebesar Rp1 juta untuk jumlah halaman maksimal 10 (di atas itu, dikenakan biaya sebesar Rp500 ribu per 5 halaman). Untuk peninjauan kontrak, biayanya Rp900 ribu. Angka ini tergolong sangat murah dibandingkan dengan biaya konsultasi dengan pengacara. “Konsultasi dengan lawyer itu paling murah sekitar Rp2,5 juta per jam. Itu pun belum termasuk biaya pembuatan dokumen,” ungkap Rieke.

Surat perjanjian yang baik adalah yang secara tegas dan jelas menyatakan hal dan tanggung jawab masing-masing pihak, memenuhi kaidah ideal sebuat perjanjian yang imbang, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi, bagi Anda para entrepreneur muda yang ingin mengejar impian, ingatlah bahwa Anda semua memiliki kedudukan yang seimbang di mata hukum. Jadi jangan pasrah dan menerima kontrak kerja begitu saja. #AyoLoveLife dan jalani usaha kamu dengan lebih maksimal berkat kontrak yang baik dan benar!




« | »
Read previous post:
budi-soehardi-3
Budi Soehardi: Pilot yang Jadi Pahlawan Bagi Anak-anak Telantar di Kupang

Suatu malam pada 1999 di sebuah apartemen di Singapura. Pilot Singapore Airlines Budi Soehardi tengah makan malam dengan anak-anak dan...

Close