6 Hal yang Bisa Dipelajari dari COO Facebook untuk Wanita Sukses Berkarier

lean-in

Bekerja di perusahaan ternama? Iya. 

Punya jabatan penting di perusahaan? Iya. 

Sudah berkeluarga dan memiliki anak? Iya. 

Siapa yang tidak kagum dengan sosok Sheryl Sandberg (47 tahun) yang kini menjabat sebagai COO Facebook. Sebagai perempuan, Sheryl memiliki karier cemerlang dan kehidupan pribadi yang terlihat aman dan tentram.

Melalui bukunya yang berjudul Lean In: Women, Work, and the Will to Lead, Sheryl berbagi rahasia pencapaiannya ini. Sheryl yakin bahwa setiap perempuan mampu berkarier cemerlang di usia berapa pun. Secara gamblang Sheryl mengisahkan perjuangannya dalam berkarier sambil tetap memprioritaskan keluarga. Ketika ia harus berjalan dari lahan parkir mobil ke kantor dengan kaki bengkak saat sedang hamil. Usai menidurkan anak di malam hari, Sheryl kembali ke komputer untuk menyelesaikan tugasnya.

Buku itu sendiri ditulis Sheryl setelah ia menerima banyak respon dari sesama wanita usai bicara di ajang TEDTalk pada 2010. Di acara tersebut ia berucap bahwa wanita kerap menahan diri dalam hal karier. Dalam buku ini ia tak sekadar membagikan pengalamannya, tetapi juga menggunakan riset untuk melihat perbedaan gender di dunia kerja dan menawarkan nasihak praktis untuk membantu wanita mencapai tujuannya.

Tak dipungkiri bahwa dibutuhkan kerja ekstra bagi seorang perempuan untuk mencapai karier gemilang diiringi dengan kehidupan pribadi yang tentram. Kerja ekstra ini dapat dijalani dengan menyenangkan dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti :

1. Terbuka dengan risiko dan tantangan kerja

wanita karier

“Kira-kira saya bisa enggak ya menjalani tugas profesi ini?”

Tidak sedikit perempuan yang khawatir dengan tantangan serta risiko dari sebuah profesi. Sheryl melalui pengalamannya berkata bahwa sudah sepatutnya kekhawatiran ini dihilangkan. Terutama saat Anda mendapat kesempatan yang bagus.

Sheryl yakin bahwa sama halnya dengan laki-laki, seorang perempuan dapat mempelajari atau mengembangkan kemampuannya dalam waktu cepat. Permasalahannya terletak pada tekad dan usaha. Untuk menjadi seorang pemimpin, terapkan dalam pikiran bahwa “Saya ingin melakukannya dan saya akan belajar dengan cepat untuk menguasainya”.

Baca juga: 7 Wanita ini Buktikan Kekuatan di Bidang Teknologi

Manfaatkan semua kesempatan berkualitas yang datang mengetuk pintu Anda. Lalu jajal kesempatan tersebut sambil menunjukkan kualitas terbaik Anda kepada setiap orang tanpa ada rasa minder apalagi takut. Tanpa disadari, menerima risiko dan tantangan kerja bisa meningkatkan potensi serta kepercayaan diri Anda.

“Pada titik tertentu, Anda pasti mampu untuk belajar dengan cepat dan berkontribusi dengan cepat dengan mengandalkan kemampuan baru,” tulis Sheryl dalam bukunya.

2. Jangan selalu berusaha untuk memuaskan semua orang

Sheryl mengaku sangat terkesan dengan ucapan Mark Zuckerberg saat mengevaluasi performa kerjanya di Facebook.

“If you please everyone, you won’t change anything,” ucap Mark saat itu.

Sheryl pun sadar bahwa tidak semua orang akan puas dan menyukai performa kerjanya. Oleh karena itu, Sheryl belajar untuk mengambil keputusan atau membuat kebijakan yang mengedepankan rasional. Dengan kata lain, Anda bekerja secara profesional dengan tujuan menciptakan perubahaan positif yang dihasilkan tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.

Baca juga: Kenali Ciri Independent Woman Secara Finansial

Kemampuan Anda berkarya tidak akan berkembang jika tujuannya adalah memuaskan pihak tertentu. Rasa puas seseorang belum tentu membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Alih-alih berprestasi dalam pekerjaan, Anda malah merugikan orang banyak.

3. Visualisasikan karier jangka pendek dan salurkan ambisi

Patahkan stigma bahwa perempuan tidak perlu berambisi dalam berkarier. Juga buang jauh pikiran bahwa perempuan yang berambisi dalam berkarir adalah perempuan yang egois. Cukup arahkan ambisi Anda dengan cara yang positif dengan membuat target jangka pendek.

Sheryl mencontohkan bahwa ada baiknya Anda menguasai keterampilan baru yang menunjang pekerjaan Anda. Ia gambarkan bahwa keterampilan baru ini bisa dilakukan dalam kurun waktu 6-18 bulan. Pastikan setiap hari ada buku bacaan, diskusi maupun uji coba untuk mengasah keterampilan tersebut. Catat kemajuannya dalam jurnal kecil sehingga Anda bisa memantaunya dengan tepat. Kira-kira keterampilan baru apa yang Anda ingin kuasai saat ini?

4. Jadi pribadi yang penuh inisiatif

Jika terus menunggu perintah dalam bekerja, kapan Anda akan maju? Sheryl menegaskan bahwa kemajuan Anda berkarier juga didorong oleh faktor internal. Salah satunya adalah menjadi pribadi yang penuh inisiatif.

Daripada duduk diam mendengarkan dalam sebuah rapat, tidak ada salahnya Anda mengajukan pertanyaan untuk hal-hal yang belum Anda mengerti. Alangkah lebih bagusnya jika Anda bisa menyumbang ide brilian dalam program kerja bersama.

Tanpa disadari, Anda melatih otak untuk terus berkreasi dan berlatih menjadi pemberi solusi. Bagaimana? Ide apa saja yang sudah Anda sumbangkan untuk program kerja bersama di kantor?

5. Kelilingi diri dengan lingkungan yang mendukung

Ini hal penting yang harus dilakukan untuk melesatkan karier Anda. Lingkungan yang mendukung tentunya membawa energi positif sehingga Anda bisa terus semangat untuk berkembang. Tidak susah mencari lingkungan yang mendukung, tingkatkan kepekaan dan perhatikan sekeliling Anda.

Anda bisa mulai meminta pendapat dan kritik dari rekan, baik senior maupun junior, dalam mengatasi tantangan yang Anda hadapi. Bukan tidak mungkin pengalaman atau sudut pandang seseorang jadi inspirasi untuk Anda membuat solusi. Manfaatkan pula rapat atau diskusi sebagai momen untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Siapa tahu Anda bisa menciptakan sebuah karya yang menakjubkan setelahnya.

6. Berbagi tugas dengan pasangan

suami masak

Poin terakhir yang juga krusial adalah berbagi tugas dengan pasangan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Apalagi jika Anda telah memiliki buah hati. Alangkah bijaknya Anda mendiskusikan ini sejak awal pernikahan. Pembagian tugas bisa dituliskan dengan detail untuk meminimalisir kesalahpahaman. Mulai dari pembagian tugas mengerjakan pekerjaan domestik hingga mengurus anak.

Baca juga: Karier Dulu vs Nikah Dulu? Menghadapi Dilema Perempuan Sepanjang Masa

Misalkan tugas mencuci pakaian dikerjakan oleh Anda pada hari Jumat dan Minggu, sedangkan tugas mencuci piring dilakukan oleh pasangan di malam hari. Dengan demikian Anda bisa bermain sejenak dengan si kecil dan menyelesaikan tugas kantor sebelum tidur.

Agar lebih efisien, manfaatkan kecanggihan teknologi dalam mengerjakan beberapa tugas domestik. Seperti menggunakan mesin cuci yang dilengkapi dengan teknologi pengering, setrika listrik yang mampu merapikan pakaian dalam waktu cepat, dan lain-lainnya. Pekerjaan kantor berjalan lancar, urusan rumah tangga pun tidak terbengkalai.

Bahkan jika bujet Anda mencukupi, manfaatkan tenaga asisten rumah tangga untuk meringankan tugas domestik Anda. Pembagian tugas bersama pasangan akan lebih terfokus pada pendampingan anak.

Selesai menulis buku, Sheryl merasakan perlunya sistem pendukung bagi para wanita bekerja. Itu sebabnya ia kemudian mendirikan leanin.org. Melalui website ini ia memberikan tip, informasi dan video untuk membantu wanita dalam mewujudkan mimpinya, dan juga membantu pria mengambil posisi sebagai partner yang baik bagi pasangannya.

Jadi, karier gemilang bukan sekadar impian bukan? Semuanya diawali dengan tekad yang kuat dan semangat yang terus membara. Tetap fokus dengan tujuan awal berkarier Anda, dan #AyoLoveLife ciptakan kesuksesan berkarir versi Anda.

 




« | »
Read previous post:
screen-shot-2017-04-21-at-7-11-23-pm
Hai Perempuan, Saatnya Menikmati Setiap Bahagia Kecil dalam Hidupmu

Baru-baru ini seorang rekan kerja menghampiri saya untuk berkeluh-kesah. Sebut saja dia Anisa. Posisinya di perusahaan kami sudah cukup mapan....

Close