11 Tes Kesehatan yang Penting Dilakukan untuk Perempuan

38217146_M

Di tahap usia berapa pun, perempuan rentan terserang masalah kesehatan, seperti masalah hormon, penglihatan, kanker payudara, kanker rahim, hingga osteoporosis. Itu mengapa kita perlu melakukan tes kesehatan untuk perempuan secara berkala.

Walaupun saat ini Anda merasa sehat dan tidak ada keluhan, tes kesehatan rutin akan membantu memastikan kalau tubuh tetap dalam kondisi baik, ibarat memeriksa kondisi oli dan tekanan ban sekadar untuk memastikan kendaraan dapat melaju mulus di jalan tol. Bukankah banyak orang bilang bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati?

Baca Juga: 3 Perlindungan Asuransi Kesehatan yang Wajib Dimiliki Oleh Perempuan

Nah, apa saja kira-kira tes yang perlu kita lakukan? Di sini, kami mengumpulkan sejumlah pemeriksaan medis yang direkomendasikan bagi perempuan. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas akan tes kesehatan untuk perempuan apa saja yang perlu diambil. Semoga bermanfaat.

1. Tekanan darah

Tes kesehatan untuk perempuan pertama yang secara mudah dapat Anda lakukan adalah mengecek tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan indikasi adanya penyakit jantung, gagal ginjal, atau stroke. Cek tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer (alat yang terdiri dari pompa dan kain pembalut lengan).

Kapan harus dilakukan: Di segala tahapan usia. Akan lebih baik jika dilakukan secara berkala sejak dini.

Seberapa sering: Sekali dalam setahun apabila hasil tes menunjukkan angka normal. Namun, dokter biasanya akan menyarankan tiap enam bulan sekali kalau ternyata hasil tesnya tinggi atau Anda sedang dalam tahap pengobatan untuk mengontrol tekanan darah tinggi.

9370241_M

2. Kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi membuat risiko terkena sakit jantung meningkat. Cek kadar kolesterol melalui tes darah. Kalau Anda memiliki faktor risiko terserang penyakit jantung yang merupakan warisan keluarga, tes kolesterol bisa jadi tidak cukup. Mintalah dokter Anda untuk juga melakukan pengecekan tambahan berupa tes lipoprotein subfraction. Tes ini lebih sensitif dan bisa memberikan gambaran akan ukuran dan jumlah partikel kolesterol di dalam tubuh dengan lebih terperinci.

Kapan harus dilakukan: Sejak usia 20 tahun

Seberapa sering: Setiap 5 tahun sekali. Kalau kadar LDL atau kolesterol jahat di darah kita lebih dari 130, dokter biasanya akan menyarankan pengecekan ulang setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali.

3. Diabetes

Saat pengecekan diabetes, dokter biasanya akan mengecek toleransi tubuh terhadap penyerapan glukosa atau seberapa siap tubuh kita mengolah gula. Mengapa tes ini perlu? Diabetes merupakan kasus yang unik pada perempuan. Banyak perempuan mengalami masalah diabetes justru pada saat hamil sehingga membahayakan bagi ibu dan janin. Walaupun di beberapa kasus, masalah diabetes ini pergi seiring dengan proses kelahiran, ada pula yang pada akhirnya harus mengidap diabetes tipe 2 seumur hidup mereka. Diabetes tipe 2 adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam konteks resistensi insulin serta defisiensi insulin akibat rusaknya sel di pankreas.

Kapan harus dimulai: Saat mulai mengandung atau pada usia 45 tahun jika Anda tidak memiliki risiko atau gejala. Kalau Anda memiliki masalah kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, atau faktor risiko diabetes lainnya, seperti masalah keturunan, akan lebih baik kalau Anda sudah melakukan pemeriksaan sejak dini. Saat ini, pemeriksaan sudah bisa dilakukan di banyak tempat, termasuk di toko-toko obat besar.

Seberapa sering: Setiap tiga tahun sekali.

4. Tes kepadatan tulang

Menurut catatan National Osteoporosis Foundation, sekitar 80 persen dari 10 juta penduduk dunia menderita osteoporosis. Osteoporosis terjadi apabila mineral seperti kalsium mulai luruh dari tulang, dan membuat tulang menjadi lebih ringkih dan rapuh. Pada perempuan, ini terjadi sebagai hasil dari menurunnya kadar estrogen setelah menopause.

Kapan harus dimulai: Pada usia 65 tahun. Namun kalau Anda sudah menjalani hysterectomy (pengangkatan rahim) atau sudah memasuki fase menopause dan memiliki tingkat risiko osteoporosis seperti patah tulang atau memang ada riwayat di dalam keluarga, sebaiknya lakukan pemeriksaan ini sekarang.

Seberapa sering: Setiap lima tahun sekali Anda harus melakukan tes kesehatan untuk perempuan yang satu ini.

12338338_M

5. Pemeriksaan mata dan penglihatan

Entah itu Anda memiliki masalah dalam melihat jarak jauh atau dekat, periksakan mata secara rutin untuk memastikan kesehatan mata secara menyeluruh. Seiring pertambahan usia, perempuan memang memiliki tingkat risiko lebih besar untuk terkena masalah deregenerasi makular (menurunnya fungsi retina mata yang menyebabkan gangguan pada penglihatan) dibandingkan laki-laki. Tes penglihatan membantu Anda mendeteksi keberadaan glaucoma, deregenerasi makular, retinopati, dan penyakit mata lainnya. Usahakan Anda untuk menjalani tes mata dan penglihatan sekaligus.

Kapan harus dimulai: Usia 18 tahun

Seberapa sering: Setiap satu hingga tiga tahun sekali di antara usia 18 hingga 61 tahun. Di atas usia itu, Anda bisa melakukannya sesuai kondisi kesehatan mata. Kalau Anda penderita diabetes, risiko untuk menghadapi masalah mata menjadi lebih besar. Usahakan untuk cek kondisi mata lebih sering daripada yang disarankan kepada mereka yang normal.

6. Audiogram

Otosclerosis adalah masalah genetis yang menyebabkan pertumbuhan tulang di bagian tengah telinga menjadi terhambat. Kasus ini kerap menimpa perempuan terutama saat mereka mengandung atau di antara rentang usia 15 dan 30 tahun. Beberapa masalah dalam pendengaran yang sering kita temui adalah berkurangnya kemampuan mendengar, terdengar bunyi dengungan, dan merasakan ada sensasi telinga tersumbat sesuatu seperti saat sedang pilek.

Kapan harus dimulai: Segera kalau memang Anda mengalami gejala yang tersebut di atas.

Seberapa sering: Dalam keadaan normal bisa dilakukan dua hingga lima tahun sekali sejak tes pertama dilakukan. Kalau pendengaran bermasalah, lakukan sesuai dengan saran dari dokter.

7. Kolonoskopi

Tes kesehatan untuk perempuan yang satu ini akan mendeteksi kanker usus bahkan sebelum gejalanya muncul. Kalau ada polip yang ditemukan pada saat pemeriksaan, dokter akan menyarankan tindakan biopsi atau pengangkatan.

Kapan harus dimulai: Pada usia 50 tahun.

Seberapa sering: Setiap 10 tahun sekali. Namun apabila orangtua atau kerabat terdekat ada yang pernah mengalami kasus ini sebelum memasuki usia 50, Anda harus memeriksakan diri setidaknya 10 tahun lebih awal dari saat kerabat mendapatkan diagnosis dan mengulangi tes ini setiap lima tahun sekali.

8. Pap smear

Pap smear adalah tes kesehatan untuk perempuan dengan melakukan pemeriksaan pada rahim yang dilakukan untuk mendeteksi adanya inflamasi atau infeksi atau untuk melihat keberadaan sel tidak normal yang merupakan sinyal dari keberadaan kanker rahim.

Kapan harus dimulai: Saat memasuki usia 21 tahun atau tiga tahun setelah menjalani kehidupan seksual yang aktif.

Seberapa sering: Sebaiknya setiap tahun. Namun, beberapa dokter ada yang menyarankan 2 atau 3 tahun sekali kalau memang pada tes pertama menunjukkan hasil normal.

tes kesehatan untuk perempuan

9. Tes tiroid

Tiroid yang tidak aktif menyebabkan berat badan mudah bertambah, sedangkan tiroid yang terlalu aktif menjadi indikasi adanya masalah autoimun (imunitas tubuh menyerang sel yang sehat alih-alih menyerang penyakit). Hasilnya bisa kita dapat melalui tes darah. Lakukan pengecekan kondisi tiroid pada usia 35 tahun atau sebelumnya apabila Anda saat ini sudah merasakan gejala perubahan mood, berat badan, pola tidur, dan kadar kolesterol. Setelah itu, tanyakan kepada dokter kapan Anda harus melakukan pengecekan ulang.

Kapan harus dimulai: Usia 35 tahun

Seberapa sering: Setiap tiga atau lima tahun sekali setelah menginjak usia 35 tahun. Banyak perempuan mulai mengalami masalah tiroid pada usia 40 dan 50-an. Jadi jangan ragu untuk menanyakan kondisi tiroid kepada dokter saat sedang melakukan pengecekan rutin tahunan. Di atas usia 60 tahun, lakukan tes kesehatan untuk perempuan tiroid ini setiap satu tahun sekali.

10. Pemeriksaan payudara sendiri

Benjolan, perubahan warna areola dan puting bisa menjadi indikasi keberadaan kanker payudara. Kenali tubuh Anda dengan melakukan pemeriksaan awal sendiri di rumah. Kebanyakan benjolan yang terdapat di payudara perempuan berasal dari kista yang jinak. Namun, tidak ada hal yang mutlak dalam hal ini. Periksa payudara setiap bulan yaitu beberapa hari setelah selesai siklus menstruasi usai, pada saat tekstur payudara lebih lunak dari biasanya. Angkat tangan yang bersisian dengan payudara yang hendak dicek ke atas, lalu letakkan jari tangan yang lain di atas payudara. Secara perlahan tekan dan jalankan ujung jari Anda dalam gerakan berputar dari arah tengah ke sisi terluar.

Kapan harus dimulai: Usia 20 tahun

Seberapa sering: Setiap bulan. Perempuan dia atas 18 tahun sebaiknya juga memeriksakan diri ke dokter setiap satu tahun sekali. Tes ini biasanya akan dilakukan berbarengan dengan pemeriksaan rahim.

11. Mammogram

Kanker payudara adalah jenis kanker yang kerap menyerang perempuan. Mammogram merupakan tes kesehatan untuk perempuan yang mendeteksi kanker payudara dengan menggunakan sinar X. Dengan alat ini dokter dapat melakukan diagnosis atau screening setidaknya 1-3 tahun lebih awal. Screening akan mendiagnosis kanker payudara bahkan sebelum tubuh memiliki gejala, benjolan, atau keluhan apa pun.

Kapan harus dimulai: Usia 40 tahun. Namun apabila ibu atau saudara perempuan Anda yang mendapat diagnosis kanker payudara terutama di bawah usia 40 segera lakukan tes lima atau sepuluh tahun lebih awal dari usia saat kerabat Anda mendapat diagnosis tersebut. Jadi, contohnya, apabila ibu Anda mendapat diagnosis pada usia 42 tahun, jalani tes mammogram pada saat usia Anda 32 tahun.

Seberapa sering: Setiap tahun.

Ayo cintai tubuh Anda sendiri dengan melakukan tes kesehatan untuk perempuan secara rutin. Atur jadwal pemeriksaan sekarang juga. Bukankah tubuh yang sehat akan membuat Anda lebih optimal dalam menjalani hidup?




« | »
Read previous post:
10272920_M
Sehat dan Bersahabat dengan Alam ala Janti Wigjnopranoto

Bagi banyak orang, terutama mereka yang pernah mengalami sakit, kata sehat tentu menjadi mahal harganya. Karena tak jarang, mereka berjuang...

Close