4 Tes Kesehatan Mudah Yang Bisa Anda Lakukan di Rumah

7545579_L

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Itulah salah satu alasan pentingnya cek kesehatan bagi setiap orang. Maka tidak salah jika Anda memasukkan tes kesehatan ke to-do-list di kegiatan tahunan Anda. Bahkan The American Medical Association mengatakan bahwa cek kesehatan akan sangat bermanfaat jika dilakukan secara reguler, minimal per tiga tahun sekali.

Selain pencegahan dini, manfaat lain yang bisa diperoleh dari tes kesehatan adalah meminimalisir biaya pengobatan awal jika dideteksi sebuah penyakit. Anda pun bisa memilih gaya hidup sehat yang sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh, mulai dari jenis olahraga maupun nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Padatnya kegiatan membuat Anda belum sempat bertemu dokter atau ke laboratorium untuk tes kesehatan? Jangan khawatir, Anda bisa tes kesehatan sederhana terlebih dulu di rumah.

Tes Pernapasan

Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda:

  1. Apakah Anda kadang mengi (napas berbunyi)?
  2. Apakan Anda mengalami sesak napas ketika berolahraga atau ketika melakukan kegiatan yang melelahkan?
  3. Bagaimana warna dahak Anda? Jika dahak berwarna kekuningan, kehijauan, bahkan kecoklatan maka Anda berpotensi mengalami infeksi bakteri.

Tes Jantung

Coba ketukkan kaki Anda seirama dengan denyut jantung (sambil ketukkan kaki, satu tangan memegang nadi di leher atau pergelangan tangan). Tes ini untuk mengetahui ritme denyut jantung yang berkaitan dengan serangan stroke.

“Jika denyut tidak beraturan dan Anda tidak dapat mengetukkan kaki secara bersamaan, coba rileks selama satu jam, lalu lakukan tes kembali,” kata Eric Prystowsky, MD, direktur Clinical Electrophysiology Laboratory di St. Vincent Hospital, Indianapolis, AS, seperti yang dikutip dari Readers Digest.

Baca juga: Hati-hati! Penyakit Jantung Menyasar Kaum Muda Urban Indonesia

Tes Dehidrasi

Perut kembung sering kali menjadi tanda dehidrasi, terutama pada wanita. Dehidrasi menunjukkan berkurangnya cairan dalam tubuh sehingga menyebabkan ginjal bekerja lebih keras. Jika ini terjadi, Anda akan mudah mengalami sakit kepala, lesu, tekanan darah rendah, selalu merasa haus, hingga pingsan.

Untuk mengetahuinya, cek warna urine (air seni) Anda di pagi hari. Warnanya seharusnya bening bersih atau kuning muda dan tidak berbau. Urine di pagi hari kerap lebih pekat, Anda bisa mengatasinya dengan minum air mineral yang cukup yaitu minimal 1,5 liter per hari. Jika setelahnya warna urine Anda masih kuning pekat, maka tubuh masih mengalami dehidrasi. Sebaiknya Anda menghindari junk food maupun makanan instan lainnya.

Baca juga: 11 Perubahan Kecil yang Dapat Menurunkan Kadar Stres

Tes Pencernaan

Sistem pencernaan yang mengandalkan banyak anggota tubuh berpotensi menghadirkan beragam penyakit. Mulai dari tidak lancarnya sistem pencernaan tubuh, perut kembung, sering merasa lapar, hingga infeksi usus. Beberapa tes dapat Anda lakukan sendiri di rumah untuk mengetahui gejala awalnya.

Pertama, periksa lidah Anda. Perhatikan warna lidah Anda di cermin. Lidah yang sehat biasanya berwarna merah muda. Jika warna lidah Anda kekuningan, ungu, merah tua, atau putih pucat kemungkinan Anda mengalami gangguan sistem pencernaan. Apalagi jika lidah Anda terasa sakit saat makan dan menelan makanan. Menurut John Renshaw, dokter ahli pengobatan tradisional Cina, gejala-gejala ini dapat diredakan dengan makan makanan hangat seperti sup dan air putih hangat. Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung seperti kudapan yang digoreng, junk food, minuman yang mengandung kafein tinggi, dan minuman bersoda.

Kedua, ukur waktu lapar Anda. Makanlah dengan porsi normal dan cukup sesuai kebutuhan tubuh. Lihat apakah Anda merasa lapar lagi setelah dua jam. Jika iya, Anda berpotensi mengalami masalah pada energi tubuh. Hal ini yang kerap membuat tubuh cepat lelah, gampang marah, dan sangat mendambakan makanan manis. Penuhi kebutuhan gula darah Anda dengan mengkonsumsi roti gandum, oats, dan karbohidrat lainnya yang kaya serat seperi gandum. Perlahan makanan ini dapat menaikkan gula dalam darah.

Baca juga: Resep Segar Smoothies untuk Sepekan

Tes Diabetes

Lingkari jawaban Anda, lalu jumlahkan angkanya.

  • Berapa umur Anda? Di bawah 40 (0); 40-49 (1); 50-59 (2); 60 atau lebih (3)?
  • Apakah Anda wanita (0), atau pria (1)?
  • Apakah ada anggota keluarga (orang tua, kakak, adik) yang mengidap diabetes? Tidak (0); ya (1).
  • Apakah Anda memiliki tekanan darah tinggi atau sedang mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi? Tidak (0); ya (1).
  • Apakah Anda kelebihan berat badan atau obesitas? Normal (0); kelebihan berat (1); obes (2); amat obes (3).
  • Apakah Anda aktif secara fisik? Ya (0); tidak (1)

Jika total skor empat atau lebih, ada kemungkinan Anda mengidap prediabetes lebih tinggi. Tes ini bisa Anda tambahkan dengan mengukur lingkar pinggang. Meski Anda tidak kelebihan berat badan, perut buncit atau lemak bisa menunjukkan potensi diabetes tipe 2.

Ambil pita pengukur, ukur mulai pusar hingga mengelilingi pinggang. Untuk wanita, ukuran lingkat pinggang 32 inci (80 cm) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes dan lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci dianggap risiko tinggi. Untuk pria, 37 inci (94 cm) meningkatkan risiko dan pengukuran lebih besar dari 40 inci menempatkan Anda pada kategori risiko tinggi. Jadi lingkar pinggar ideal adalah di bawah angka-angka tersebut. Untuk lebih praktisnya, Anda bisa mengecek menggunakan alat cek gula darah dan strip gula darah yang dijual di apotek.

Mudah bukan untuk memeriksa kesehatan di rumah secara sederhana. Catat hasil tes kesehatan Anda, pastikan hasil tadi dengan tes di laboratorium. Setelahnya Anda bisa konsultasikan dengan dokter.

Hasil pemeriksaan kesehatan sudah di tangan? Maka saatnya Anda menentukan pola makan, jenis olahraga, serta gaya hidup yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Lengkapi juga dengan perlindungan ekstra berupa asuransi kesehatan. Perlindungan ekstra untuk antisipasi terbaik bagi Anda dalam menjalani hidup yang dicintai. Seperti yang ditawarkan oleh Astra Life, memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan hingga Anda tetap bisa mewujudkan mimpi dalam berbagai keadaan. Nah, sekarang Anda pun siap menjalani hidup dengan kondisi yang prima.

Baca Tips Kesehatan lain di sini!




« | »
Read previous post:
Kartini-640x397
Mengungkap Sosok Kartini Lewat 10 Fakta yang Belum Anda Ketahui

Peringatan hari lahir Kartini, 21 April, setiap tahun masih menyisakan kontroversi. Di antara banyak pahlawan perempuan di Nusantara, Kartini dipilih...

Close