6 Manfaat Olahraga Bela Diri untuk Si Kecil

be

Dengan teriakan kencang, sang buah hati melakukan tendangan ke udara dengan kaki kecilnya. Dengan alis terangkat dan tekanan darah yang tiba-tiba naik, Anda merespons hal tersebut dengan panik. “Gawat, si kecil meniru gerakan di televisi dan bakalan jadi berandalan agresif.” Begitu mungkin pikir Anda. Tapi… sebelum Anda berpikir negatif, coba salurkan energi tersebut dengan mendaftarkan mereka ke sasana atau kelas bela diri untuk anak.

Aktivitas seperti tae kwon do, karate, kung fu dan aikido merupakan cara yang menyenangkan bagi anak Anda untuk mencapai tingkat kebugaran tertentu dan melatih fokusnya. Beberapa orangtua mungkin berpikir bahwa hal ini hanya akan ‘memupuk’ benih-benih kekerasan dalam diri anak. Namun ternyata justru sebaliknya. Para ahli menemukan bahwa sesungguhnya beladiri membantu anak untuk berdisiplin dan bersosialisasi. Bahkan, banyak orangtua dengan anak yang ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder) atau kesulitan dalam menjaga fokus dan hiperaktif melaporkan bahwa program beladiri membantu anak mengatasi masalah tersebut dengan melatih kontrol diri dan membantu konsentrasi.

Baca juga: 6 Cara Seru Ajak Anak Mencintai Negerinya

“Umur 6 tahun biasanya merupakan saat yang tepat untuk memulai latihan ini,” ujar Dr Mimi Johnson, anggota American Academy of Pediatrics’ Committe on Sports Medicine and Fitness. Di usia itu anak sudah memiliki cukup kontrol terhadap otot-otot tubuhnya dan dapat memutar tubuhnya dengan baik dan aman. Kedua kemampuan ini merupakan hal yang penting dimiliki agar si kecil dapat melakukan tendangan ala bela diri.

Nah, berikut ini beberapa manfaat bela diri untuk anak yang akan membuat Anda semakin yakin untuk mengajak si kecil berlatih:

bela diri anak

1. Sehat dan bugar

Selain untuk pertahanan, fungsi utama seni bela diri adalah kesehatan. Karena itu, bela diri masuk cabang olahraga. Ketimbang membiarkan anak Anda bermain gadget, lebih baik mengajaknya berlatih bela diri. Anak-anak yang berlatih bela diri biasanya memiliki tubuh yang lebih bugar ketimbang teman-temannya. Selain untuk kesehatan, yang pasti bela diri bisa membuat anak Anda lebih bugar.

2. Belajar fokus dan tenang

Bela diri mengajarkan anak untuk fokus. Fokus akan ancaman yang datang terhadapnya, maupun fokus merespons setiap ancaman tersebut. Selain itu, bela diri membuat anak tenang menghadapi segala ancaman. Mereka belajar mengatasi takut dengan cara merespons ancaman terhadapnya. Oleh karena itu, di hampir seluruh studio atau tempat latihan bela diri, tidak ditemukan musik yang bising atau televisi yang bisa mengganggu konsentrasi anak. Hal tersebut berbeda dengan latihan di kelab kebugaran. Yang ditekankan di bela diri adalah olah tubuh dan ketenangan.

Baca juga: 5 Perpustakaan Anak yang Seru dan Wajib untuk Dikunjungi

Seorang tokoh bela diri kenamaan, Bruce Lee, pernah mengatakan di balik pukulan dan tendangan, seorang pelaku bela diri sejati belajar mengenal diri mereka dan mencari kelemahan mereka.

3. Belajar menerima pukulan

Seni bela diri mengajarkan anak untuk menerima pukulan. Baik itu pukulan secara fisik, maupun pukulan tersirat seperti gagal ujian. Misalnya, anak Anda kalah dalam latihan. Dia belajar menerima kekalahan tersebut. Salah satu bagian dari hidup adalah belajar menerima pukulan. Yang terpenting bagi anak adalah bagaimana mereka meresponsnya dan bangkit. Hal tersebut bisa dipetik dari seni bela diri.

4. Belajar untuk percaya diri

Bertarung dengan lawan yang lebih besar dalam latihan bela diri bisa membuat kepercayaan diri anak tumbuh. Anak akan belajar dari kekalahan tersebut. Sekolah seni bela diri yang bagus juga selalu mengajarkan anak Anda untuk rendah hati. Tidak jumawa ketika unggul dalam latihan, dan tidak patah arang ketika kalah. Anak Anda juga akan diajari menghormati rekan latihan.

5. Belajar menghubungkan pikiran dan raga

Seorang seniman bela diri diajarkan untuk melihat, merasakan, dan mendengarkan lingkungan maupun ke dalam diri mereka. Anak akan merespons sebuah ancaman dengan gerakan setelah pikirannya mengirimkan pesan ke raga. Anak akan belajar mengantisipasi sebuah ancaman dengan sebuah gerakan. Ini hasil dari hubungan antara pikiran dan tubuh.

6. Belajar kerja tim dan berinteraksi 

Seni bela diri juga mengajarkan tentang kerja tim dan interaksi sosial. Saat latihan dalam sebuah kelompok, anak-anak akan belajar berkoordinasi dengan rekan-rekannya. Bagaimana agar gerakan senada-seirama dan sesuai arahan. Apalagi saat lomba berkelompok. Kekompakan anak dengan rekan-rekannya akan diuji.

bela diri

Lalu bela diri mana yang sebaiknya dipilih? Berikut ini beberapa jenis bela diri yang bisa dijadikan pilihan:

Pencak Silat

Bela diri khas Indonesia ini kini muai banyak dikenal di luar negeri berkat film The Raid yang fenomenal. Pencak silat merupakan olahraga bela diri yang memerlukan konsentrasi tinggi. Lahir dari pengaruh budaya Tiongkok, Hindu, Budha, dan Islam, setiap daerah di Indonesia memiliki aliran pencak silat sendiri. Misalnya aliran Cimande dan Cikalong dari Jawa Tengah atau Merpati Putih dari Jawa Tengah.

Karate

Sistem pertahanan diri dengan mengandalkan gerakan menendang dan memukul. Gerakan cepat dan tajam yang juga terdiri dari gerakan menyerang pada sendi tubuh. Artinya, anak perlu melakukan pemanasan dengan baik dan benar.

Tae Kwon Do

Bentuk lain dari karate yang dikembangkan untuk aksi militer, yang kini merupakan salah satu jenis bela diri terpopuler di dunia. Terdiri dari gerakan menendang dan menghantam untuk melatih tubuh, serta teknik pernapasan dan meditasi untuk mengasah fokus.

Baca juga: 4 Cara Ajarkan Anak tentang Konsep Berbagi

Judo

Bela diri dari Jepang ini mengajarkan anak untuk menjatuhkan lawan menggunakan keseimbangan tubuhnya dan membantu anak untuk mengontrol kekuatan dan menghargai lawan.

Kendo

Bela diri ini sebaiknya diajarkan kepada anak dengan usia minimal 11 tahun. Kendo merupakan bela diri yang berasal dari Jepang. Bela diri ini biasanya menggunakan alat bantu seperti pedang atau samurai, namun untuk keperluan olahraga hanya menggunakan bambu.

Capoeira

Olahraga yang berasal dari Brasil ini dulunya dikembangkan oleh para budak Afrika. Uniknya, gerakan bela diri ini menyerupai tarian yang diiringi musik yang disebut Jogo.

Wushu

Wushu dapat diajarkan kepada anak sejak usia tiga tahun. Latihan ini lebih berfokus pada stimulasi motorik. Wushu tidak banyak mengajarkan gerakan menyerang, namun lebih banyak ke gerakan mengelak dan menangkis lawan.

Nah untuk pilihan tempat bela diri, Anda bisa mencarinya di pelbagai sudut ibu kota. Bahkan, beberapa tempat kebugaran di mal-mal pun menyediakan praktik bela diri untuk anak.




« | »
Read previous post:
tips isi SPT
Cari Tahu Harta Apa Saja yang Perlu Dilaporkan di SPT Anda

Setiap memasuki kuartal satu, para Wajib Pajak (WP) sibuk menyiapkan Surat Pemberitahuan (SPT) atas pajak penghasilan pada tahun sebelumnya. Dalam...

Close