Bicara Keuangan dengan Pasangan Tanpa Tarik Urat

coffe-love

Masih banyak yang menganggap masalah finansial sebagai sesuatu hal yang tabu dibicarakan, termasuk antara pasangan suami-istri. Di sisi lain, masalah finansial yang tidak segera ditangani bisa berujung pada kebangkrutan hingga perceraian. Seperti yang dituliskan oleh perencana keuangan Mary Claire Allvine, asal Chicago Amerika Serikat, dalam bukunya yang berjudul The Family CFO: The Couple Business Plan for Love and Money.

Sebut saja masalah porsi gaji suami ke istri, pengeluaran untuk hobi atau kebutuhan tersier lainnya, sampai bantuan untuk orangtua atau anggota keluarga lain, bisa memicu pertikaian. Ya, masalah uang memang mudah memicu masalah. Ditambah embel-embel keluarga, membuat hal ini jadi semakin rumit.

Baca juga: Tips Jadi Menteri Keuangan Rumah Tangga yang Tidak Pernah Dipecat

Alih-alih mendiamkan pengeluaran yang lebih besar dibanding pemasukan, sudah sepatutnya pasangan mengadakan diskusi finansial secara rutin. Tak perlu cemas, ada beberapa tips agar pembicaraan ini berjalan menyenangkan layaknya kencan yang romantis.

Atur Jadwal Diskusi

Sepakati bersama dengan pasangan akan waktu terbaik untuk membahas finansial rumah tangga. Jika hari biasa dinilai melelahkan, tidak ada salahnya Anda menjadwalkannya di akhir pekan. Ekspektasinya adalah pikiran yang lebih santai, tenang dan tidak terganggu dengan pekerjaan.

Agar lebih rileks, Anda bisa membicarakannya dengan suasana seperti kencan sederhana. Misalkan dengan piknik di halaman rumah, makan di kafe dekat pantai, atau sambil bersantai di kebun raya. Lingkungan sekitar yang menyenangkan bisa memengaruhi emosi agar lebih netral dalam membicarakan finansial.

Jangan Menumpuk Masalah

Boleh saja Anda mencari momen yang tenang untuk berdiskusi. Namun bukan berarti Anda menumpuk masalah keuangan yang terjadi. Segera dibicarakan ketika sebuah masalah terjadi. Semakin cepat dibicarakan maka semakin cepat penanganannya secara bersama.

Saat membicarakannya, pastikan Anda dan pasangan saling menjaga emosi. Selipkan kata-kata manis serta sedikit canda saat mencari solusinya. Emosi yang meluap hanya akan berujung pada pertengkaran.

Jujur dan Pikiran yang Terbuka

Jangan pernah berbohong tentang pengeluaran yang tidak terduga serta utang yang ada. Jujurlah pada diri sendiri juga kepada pasangan. Setelah jujur dengan nilai pengeluaran atau nilai tagihan, kemudian jujurlah dengan emosi yang Anda rasakan. Akui jika Anda merasa sedih, kecewa, atau menyesal.

Selain jujur dengan pengeluaran, Anda dan pasangan harus jujur dan terbuka tentang pendapatan. Dimulai dari besaran pendapatan yang diperoleh setiap bulannya hingga sumber-sumber pendapatan yang ada. Hal ini membantu Anda berdua mengukur seberapa kuat finansial rumah tangga. Setelah mengetahui kekuatan finansial masing-masing, Anda dengan mudah berbagi tanggung jawab.

Kemudian Anda dan pasangan harus berpikiran terbuka. Pasalnya kita hidup di zaman yang sarat akan tekanan konsumerisme. Tak dapat disangkal berbagai jurus marketing menhampiri Anda, termasuk melalui aplikasi chat di seluler. Mulai dari promo buy 1 get 1 free hingga potongan harga 50% dengan menunjukkan SMS untuk berbagai produk. Siapa yang tidak tergoda? Meski demikian tidak ada salahnya Anda dan pasangan saling mengingatkan dengan cara halus atau menyenangkan.

Samakan Tujuan

Daripada pusing melihat jumlah tagihan atau pengeluaran bulanan, alangkah lebih bijaknya Anda membuat tujuan bersama. Tujuan bersama ini tentunya didasarkan pada cita-cita atau impian yang ingin diraih berdua sebagai salah satu kebahagiaan rumah tangga.

Tujuan bersama ini seperti menabung dana pendidikan anak hingga jenjang perguruan tinggi. Menyelesaikan utang-piutang dengan kartu kredit dan menggantinya dengan berinvestasi. Hingga tujuan menyiapkan dana pensiun agar Anda dan pasangan bisa hidup nyaman di usia pensiun.

Baca juga: Halo Keluarga Baru, Hindari 7 Kesalahan Ini dalam Menyusun Keuangan Keluarga

Tujuan bersama ini bisa menjadi pengingat Anda berdua ketika hendak melakukan sebuah pengeluaran yang tidak penting. Bukan tidak mungkin pula tujuan bersama ini bisa meminimalisir frekuensi perilaku konsumtif dalam keseharian.

Buat Rencana untuk Raih Tujuan

Setelah tujuan bersama disepakati, Anda dan pasangan sebaiknya membuat rencana terpadu untuk mewujudkannya. Rencana ini bisa menjadi panduan dalam pengeluaran sehari-hari. Dengan harapan tidak terjadinya pengeluaran besar di luar kebutuhan. Rencana ini pun bisa berfungsi sebagai panduan untuk mengelola pemasukan dan membuatnya lebih besar.

Misalkan Anda dan pasangan menyisihkan Rp 50 ribu setiap harinya untuk ditabung dalam sebuah kaleng tertutup. Anda berdua pasangan juga bisa mengadakan cuci gudang per 3 bulan di halaman rumah atau melalui layanan jual-beli secara daring. Hasil cuci gudang kemudian Anda simpan sebagai penambah modal atau tabungan sehari-hari. Rencana lainnya yang bisa dibuat adalah mencari pekerjaan sampingan di akhir pekan yang bisa menambah pundi-pundi keuangan keluarga.

Tidak sulit bukan membuat rencana jika tujuan bersama telah disepakati? Mungkin terasa menyiksa di awal, namun merasa senang di kemudian hari.

Hadirkan Pihak Ketiga

Apabila Anda kesulitan menata finansial rumah tangga, tidak ada salahnya menghadirkan pihak ketiga. Pihak ketiga bisa siapa saja yang memahami cara mengelola finansial, termasuk konsultan keuangan keluarga. Kehadirannya bukan hanya membantu menetapkan prioritas pengeluaran, melainkan juga cara menggunakan uang dan mengubah perilaku Anda berdua.

Anggota keluarga seperti anak sangat dianjurkan pula untuk mengetahui kondisi finansial keuarga secara keseluruhan. Secara perlahan mereka akan belajar merencanakan keuangan mereka sendiri hingga meniru perilaku Anda dalam menggunakan uang.

Hadirkan Kejutan Kecil setelah Diskusi

Diskusi finansial rumah tangga bukan tidak mungkin menguras emosi dan tenaga. Tidak ada salahnya Anda memberikan kejutan kecil untuk pasangan. Tidak perlu mewah dan mahal, kejutan ini bisa berupa makanan dan barang kesukaan pasangan. Misalnya kudapan favorit pasangan, lipstik dengan warna favorit istri, dan lainnya.

Baca juga: 5 Ide Destinasi Seru untuk Rayakan Valentine Sesuai Karakter

Tidak susah bukan berdiskusi tentang finansial rumah tangga dengan pasangan? Kuncinya adalah menjaga emosi, tidak saling menghakimi serta saling memberi kepercayaan. #AyoLoveLife dan wujudkan rumah tangga sejahtera nan harmonis.

 




« | »
Read previous post:
Ingin Menambah Uang Tabungan? Pilih Satu dari 7 Second Pocket Ini

Bekerja tapi kebutuhan masih belum bisa dipenuhi? Jawabannya adalah second pocket atau income tambahan. Apa saja pilihannya yang masih bisa...

Close