6 Pahlawan Kuliner Indonesia yang Sukses Populerkan Masakan Nusantara di Dunia

pettyelliot2

Gelar pahlawan bukan semata sebutan bagi seseorang yang berperang membela negara. Seorang koki atau ahli kuliner pun layak dipanggil pahlawan ketika mampu mempopulerkan makanan khas negaranya di tingkat dunia. Berikut beberapa koki yang semangat mengajak kuliner Indonesia ke luar negeri dalam bentuk yang menarik.

Petty Elliot

papaya_flower

Berbekal hobi memasak dan menyajikan masakan Indonesia saat tinggal di Inggris, Petty pun semangat mempromosikan kuliner Indonesia ke dunia. Petty membuka kelas memasak makanan Indonesia di rumahnya. Setiap peserta dibekalinya buku resep yang berisikan informasi tentang makanan Indonesia.

Semangatnya mengenalkan makanan Indonesia semakin menyala tatkala ia ditawari untuk menjadi penulis makanan oleh sebuah penerbit sepulangnya ia ke tanah air di talun 2002. Sepuluh tahun berjalan, Petty semakin cinta memasak dan menulis tentang makanan Indonesia. Hingga terbit bukunya yang berjudul Papaya Flower di tahun 2014.

Buku ini terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya yang kerap membantu neneknya memasak makanan khas Manado. Ragam makanan khas Manado seperti tumis bunga pepaya diulasnya dengan detail. Sambutan positif diterimanya ketika buku ini laris terjual di Frankfurt Book Fair tahun 2014. Sambil mempromosikan buku, Petty pun menggelar demo memasak dalam pameran tersebut.

Tak berhenti di buku Papaya Flower, Petty termotivasi untuk menulis tentang makanan khas Jakarta. Ia berharap kehadiran bukunya mampu mengundang turis mancanegara untuk wisata kuliner di Indonesia. Ia pun berharap tulisannya bisa memotivasi pembacanya untuk memasak masakan Indonesia yang enak dan tetap sehat tanpa MSG.

Belum puas hanya membaca bukunya, Anda bisa mengikuti kelas memasak bersama Petty. Informasi lebih detail dapat dilihat di http://pettyelliott.com/. Berbagai resep masakan Indonesia pun bisa Anda baca di sini.

Adrian Ishak

namaaz-dining

Akrab disapa Chef Bodin, Adrian merupakan pionir koki yang piawai menggunakan teknik gastronomi molekuler (molgas) di Indonesia. Teknik ini merupakan perpaduan antara unsur fisika dan kimia untuk menghasilkan makanan yang berbeda.

Adrian memilih teknik ini untuk meningkatkan nilai seni dari memasak dan hidangan yang dihasilkan. Ia pun tertantang untuk menyajikan hidangan khas Indonesia dalam tampilan yang artistik. Berbekal minat dan niat yang besar, Adrian mempelajarinya secara otodidak.

Heston Blumenthal (koki teknik molgas di Inggris) menjadi panutannya. Perlahan Adrian belajar melalui video, mencari peralatan memasak yang cocok untuk teknik molgas, dan bereksperimen di rumah. Untuk mengenalkan gaya baru ini, Adrian kerap menggelar demo masak molgas di berbagai pameran pariwisata tingkat national maupun internasional.

Baca juga: Namaaz Dining, Menyulap Tampilan Makanan Indonesia dengan Teknik Baru

Hingga akhirnya Adrian membuka restoran Namaaz Dining yang terletak di Jalan Gunawarman No 42, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menu pisang goreng dapat disajikan dalam bentuk sebatang lilin menyala. Terasa manis dan lembut di mulut. Ada pula es jeruk nipis dalam wujud air putih kemudian berubah menjadi es ketika dituang ke gelas.

Penasaran ingin mencobanya? Karena teknik memasak molgas membutuhkan waktu lama, sebaiknya lakukan reservasi ke info@namaazdining.com. Pengalaman makan unik (17 menu) yang lengkap dari menu pembuka hingga cuci mulut dibanderol sekitar Rp 1 – Rp 1,5 juta.

Dade Akbar

dade

Dade Akbar adalah ‘dalang’ di balik akun @warteggourmet yang melejit di Instagram. Pernah tinggal lama di luar negeri rupanya mendorong Dade untuk belajar memasak dan lebih mencintai kuliner Indonesia seperti rendang, orek tempe teri, telur balado, dan lain sebagainya.

Baca juga: Sulap Tampilan Makanan Rumahan Jadi Sajian Resto Bintang 5

Sayangnya, ia kerap menemukan kalangan muda yang kurang mengapresiasi makanan Indonesia. Dade pun menemukan cara baru. Ia pun mencoba menata (plating) makanan Indonesia yang kerap ditemukan di warung nasi dengan tampilan ala restoran bintang lima. Selain itu, Dade semakin rajin memasak untuk menyajikan menu-menu lezat dan menggugah selera dengan tampilan plating yang unik. Kreasinya itu pun mendapat respon yang besar di Instagram dengan hampir 40 ribu pengikut.

Untuk menyebarkan cinta terhadap makanan Indonesia, Dade membuka kelas menata makanan Indonesia. Ia pun membuka kesempatan dine in dengan kapasitas sampai 15-20 orang. Seperti apa tampilan penataan yang unik ala Dade? Intip di akun @warteggourmet, bukan tidak mungkin Anda tergoda dan semakin cinta makanan Indonesia.

Vindex Tengker

vindex tengker

Lebih dikenal sebagai juri dalam kompetisi Master Chef Indonesia, Vindex Tengker ternyata telah menggeluti masakan Indonesia sejak awal kariernya sebagai koki. Vindex selalu menjabat sebagai Indonesian Chef di berbagai hotel international di Indonesia. Posisi ini pun dijabatnya ketika bekerja di sebuah restoran Indonesia di Mallorca, Spanyol.

Tidak sebatas menyajikan masakan Indonesia dalam sebuah piring, Vindex pun menulis buku tentang masakan Indonesia. Buku yang diberi judul Indonesian Iconic Dishes pun dibawanya ke Frankfurt Book Fair pada tahun 2015 lalu. Ia berharap mata masyarakat dunia semakin terbuka dengan varian masakan Indonesia, bukan sekadar nasi goreng dan sate.

Upaya Vindex mempopulerkan masakan Indonesia terus berjalan meski tak lagi berprofesi sebagai koki saat ini. Posisi barunya sebagai Vice President Inflight Service di maskapai Garuda Indonesia memberi peluang besar untuk menyalurkan kecintaannya terhadap masakan Indonesia. Vindex menghadirkan inovasi untuk makanan di pesawat.

Inovasi tersebut meliputi peningkatan kualitas rasa dan kemasan makanan. Untuk mewujudkannya, Vindex bersama tim sedang melakukan standarisasi resep-resep yang dimiliki Garuda Indonesia. “Jadi, nanti kita juga punya resep khas Garuda. Misalnya, rendang dan soto Lamongan ala Garuda yang mimiliki cita rasa yang khas. Inovasi akan dilakukan ke arah itu meski tetap membutuhkan waktu,” ujar Vindex seperti dilansir dari pemberitaan suara.com.

Chef Ragil

Restoran fine dining ala Perancis atau Italia mungkin sudah familiar didengar. Lalu bagaimana dengan fine dining ala Indonesia? Adalah Chef Ragil Imam Wibowo yang berada di belakang konsep yang diterapkan di restoran yang terbilang gres, yaitu NUSA Indonesian Gastronomy.

nusa_ayam_lempah

Berasal dari kecintaannya terhadap kuliner tanah air, Ragil ingin mengenalkan berbagai masakan Indonesia kepada pecinta kuliner tanah air. Menu masakannya tidak terbatas pada menu yang umum ditemui, melainkan menu tradisional yang mungkin saja akrab dengan masa kecil Anda. Misalkan sayur ulak-ulak dari Halmahera, ayam lempah kulat pelawan khas Bangka, dan bubur kampiun khas Minang. Semuanya ditata dengan cantik di atas piring layaknya makanan bintang lima.

Untuk menghadirkan kualitas rasa yang sempurna, Ragil membawa langsung bahan-bahan segar dari daerah asalnya. Selain itu Ragil terus blusukan ke penjuru nusantara untuk belajar memasak langsung makanan tradisional sebuah daerah. Untuk memberikan rasa yang unik dan tampilan modern, acapkali Ragil melakukan modifikasi di restoran.

Ingin mencicipi menu istimewa Chef Ragil? Anda bisa langsung mengunjungi restoran NUSA Indonesian Gastronomy yang terletak di Jalan Kemang Raya No 81, Jakarta Selatan. Paket lengkap dengan 3 menu utama dibanderol sekitar Rp 700 ribu untuk 2 orang.

Agus Hermawan

Gelar sebagai Michelin Chef menjadi bukti kerja keras Agus Hermawan membangun kariernya sebagai koki di Belanda. Telah menyandang gelar tersebut, Agus tak lantas meninggalkan kuliner Indonesia sebagai spesialisasinya. Pria kelahiran Tasikmalaya ini malah semakin aktif mempromosikan kuliner Indonesia di benua Eropa.

Agus menjadi salah satu koki di Paviliun Indonesia dalam pagelaran Ethnic Food Eropa 2015. Sebagaimana diketahui, pagelaran ini merupakan kiblatnya perkenalan beragam pangan khas berbagai negara di dunia. Pagelaran ini juga menjadi tempat pertemuan antara penjual dan pembeli dari berbagai belahan dunia yang bisa membantu perkembangan industri makanan dan minuman (F&B) di negara masing-masing.

Untuk mencicipi kuliner Indonesia karya Agus, restoran Blauw menjadi tempatnya. Restoran yang terletak di kota Amsterdam dan Utrecht, Belanda. Menu yang disajikan adalah kuliner Indonesia yang menggunakan bahan-bahan segar sehingga memberikan kualitas rasa yang jempolan. Sebut saja menu soto ayam, ikan pesmol Betawi, maupun udang kelapa pandan. Tidak ada salahnya Anda memasukkan restoran ini sebagai salah satu destinasi kuliner saat berlibur ke negeri kincir angin. Pastikan Anda melakukan reservasi sebelumnya melalui https://restaurantblauw.nl/.

Keren bukan perjuangan dan karya para koki ini dalam mengenalkan kuliner Indonesia? Ayo #LoveLife dengan menikmati hasil masakan mereka. Pastinya kecintaan Anda terhadap kuliner Nusantara semakin besar.




« | »
Read previous post:
41594326_m
Tips Sukses Dapatkan Tiket Pesawat Murah

Liburan akhir tahun yang dinanti-nanti sudah di depan mata. Saatnya realisasikan rencana liburan bersama keluarga. Agar rencana berjalan mulus, tidak...

Close