5 Wisata Kuliner Jogja di Malam Hari yang Wajib Anda Coba

sate-klathak

Anda yang pernah berlibur ke Yogyakarta, mungkin sudah pernah mencicip beragam kuliner yang dijajakan di sepanjang Jalan Malioboro. Tapi pernahkah Anda menelusuri wisata kuliner Yogyakarta di malam hari? Kalau belum, berikut lima rekomendasi tempat makan populer yang wajib Anda kunjungi saat bermalam di Kota Gudeg:

Bakmi Doring

doring

Bakmi Doring alias tendo miring adalah warung bakmi yogya yang terletak di Jalan Suryowijayan No 348. Lokasi tepatnya masuk ke gang, yang merupakan gang buntu. Buka sejak pukul 17.00 – 24.00, Bakmi Doring cukup terkenal di antara pecinta kuliner. Berdiri sejak 1984, bakmi doring menggunakan racikan resep rahasia yang memadukan telur bebek dengan bakmi bertekstur lembut.

Baca juga: Serunya Kuliner di Warung Mi Instan Kekinian

Pak Suryono, pemilik Bakmi Doring, tidak pernah membuat beberapa pesanan pelanggan langsung dalam satu tahap. Ia selalu memasak satu per satu porsi. Meski membuat pelanggan menanti cukup lama untuk menikmati bakmi pesanannya, ini dilakukan agar rasa bakmi tetap terjaga kualitasnya.

Kalau ke sana, Anda bisa memilih menu bakmi goreng, bakmi rebus, juga nasi goreng. Sementara untuk minumannya, ada teh poci serta wedang uwuh. Untuk satu porsi bakmi, Anda cukup merogoh sekitar Rp15.000. Murah bukan?

Gudeg Pawon

kuliner yogya

Main ke Kota Gudeg, tidak lengkap rasanya kalau Anda tak mencoba gudeg. Satu sajian gudeg yang patut Anda coba adalah Warung Gudeg Pawon. Terletak di Jalan Janturan 36 – 38, Warungboto, warung milik Bu Prapto Widarso ini berdiri sejak 1958.

Gudeg yang disajikan Bu Prapto adalah gudeg basah yang dilengkapi sambal krecek dan ayam kampung yang empuk. Sementara sensasi areh yang manis dan gurih, membuat gudeg ini penuh citarasa. Ini pula yang membuat banyak orang rela mengantre tengah malam, antara pukul 22.30 – 01.00, di dapur Bu Prapto. Ya, seperti namanya gudeg pawon yang berarti gudeg di dapur, Bu Prapto melayani pelanggannya langsung di dapur. Harga per porsi gudeg antara Rp11.000 sampai Rp24.000.

Lalu bagaimana bila tidak ingin kehabisan atau enggan mengantre lama? Anda bisa datang lebih awal, sebelum waktu buka dapur. Sementara untuk membawa pulang gudeg populer ini, Anda bisa menelepon ke nomor 0852 2847 0264.

Nasi Kuning Bu Tuminem

kuliner yogya

Selama ini, mungkin Anda biasa menyantap nasi kuning kala sarapan atau saat acara selamatan maupun suatu perayaan. Tapi di Yogyakarta, Anda perlu merasakan sajian nasi kuning kala tengah malam, yakni Nasi Kuning Bu Tuminem, Jalan Kranggan.

Buka sejak pukul 22.00 hingga sajian habis, warung tenda Bu Tuminem menawarkan nasi kuning yang ramai lauknya. Dalam satu porsi, Anda bisa menyantap nasi kuning dengan telur dadar yang diiris tipis, sambal kering kentang, kacang, ayam suwir, abon, dan irisan timun. Menu lengkap itu hanya perlu Anda bayar seharga Rp12.000. Perut kenyang, hati senang.

Sate Klathak

kuliner yogya

Di sinilah Rangga mentraktir Cinta makan, setelah tidak bertemu hampir sembilan purnama lamanya. Agaknya tak salah jika Rangga memilih tempat ini sebagai tempat kencan. Sate Klathak merupakan makanan khas Yogya, yang berbeda dari sate biasa.

Baca juga: Dari AADC2: Agar Tidak Ada “Yang Kamu Lakukan ke Saya itu Jahat” di Antara Kita

Pada umumnya, sajian sate ditusukkan pada irisan bambu. Namun bagaimana jika potongan daging sate ditusuk ke jeruji sepeda, baru dibakar di atas bara? Ya, begitulah cara memasak sate klathak ala Pak Sabari. Menurut Pak Bari, jeruji sepeda dipilih dalam proses pembakaran sate karena bahannya yang terbuat dari besi mampu menghantarkan panas hingga ke bagian dalam daging. Sehingga daging tidak hanya matang di luar, tapi juga bagian tengahnya. “Dengan jeruji sepeda, daging sate merata sempurna,” kata Pak Bari. “Karena bagian dalam lekas matang, sisi luar pun tidak lekas gosong. Jadi manisnya daging masih tetap terasa.”

Sate Klathak Pak Bari berada di Pasar Jejeran Wonokromo. Ia sendiri merupakan generasi ketiga yang menjual sate klathak ini. Sebelum tahun 1992, warung sate klathak ini dijalankan ayah dan kakek Pak Bari. Sang kakek sendiri merintis warung sate ini sebelum masa kemerdekaan.

Setiap harinya, Pak Bari menjual 50 kg daging sate sejak pukul 18.30. Dulu, ia bisa berjualan hingga pukul 02.00. Namun sejak muncul di film Ada Apa dengan Cinta 2, warung sate klathak ini semakin ramai pengunjung. Pukul 21.00 saja, seluruh sate sudah ludes terjual.

Selain sate klathak, Anda bisa memesan tongseng, tengkleng, atau gulai jeroan. Untuk seporsi sate klathak dengan nasi, kuah gulai, dan segelas air minum, Anda hanya perlu membayar Rp20.000. Sangat murah, bukan?

Angkringan Lik Man

kuliner yogya

Untuk Anda yang suka nasi kucing atau wedang jahe, warung angkringan di dekat Tugu ini wajib didatangi. Awalnya, angkringan ini dikelola oleh Mbah Pairo, konon penjual angkringan pertama di Yogyakarta. Namun kini, sang cucu, Lik Man lah yang meneruskan usaha angkringan itu.

Baca juga: Klinik Kopi, Tempat Rangga dan Cinta Ngopi Sambil Baper di AADC2

Menu favorit di angkringan Lik Man adalah kopi joss, yang diracik dengan campuran arang. Kenapa diberi arang? Sebab kandungan dalam arang dipercaya bisa menurunkan kadar kafein pada kopi. Sementara sego kucing atau nasi kucing Lik Man menawarkan nasi yang cukup pulen, dengan beragam lauk. Mulai dari mendoan, tahu susur, tempe bacem, ataupun sate telur puyuh. Untuk camilan, Anda bisa memesan jadah, makanan yang terbuat dari beras ketan bakar.

Itulah lima wisata kuliner Yogyakarta yang bisa Anda datangi di malam hari. #AyoLoveLife dan buat liburan lebih berkesan dengan kuliner malam Yogyakarta yang lezat!




Read previous post:
taman nasional menjangan
Bosan Liburan di Perkotaan? Wisata Taman Nasional Bisa Jadi Alternatif Plesiran

Menghabiskan masa liburan di Pantai Kuta, Bali; Malioboro, Yogyakarta; atau pun berbelanja di Singapura mungkin sudah pernah Anda lakukan. Tapi...

Close