Bisnis Gagal? Bangkit Lagi dengan 7 Cara Ini!

Suatu hari seorang teman menceritakan tentang kesuksesan bisnisnya setelah sekian kali gagal. Jaka namanya, pecinta kuliner berusia 35 tahun yang memutuskan berwirausaha sejak lulus kuliah dengan membuka usaha jasa desain dan cetak digital. Setelah mulai berkembang, ia memercayakan usahanya ini pada salah satu teman dekat. Tak disangka, kepercayaannya itu disalahgunakan. Sekian juta keuntungan bisnisnya raib dibawa kabur temannya. Jaka lalu mencari peluang bisnis lainnya.

Kali ini usaha di bidang pijat refleksi menjadi pilihannya. Baru saja mulai membangun usaha, Jaka mengidap penyakit serius yang membuat kakinya lumpuh. Hampir dua tahun ia berjuang melawan penyakitnya. Syukurlah, kegigihannya itu membuahkan hasil. Jaka bisa kembali berjalan dengan normal, namun tetap harus menjalani perawatan rutin sambil berusaha memulai usaha lagi yaitu bisnis rumah makan. Sayangnya, lokasi penjualan yang kurang tepat memaksanya untuk gulung tikar. Untungnya, hal ini tidak juga membuat Jaka menyerah. Ia berusaha mencari pinjaman modal pada kerabat dekatnya, lalu mencari lokasi yang tepat untuk usaha rumah makannya.

Lima tahun berlalu, kini rumah makan Jaka sudah memiliki dua cabang dan siap menambah cabang lainnya. Meski bangunannya tak mewah, rumah makan itu tidak pernah sepi dari pengunjung. Bahkan tak jarang rumah makannya dikunjungi investor yang meminta izin waralaba usaha untuk usahanya.

Ternyata ada benarnya juga ya ungkapan ‘Kegagalan Adalah Sukses Yang Tertunda’. Menurut Bloomberg, 8 dari 10 pengusaha yang memulai bisnisnya gagal dalam 18 bulan pertama. Seorang pengusaha paling sukses sekali pun ternyata pernah mengalami kegagalan, baik dalam porsi yang ringan hingga berat.

Barangkali, justru itulah yang membuat seorang pengusaha menjadi sukses, yakni kemampuan untuk bangkit kembali dan berjuang memperbaiki usahanya. Jika Anda saat ini sedang mengalami kegagalan beruntun dalam berbagai usaha yang coba Anda bangun, simak tips dan trik berikut agar Anda dapat bangkit dari keterpurukan dan berjuang kembali membangun usaha impian Anda.

#1 Ambil Napas Dalam dan Rileks

“Why worry? If you’ve done the very best you can, worrying won’t make it any better.” (Walt Disney)

Dalam bisnis, kegagalan tak dapat dihindari. Tak perlu terus-menerus memikirkannya. Seperti kutipan dari Walt Disney di atas, mengapa harus mengkhawatirkannya bila sudah melakukan yang terbaik? Pasalnya, mencemaskan sesuatu dengan berlebihan tak akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Lebih baik tarik napas dalam, buang napas bersama segala kekhawatiran dan penyesalan yang Anda rasakan, lalu tenangkan diri. Lakukan apapun yang membuat Anda tenang dan terhibur, seperti berendam air hangat, berdoa, atau melakukan hal-hal yang Anda sukai bersama orang tersayang. Keadaan yang tenang dan rileks akan memudahkan Anda mencerna situasi dan melihat masalah Anda dari sudut pandang yang berbeda. Dengan begini, Anda dapat mengambil pelajaran dari kegagalan Anda, lalu mencari solusinya.

Jangan lupa, Anda juga perlu menyingkirkan pikiran negatif. Ingatlah selalu bahwa meski bisnis Anda gagal, bukan berarti Anda lah sumber kegagalannya. Bila Anda tidak membuang pikiran-pikiran negatif semacam itu, harga diri dan kepercayaan diri Anda akan semakin terpuruk. Buang jauh-jauh pikiran negatif dan ubahlah dengan pikiran positif yang dapat memotivasi Anda.

Baca juga: Personal Branding untuk Entrepreneur

#2 Renungkan dan Analisa

Sebelum merenungkan dan menganalisa sumber kegagalannya, singkirkan dulu emosi Anda. Setelah tenang, renungkan kembali tiga pertanyaan berikut ini:

‘Mengapa perusahaan gagal?’

‘Bagaimana cara untuk memperbaikinya?’

‘Apa faktor yang menjadi kegagalan dalam bisnis?’

Setelah merenungkannya, Anda akan mendapatkan jawaban yang bisa dijadikan pembelajaran untuk usaha berikutnya. Tidak cepat dan mudah memang dalam mendapatkan jawabannya, butuh waktu. Namun, tetaplah berusaha memikirkan hal-hal yang positif, sehingga akan berguna untuk masa depan bisnis Anda.

bisnis

#3 Buat Rencana Bisnis Berikutnya

Kegagalan membuat Anda menjadi lebih bijak dan berpengalaman. Ambil semua hal baik yang Anda dapat dari bisnis sebelumnya, rencanakan dengan matang, dan gunakan untuk menjalankan usaha berikutnya. Yakinlah bahwa Anda tak akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan menikmati kesuksesan di bisnis Anda selanjutnya.

Baca Juga: Membangun Bisnis yang Sehat Bersama Teman

#4 Gali Lebih Dalam untuk Cari Motivasi

Apa tujuan Anda dalam membangun bisnis? Kembalilah ke tujuan utama Anda. Jangan hanya melihat uang sebagai motivasi utama. Tahukah Anda jika wirausaha adalah bidang pekerjaan yang paling mulia? Bagaimana tidak, profesi ini membuka peluang kerja bagi orang lain.

Sancaya Rini, lewat Kana Goods, mengembangkan lini busana batik dengan model yang tidak biasa. Biru indigo menjadi nuansa dominan pada busana karyanya. Ia mendirikan label batik ini dengan harapan ingin mengenalkan batik pada generasi muda. Caranya dengan menghadirkan motif batik baru dalam garis busana modern, tanpa meninggalkan teknik pembuatan batik tradisional yang ramah lingkungan. Usaha mulia ini mendapat apresiasi dari kaum muda sebagai target market yang disasarnya.

Sebelum Kana Goods lahir, wanita yang biasa disapa Rini ini telah lebih dulu mengembangkan Kanawida. Kecintaan Rini akan batiklah yang mendorongnya mencipta dan berkarya di ranah tekstil tradisional ini. Bahkan ia dikenal sebagai perintis penggunaan kembali bahan pewarna alami. Lebih dari 10 tahun menekuni batik, sarjana dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini kerap diajak menggelar workshop pewarnaan batik dengan bahan alami. Yang lebih membanggakan, pesertanya banyak datang dari anak muda. Tak sedikit dari mereka akhirnya menekuni bisnis pakaian menggunakan pewarna alami.

Yang dilakukan Rini tersebut merupakan bentuk kewirausahaan sosial. Bisnis kewirausahaan seperti ini memang tengah menjadi tren dan dipercaya sebagai model pemberdayaan masyarakat yang cukup efektif. Mengikuti kisah kesuksesannya ini, Anda bisa memahami bahwa ide Rini untuk menciptakan inovasi (batik modern) tak hanya ingin meraih kesuksesan semata, namun juga memiliki keinginan untuk menjadikan batik sebagai produk modern yang trendi bagi kaum muda.

Banyak start-up di Indonesia menjadi sukses karena juga mengusung misi sosial. Sebut saja Bukalapak dengan misi membantu UKM, Kudo dengan misi membantu para pembeli yang masih awam digital sampai penyedia transportasi online yang memiliki misi membantu mereka yang perlu pendapatan tambahan dengan pekerjaan yang fleksibel dalam hal waktu.

Baca Juga: Kudo, Memudahkan Akses E-Commerce bagi Warga di Pedesaan dan Wilayah Terpencil

#5 Menjadi Relawan

Umumnya, relawan selalu ingin membuat perubahan, bersemangat, bisa melihat peluang, dan menikmati waktu bersama orang-orang di sekitarnya. Sound familiar? Yup, relawan juga memiliki ciri-ciri yang dimiliki seseorang pengusaha. Nah, dengan mencoba menjadi sukarelawan dapat memberikan Anda sudut pandang yang baru pada industri lain, bertemu dengan orang-orang baru, dan mungkin saja memunculkan ide bisnis yang baru pula. Yuk, coba!

#6 Cari Uang dengan Cara Cepat

Kegagalan di usaha sebelumnya mungkin meninggalkan utang yang harus Anda lunasi. Gunakanlah hal tersebut sebagai kesempatan untuk mencoba hal baru. Mungkin Anda bisa menjual beberapa perabot perusahaan yang tak terpakai, atau menggunakan bakat Anda untuk menyediakan jasa pada orang lain, menjadi konsultan contohnya. Pengalaman Anda di bisnis sebelumnya tentu akan berguna untuk orang lain yang ingin belajar dari kegagalan Anda. Siapa tahu tak hanya utang yang terbayar, tapi terkumpul pula modal untuk usaha Anda berikutnya.

Bila Anda sudah mencoba segalanya, namun belum berhasil juga, tetap semangat dan jangan putus asa. Kerahkan segala tenaga dan pikiran, lalu mulailah petualangan baru di depan mata. Selamat mencoba!




« | »
Read previous post:
investasi karier
Jadi Kandidat Potensial di Dunia Kerja dengan 7 Keahlian Ini

Di masa sekarang, pendidikan, training, network dan keahlian tertentu dapat menjadikan Anda kandidat potensial dalam dunia kerja. Jika Anda bergabung...

Close