Tips Anti Pusing Saat Buat Laporan Pajak Tahunan (SPT)

25631991_L

Orang bijak taat pajak, slogan tersebut benar adanya. Namun biasanya kita merasa pusing dengan aneka istilah dan tata cara pembayaran pajak yang rumit. Alhasil, membayar pajak jadi seperti momok tahunan, terutama menjelang tenggat waktu pelaporan pajak yang jatuh setiap akhir bulan Maret.

Apapun profesi kita, membayar pajak adalah hal yang wajib dilakukan sebagai warga negara yang baik. Bagaimana caranya?

Ketika Menjadi Wajib Pajak

Pertama-tama, Anda bisa mendapatkan NPWP (nomor pokok wajib pajak). Dalam istilah perpajakan, mereka yang wajib membayar pajak disebut sebagai Wajib Pajak (WP). Istilah WP ini juga bisa untuk perusahaan, CV, PT dan pihak-pihak pembayar pajak lainnya.

NPWP ini adalah tanda pengenal untuk tiap Wajib pajak dalam kegiatan administrasi perpajakan. Mudahnya, NPWP itu semacam KTP dalam urusan pajak. “KTP” ini, menjadi syarat untuk sejumlah pelayanan umum seperti pengajuan kredit, pembuatan paspor, dan sebagainya.

Untuk mendapatkan NPWP Pribadi, ada syaratnya. Seseorang dinyatakan sebagai Wajib Pajak apabila telah mempunyai penghasilan dalam satu tahun yang melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Mulai 1 Januari 2015, Wajib Pajak Orang Pribadi mendapatkan kenaikan PTKP sebesar 48% menjadi Rp36.000.000,00 setahun, dari sebelumnya sebesar Rp24.300.000,00.

Hal ini berlaku bagi setiap orang pribadi, baik yang belum maupun yang sudah berkeluarga. Namun wanita menikah yang tidak melakukan perjanjian pisah harta dan pisah penghasilan dengan suaminya, tidak wajib memiliki NPWP.

Dokumen yang harus disiapkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (Non Usahawan) hanya berupa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih berlaku bagi penduduk Indonesia, serta fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal bagi orang asing.

Sementara bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan, dokumen yang dibutuhkan adalah: fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia, fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal bagi orang asing, dan surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari instansi yang berwenang.

Lebih Praktis dengan Daftar Online

Untuk proses pendaftaran dan pelaporan pajak yang lebih praktis, Anda bisa melakukannya secara online. Untuk registrasi online atau yang dikenal sebagai e-Registration (E-REG DJP) ini, kunjungi situs Dirjen Pajak di alamat www.pajak.go.id atau klik di sini. Berikut ini langkah pendaftaran secara online:

  1. Lakukan pendaftaran dengan mengklik tombol daftar dan ikuti arahannya. Untuk pendaftaran ini Anda hanya perlu memiliki alamat email. Jika semua sudah lengkap, hasilnya bisa dicetak lalu diserahkan ke kantor perwakilan pajak (KPP) terdekat, atau diposkan melalui Pos Tercatat, atau dengan scan dokumen.
  2. Setelah mendapatkan NPWP, Anda harus mendapatkan e-fin, nomor identitas yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pajak bagi wajib pajak yang akan melakukan transaksi elektronik. Untuk mendapatkannya, bisa dengan mengajukan permohonan e-fin mellaui internet atau KPP setempat.
  3. Setelah itu silakan melakukan aktivasi di https://djponline.pajak.go.id/account/login. Masukkan nomor NPWP dan Password. Jika belum terdaftar, lakukan pendaftaran dulu untuk mendapatkan password.
  4. Langkah selanjutnya, Anda harus memegang Bukti Potong PPh Pasal 21 (Lampiran A2) dari kantor atau lembaga yang memperkerjakan Anda. Jika Anda seorang freelancer, maka mintalah bukti potongan pajak ini ke perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa Anda. Di tahap ini, pastikan email yang Anda gunakan saat mendaftar efiling masih bisa digunakan.
  5. Bagi Anda yang pegawai dengan gaji dibawah Rp 60 juta per tahun, isi formulir SPT 1770 SS. Tapi bagi pegawai yang gajinya di atas Rp 60 juta per tahun, isi formulir SPT 1770 S. Nah, bagi pemilik usaha atau pekerja bebas, ada tombol upload SPT. Dalam hal ini, yang dimaksud Pekerja Bebas adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.
  6. Jika Anda sudah selesai mengisi aneka ketentuan di dalam e-filing, jangan lupa untuk menyimpan serta meminta kode verifikasi untuk pengiriman e-SPT, yang akan dikirimkan melalui email atau SMS.
  7. Lalu, kirimkan SPT secara online dengan mengisikan kode verifikasi tadi. Terakhir, Anda bisa simpan notifikasi status e-SPT dan Bukti Penerimaan Elektronik yang akan diberikan kepada WP melalui email.

Tidak perlu panik melihat tayangan form yang membingungkan. DJP sudah memberikan tool Wizard, bagi Anda yang tidak paham cara pengisian form SPT. Memang agak lama, tapi Anda bisa mengerti cara pengisian ini tanpa takut salah. Cara ini sangat memudahkan Anda mengisi form SPT, langkah demi langkah.Satu kemudahan lain, DJP juga memberikan akses bantuan melalui telepon jika Anda mengalami kesulitan melakukan pengisian SPT secara online. Yakni dengan menghubungi 1 500 200 (Kring Pajak).

Bagaimana dengan Pekerja Bebas?

Pekerja bebas menerima potongan pajak yang lebih besar daripada pegawai atau pekerja kantoran. Nilai potongan pajak itu adalah sebesar 2,5 juta rupiah per bulan. Jadi, jika sebagai pekerja bebas Anda menghasilkan 15 juta rupiah per bulan, yang terkena pajak hanyalah 12,5 juta rupiah.

Pajak yang dikenakan untuk penghasilkan pekerja bebas adalah 5% untuk pendapatan di bawah 50 juta rupiah (sebelum dikenai potongan pajak) per tahun, 15% untuk pendapatan di atas 50 juta, dan 25% untuk pendapatan di atas 100 juta.

Tetapi, potongan pajak ini dikenakan secara bertahap. Artinya, jika penghasilan Anda lebih dari 120 juta, tidak serta-merta Anda membayar pajak sebesar 30 juta per tahun. Begini perhitungannya, potongan pajak 5% dikenakan pada 50 juta pertama, 15% pada 50 juta berikutnya, dan 25% untuk sisanya. Sehingga bila Anda memiliki penghasilan 120 juta rupiah per tahun, Anda perlu membayar 2,5 juta untuk 50 juta pertama, 7,5 juta untuk 50 juta kedua, dan 5 juta untuk sisanya. Total pajak yang harus dibayar adalah 15 juta rupiah.

Tampak sangat memberatkan bila Anda membayar sekaligus dalam setahun. Sebab itu, akan lebih baik bila Anda membayar pajak setelah mendapatkan bayaran. Anda dapat meminta perusahaan yang menggunakan jasa Anda untuk langsung membayarkan pajak Anda dengan menyertakan nomor NPWP pada invoice. Sehingga, Anda hanya perlu meminta bukti pemotongan pajak dan melaporkannya di akhir tahun pajak.

Jika memiliki pertanyaan umum mengenai pajak, Anda bisa datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dan berkonsultasi melalui petugas Help Desk. Mereka akan dengan senang hati menjawab pertanyaan umum mengenai pajak. Tak sempat datang ke KPP, Anda dapat menghubungi hotline pajak bebas pulsa Kring Pajak di 1-500-200. Namun jika Anda memiliki masalah yang spesifik dan ingin berkonsultasi secara detail, Anda dapat menghubungi Account Representative (AR) di KPP sesuai domisili NPWP Anda. AR bisa membantu Anda memecahkan masalah pajak spesifik yang Anda hadapi.

Jadi, melaporkan pajak sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah kok. Nah, selamat membayar pajak!

Baca Tips Wirausaha lainnya di sini.




« | »
Read previous post:
school-eduOK
5 Kiat Memilih Asuransi Pendidikan untuk Anak

Bagi Anda yang telah memiliki putra/putri, tentu pendidikan anak merupakan prioritas utama Anda dan pasangan, bukan? Sebisa mungkin, pasti Anda...

Close